KOPI

INSTIPER Launching Pusat Sains Kopi Indonesia

Yogyakarta – Beberapa waktu yang lalu telah terjadi perubahan pasar kopi nasional, permintaan kopi untuk ekspor menurun namun permintaan kopi dalam negeri justru meningkat. Hal ini juga dipengaruhi oleh perubahan selera konsumen kopi dalam negeri sehingga menimbulkan gelombang pasang permintaan kopi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr.Ir. Purwadi, MS, Rektor INSTIPER saat me-launching Pusat

INSTIPER Lahirkan Intitut Sains Kopi Indonesia (ISKI) dan Palm Oil Center

Yogyakarta – Mau tidak mau harus diakui bahwa Indonesia dikenal sebagai penghasil perkebunan, salah satunya yaitu kopi dan kelapa sawit. Melihat hal ini maka INSTIPER Yogyakarta sebagai Perguruan Tinggi yang focus pada pendidikan perkebunan dan hutan tanaman industri mencoba untuk menguatkan dan mengembangkannya dengan nama Intitut Sains Kopi Indonesia (ISKI) dan Palm Oil Center (POC).

Koffee Konco: Saatnya Menggangkat Brand Lokal

Jakarta – Indonesia memang dikenal dengan penghasil kopi terbaik, maka akan sangat disayangkan jika yang berkembang adalah brand impor. Atas dasar itulah Koffe Konco hadir untuk mengembangkan brand lokal. Hal tersebut diungkapkan oleh Danang Giriwardana, pemilik Koffee Konco kepada perkebunannews.com, di Jakarta. Lebih dari itu, menurut Danang kopi Indonesia sudah sangat dikenal dunia akan citarasanya

Digitalisaai Mendorong Pemasaran Kopi

Serpong – Harus diakui bahwa saat ini era digitalisasi semakin berkembang pesat dengan segala bentuk dan kemudahannya, trend ini merebak hampir di seluruh penjuru dunia. Melihat hal ini maka komoditas kopi harus bisa berbenah diri melalui digitalisasi guna mendorong pemarsaran kopi. “Jadi digitalisasi pemasaran merupakan peluang bagi petani untuk membuka komunikasi dan pasar secara langsung

DOSEN INSTIPER BELAJAR INDUSTRI PENGOLAHAN PERKEBUNAN

Rektor INSTIPER, Dr. Purwadi, mengajak semua dosen untuk peka terhadap semua perubahan yang ada. Kemenristekdikti telah memberikan kebijakan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 melalui penyesuaian kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, dan peningkatan fasilitas laboratorium. Tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berasal dari input mahasiswa yang merupakan generasi milenial, namun juga adanya revolusi industri generasi

INDIKASI GEOGRAFIS PACU PASAR KOPI KERINCI

Kabupaten Kerinci, terutama di Kecamatan Kayu Aro, Kayu Aro Barat , dan Gunung Tujuh terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 1500 m. Demikian juga Kotamadya Sungai Penuh punya lereng-lereng pegunungan yang belum dimanfaatkan optimal. Dengan kondisi geografis yang demikian maka penduduk banyak yang menanam kopi arabika. Menurut Efzawardi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci

Khusus Benih Kopi, Ditjenbun Mengguyur Rp 4 Miliar ke Toraja

Toraja Utara – Benih menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas, dengan meningkatnya produktivitas maka pendapatan petani pun akan ikut terdongkrak. “Untuk itu kita memberikan bantuan benih kopi arabica sebanyak 700 batang untuk 700 hektar ke Toraja,” kata Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian kepada perkebunannews. Dari 700 batang tersebut, lanjut Kasdi 400 batang

DEKOPI MINTA PUSLITKOKA KEMBANGKAN TEKNOLOGI PENGEMBANGAN KOPI DI KAWASAN HUTAN

Kopi Indonesia masih punya banyak masalah, dan masalah terbesar di hulu. Dari segi luas tanam cukup besar yaitu 1,2 juta ha tetapi produktivitasnya rendah. Anton Apriyantono, Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia menyatakan hal ini. Penyebab produktivitas rendah adalah bibit unggul yang belum tersedia merata, pemeliharaan tanaman kurang intensif, kurangnya bimbingan pada petani juga sarana dan

Kopi Jombang Siap “Unjuk Gigi”

Jombang – Saat ini trend kopi dan ngopi telah melekat menjadi gaya hidup dan peluang usaha masyarakat khususnya generasi anak muda jaman now, diantaranya provinsi Jawa Timur khususnya di Kabupaten Jombang. Dalam rangka mempromosikan keunggulan kopi asal Wonosalam tersebut, maka akan diselenggarakan kegiatan dialog bersama masyarakat Wonosalam. “Melalui pertemuan ini, kita berharap kopi wonosalam bisa

Kopi Mulai Menyasar Anak Muda

Membengkaknya pasar kopi lebih dikarenakan mulai menyasar anak muda. Atas dasar itulah Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) melakukan kolaborasi dengan anak muda. “Kolaborasi sinergis untuk menarik minat anak muda terjun ke dunia pertanian khususnya perkebunan mutlak diperlukan,” kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjenbun Dedi Junaedi. Lebih lanjut menurut Dedi, bahwa anak-anak

PTPN Holding Usung Brand Baru “Walini”

KARANGANYAR, Perkebunannews.com – Holding Perkebunan Nusantara meluncurkan corporate identity dan product brand baru “Walini” untuk empat komoditas produk PTPN yakni gula, minyak goreng, teh dan kopi. Keempat produk tersebut diperuntukan menembus pasar ritel pada tahun ini. “Setelah peluncuran ini, secara resmi seluruh produk PTPN akan menggunakan brand Walini. Dengan logo dan brand baru ini kami

DITJENBUN ALOKASIKAN PERLUASAN KOPI ARABIKA 500 HA DI KERINCI

Tahun 2019 Ditjenbun mengalokasikan perluasan tanaman kopi arabika seluas 500 ha di Kabupaten Kerinci dan 200 ha di Kotamadya Sungai Penuh. Kopi arabika dikembangkan di lereng-lereng gunung yang selama ini tidak pernah ditanami kopi dan digabungkan dengan kayu manis sebagai tanaman penaung. Dirjen Perkebunan, Bambang, menyatakan hal ini ketika melakukan kunjungan kerja di Kerinci. Pengembangan