29 June, 2016

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatat hingga Juni 2016 jumlah tandan buah segar (TBS) yang diproses di pabrik kelapa sawit mencapai 487.628 ton dan menghasilkan minyak sawit mentah (CPO) sebesar 115.632 ton.

Direktur Utama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), Rimbun Situmorang mengatakan, akibat adanya El Nino yang terjadi tahun lalu, mengakibatkan produksi CPO perseroan mengalami penurunan. “Tahun lalu El Nino telah menyebabkan produksi kelapa sawit perseroan turun hingga 21 persen per Juni 206 dibandingkan periode yang sama tahun 2015,” kata Rimbun usai acara buka puasa bersama media di Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Rimbun menjelaskan, hingga akhir tahun ini produksi CPO perusahaan akan terkorekii antara 15 persen-20 persen. “Diperkirakan produksi sawit SSMS baru akan rebound pada tahun 2017 atau 2018 mendatang,” jelas Rimbun.

Selain itu, Rimbun menambahkan, saat ini perseroan memiliki total lahan seluas 100.000 hektar (ha), dengan luas areal tertanam mencapai 69.000 ha atau melonjak 105 persen dibandingkan tahun 2014. Sementara itu, rata-rata usia tanaman sawit perusahaan mencapai 7 tahun. “Sebagian besar tanaman sawit yang kami miliki akan memasuk tahun puncak produksi dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun mendatang,” ucap Rimbun.

Kemudian, menurut Rimbun, harga CPO sempat membaik dalam beberapa bulan terakhir, namun penurunan harga komoditas tersebut masih akan berdampak pada kinerja perseroan tahun 2016 ini. “Apalagi El Nino yang terjadi sejak tahun 2015 lalu masih saja berlangsung dan diperkirakan masih akan berdampak hingga akhir tahun 2017,” tandas Rimbun.

Untuk itu, Rimbun berupaya agar perseroan akan mengoptimalkan utilisasi dari semua koor bisnis yang dimiliki. Tujuannya untuk tetap menjaga efisiensi usaha. “Ini merupakan salah satu langkah yang bisa perusahaan lakukan agar dapat mempertahankan biaya produksi (cost) dalam batas kewajaran,” tutur Rimbun.

Namun begitu, pihaknya tetap optimis kinerja SSMS ke depan ini bakal jauh lebih baik dan akan memperkokoh fundamental bisnis perseroan. “Perseroan masih bisa membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp168,27 miliar atau 30 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2015. Tahun lalu perseroan meraup laba bersih senilai Rp 560,91 miliar,” pungkas Rimbun. YIN

(Visited 115 times, 1 visits today)