T-POMI
2022, 8 Desember
Share berita:

Jakarta, Mediperkebunan.id

Kalium (Potassium) merupakan unsur hara makro yang sangat penting untuk tanaman. Fungsi utamanya adalah untuk meningkatkan resistensi tanaman terhadap kekeringan, racun dan hama serta meningkatkan kualitas buah.Maxim Bratchikov, Head of Marketing Product Uralkali, produsen KCl dari Rusia menyatakan hal ini pada webinar Optimalisasi Kalium Dalam Upaya Mendapatkan TBS Kelapa Sawit yang Mumpuni, yang diselenggarakan Media Perkebunan bekerjasama dengan PT Lautan Luas, Tbk.

Tanaman memerlukan Potassium untuk resisten terhadap penyakit, fotosintesis, aktivasi enzim, kualitas tanaman, keseimbangan air dan sintesis protein dan hidrokarbon. Manfaat Potassiu untuk tanaman adalah memelihara keseimbangan air dengan proses asimilasi air dari akar dan proses membuka menutup stomata; mengangkut kandungan air, karbohidrat dan nutirisi pada tanaman; meningkatkan sistim perkembangan akar dan proses asimilasi. Tanaman yang cukup Pottasium artinya tanaman itu sehat sebab akan menurangi faktor yang berdampak negatif pada tanaman seperti hama, penyakit, kekeringan dan banjir.

Pada kelapa sawit K dan N merupakan unsur hara yang sangat penting untuk pertumbuhan berkelanjutan. Masalahnya pada perkebunan rakyat aplikasi K ini sangat rendah bila dibandingkan dengan N dan P.

Rekomendasi pemupukan kelapa sawit dengan produksi TBS 18-24 ton/ha adalah 1,8-2,5 kg/pokok sedang bila produksi diatas 24 ton/ha adalah 2,5-3 kg/pokok/batang. Aplikasi K harus dosis cukup dalam proporsi yang seimbang; aplikasi terpisah setidaknya 2 kali setahun); tidak diaplikasikan dalam periode curah hujan yang tinggi untuk menghindari pencucian dan limpasan hara. Gejala defisiensi K adalah bercak kuning konfluen, menguning menyebar, bintik-bintik oranye.

Uralkali sendiri merupakan pemilk pertambangan di Verkhnekamskoye (Rusia) yang merupakan penambangan terbesar kedua di dunia untuk batuan potash. Punya 5 tambah potash, 6 pabrik pengolahan dengan kapasitas produksi 12 juta ton KCl.

Baca Juga:  PEKEBUN HARUS DIBANTU

KCl sendiri diproduksi di 14 negara dan Rusia menyumbang 20% dari total produksi dunia. Produsen terbesar adalah Kanada. Urakali sendiri merupakan produsen utama dan terbesar. Produk yang dihasilkan untuk pupuk Pink Granular MOP, Pink Standard MOP dan White Standard MOP. Produk Urakali memenuhi standar terbaik internasional. Kendali mutu tersusun dalam setiap tahap alur distribusi yaitu tata letak produksi, gudang, pelabuhan tempat pembongkaran, pelabuhan tempat pengiriman. KCl merupakan adalah pemilik kandungan K2O terbesar mencapai 60-62%, paling banyak digunakan sebagai pupuk kalium, produksi dunia mencapai 70 juta ton tahun 2021.

Eko Noviandi Ginting, Peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit menyatakan prinsip manajemen Kalium pada perkebunan kelapa sawit adalah memelihara pH tanah dengan pengapuran. Pengapuran untuk meningkatkan pH tanah masam dapat mengurangi kehilangan Kalium akibat tercuci karena complymentari ion effect.

Apabila K tersedia ditanah cukup banyak maka tanaman cenderung menyerap K lebih banyak melebihi kebutuhannya (luxury consumption), tanaman tetap akan menyerap K meskipun kebutuhan sudah terpenuhi. Kelebihan K tidak akan memberi dampak positif pada tanaman. Untuk itu perlu dilakukan analisa tanah untuk mengetahui apakah K tersedia dalam tanah tinggi. Jika ya maka tidak perlu dilakukan pemupukan K besar-besaran.

Aplikasi pupuk K lebih sering maka risiko luxury consumption, pencucian dan fiksasi menjadi lebih kecil. Aplikasi tankos pada perkebunan kelapa sawit dapat memperbaiki kapasitas tukar tanah dan meminimalisir kehilangan Kalium akibat tercuci. Tankos merupakan sumber Kalium , 1 ton setara dengan 6,1 kg urea, TSP 1,7 kg, MOP 19,3 kg dan kieserit 3 kg.