P-NEWS

GAPKI: Peningkatan Populasi Dunia Mengerek Permintaan Minyak Sawit

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan permintaan minyak sawit di dunia meningkat setiap tahunnya menyusul bertambahnya jumlah penduduk. “Artinya, peningkatan permintaan itu harus diimbangi dengan produksi dan juga penambahan luas lahan agar produksi minyak sawit dapat terus meningkat dalam memenuhi permintaan pasar,” kata Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono. Ia menjelaskan komoditas sawit merupakan penyumbang

Dirjen Perkebunan: Jangan Kambing Hitamkan Petani Perkebunan

Harus diakui bahwa saat ini perkebunan sebagai penyumbang devisa negara bahkan telah mengalahkan devisa minyak dan gas (migas). Tapi sangat disayangkan ketika ada permasalahan di lahan, petani perkebunan selalu disalahkan. Melihat hal ini maka perlu ada harmonisasi kebijakan antar Kementerian. Sebab disatu sisi lingkungan terjaga tetapi di sisi lain juga kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. “Saat

Bio Plastik Sawit Siap Merebut Pasar

Tingginya penggunaan plastik untuk berbagai produk kemasan, maka ini mejadi peluang bagi plastik yang lebih ramah lingkungan atau bio plastik sawit yang berasal dari tandan buah kosong (tangkos). “Saya yakin bahwa bio plastik sawit ini bisa merebut pasar. Sebab saat ini pemerintah Indonesia maupun negara lainnya sedang gencar mengkampanyekan produk-produk yang ramah lingkungan, maka bio

AGRI Mendorong Produktivitas Tebu Nasional

Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) terus mendorong peningkatan produktivitas tebu dalam negeri. Karena kebutuhan gula terus meningkat dari tahun ke tahun, baik kebutuhan untuk konsumsi langsung maupun industri makanan minuman dan farmasi. Di sisi lain produksi tebu nasional masih jauh dari target. Sebagai produsen gula rafinasi, AGRI terus memenuhi kebutuhan gula untuk industri dengan rata-rata

Kelapa Sawit Agribisnis Pro-Lingkungan

Kelapa sawit memberikan manfaat ganda yaitu menghasilkan biofuel dan menyerap CO2 dalam jumlah besar. Masalah kenaikan temperatur atmosfir bumi yang lebih dikenal sebagai pemanasan global (global warning system) menjadi perhatian dan keprihatinan masyarakat dunia. Pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim global (global climate change) seperti anomali iklim, banjir dan kekeringan, dan lain-lain serta dampaknya terhadap

CPO Belum Tergeser Hingga 25 Tahun Lagi

“Sekarang ini tidak ada alternatif minyak nabati lainnya yang dapat menggantikan volume minyak sawit yang digunakan sebagai lemak solid pada makanan. Butuh waktu sekitar 20-25 tahun untuk menyamai volume minyak sawit yang sibutuhkan sekarang, dan tidak serta merta memecahkan masalah-masalah kesehatan,” tutur Gerrit van Duijn, ketua Jaringan Minyak Nabati Benelux. Para pembicara yang tampil, pada

11 Varietas Baru Tanaman Perkebunan Dilepas

Tim Penilai dan Pelepasan Varietas (TP2V) Tanaman Perkebunan menyetujui melepas 11 varietas baru sebagai benih bina. Hanya dua varietas yang ditunda pelepasannya yakni klon kakao 50 Kota dan benih sawit dari Felda, Malaysia. Ke-11 varietas baru itu antara lain dua benih Kenaf yang diajukan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), dua tebu dari Pusat

Indonesia dan Malaysia Harus Buat Standar Kelapa Sawit Sendiri

Pembentukan CPOC (Council of Palm Oil Producing Countries) harus segera diikuti dengan pembuatan standar sustainable kelapa sawit versi ke dua negara. “Kita sebagai praktisi kelapa sawit harus membuat standar berdasarkan pengalaman lama Indonesia dan Malaysia. Jangan sampai standar itu diserahkan pada LSM,” kata Idris A Ghani, Guru Besar University Kebangsaan Malaysia. LSM yang sebagian besar

Soil Scientist: Gambut Layak Ditanami Kelapa Sawit

Terlepas dari himbauan dan desakan dari kalangan NGO yang tidak setuju untuk penggunaan lahan gambut untuk kelapa sawit, tapi menurut kacatamata peneliti tanah bahwa lahan gambut layak ditanami kelapa sawit. Mengapa? Soil Scientist (peneliti tanah) Arif Sugandi mengungkapkan secara teknis, lahan gambut bisa dibudidayakan untuk kelapa sawit tetapi memang memerlukan input agronomi khusus dan tingkat

Kementan Menghalalkan Penggunaan Sawit di Gambut

Saat ini negara luar melalui para NGO gencar melakukan kampanye untuk melarang budidaya kelapa sawit di lahan gambut, padahal Kementerian Pertanian membolehkan penggunaan lahan gambut untuk budidaya kelapa sawit. Artinya dalam melihat permasalahan ini harus secara objektif, sebab pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) menghalalkan penggunaan gambut untuk tanaman kelapa sawit. “ini karena bukan

APTRI Harus Menjadi Garda Petani Tebu

Belakangan ini banyak orgnisasi petani hanya sebagai kedok atau topeng untuk mencari keuntungan bagi beberapa pihak atau kelompok saja. Melihat hal ini Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) harus bisa merubah image tersebut bahwa tidak semua organisasi petani berperilaku seperti hal tersebut. “Hal ini karena APTRI berasal dari petani tebu dan harus bisa membawa aspirasi

Dirjen Perkebunan: Kita Harus Sepakat Kelapa Sawit adalah Kekuatan Kita

Terkait dengan komoditas kelapa sawit Direktur Jenderal Perkebunan, Bambang, menilai bahwa yang perlu kita lakukan adalah menanamkan kesepahaman bahwa perkebunan kelapa sawit adalah berkah buat Indonesia. Ini adalah keunggulan komperatif yang memberikan kita posisi tawar terhadap negara lain. Ke depan yang perlu dilakukan, menurut Dirjen Perkebunan adalah memperkuat daya saing kelapa sawit Indonesia dan merubah