2nd T-POMI
2024, 25 April
Share berita:

Jakarta, mediaperkebunan.id – Jalin kemitraan dengan Bank BJB, PT Eratani Teknologi Nusantara merupakan teknologi pertanian yang memberikan pendampingan dari hulu ke hilir. Kini keduanya resmi melakukan kolaborasi dalam memberikan akses pembiayaan kepada petani yang tergabung dalam ekosistem Eratani melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Makro dan Super Makro.

Ini merupakan sebuah upaya Eratani dan Bank BJB untuk memberikan dukugan kepada para petani agar terjinhar dari pilihan pembiayaan yang membebani. Kerja sama antara Eratani dan Bank BJB ini ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) oleh CEO Eratani dan Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang Daan Mogot.

Melalui pemberian bantuan ini, diharapkan produktivitas serta kesejahteraan para petani jangka panjang terus meningkat. Kerjasama pemberian bantuan ini berangkat dari tantangan-tantangan yang dihadapi sektor pertanian, yang salah satunya adalah keterbatasan akses modal bagi petani. Data Surveillance Perbankan Indonesia Triwulan III 2023 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2023, menyatakan bahwa penyaluran kredit ke sektor pertanian hanya mencakup 7,03 persen terhadap total kredit.

Kemudian, petani juga diketahui kerap mengalami beberapa kendala dalam menghadapi permodalan, misalnya akses fasilitator modal yang terbatas, proses administrasi yang rumit sehingga sulit dipahami petani, kurangnya aset agunan, dan pendapatan yang cenderung tidak stabil.

“Kami sangat antusias dengan kemitraan ini. Melalui kerja sama dengan Bank BJB, kami dapat membantu memastikan bahwa para petani mendapatkan dukungan finansial yang mereka butuhkan untuk tidak hanya keberlangsungan, tetapi juga mengakselerasi perkembangan praktik pertanian mereka,” ujar CEO Eratani, Andrew Soeherman.

“Bank BJB memiliki komitmen untuk mendukung sektor pertanian karena kami memandang pertanian sebagai sektor pendorong pertumbuhan ekonomi. Semoga dengan kerja sama ini, petani Eratani dapat lebih leluasa untuk mengembangkan usaha taninya dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” tambah Billy Rahadian, Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang Daan Mogot.

Baca Juga:  Mengulik Riset Kelapa Sawit Indonesia

Kemitraan ini dapat membantu Petani Binaan eratani memperoleh akses pembiayaan dengan syarat yang lebih mudah dan proses yang lebih cepat dari fasilitas KUR. KUR Mikro dengan plafon kredit Rp100.000.000 atau fasilitas KUR Super Mikro (SUMI) dengan plafon kredit maksimal Rp10.000.000, disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan luas lahan yang dikelola.

Saat ini, besaran modal yang dibutuhkan Petani Binaan Eratani untuk budidaya padi berkisar antara Rp10.000.000 hingga Rp12.000.000 per hektar. Kemitraan dalam hal pembiayaan ini merupakan langkah nyata Eratani dan Bank BJB dalam memajukan ekonomi pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan pemberdayaan petani.