Wujudkan Link and Match Industri, INSTIPER Yogyakarta Lepas 671 Mahasiswa Magang ke 18 Provinsi

Wujudkan Link and Match Industri, INSTIPER Yogyakarta Lepas 671 Mahasiswa Magang ke 18 Provinsi

Yogyakarta, mediaperkebunan.id - Memperkuat keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara dunia pendidikan tinggi dan industri nasional, Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta secara resmi melepas 671 mahasiswa untuk mengikuti program magang industri tahun 2026. Acara pelepasan berlangsung di Lapangan GRHA INSTIPER Yogyakarta pada Kamis (30/7/2026).

Program magang ini dirancang sebagai bentuk manifestasi kurikulum berdampak untuk mencetak lulusan yang siap kerja, adaptif, serta relevan dengan dinamika kebutuhan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan modern.

Dua Skema Utama Magang INSTIPER 2026

Ketua Panitia Magang INSTIPER 2026, Dr. Maria Ulfah, STP., MP., menjelaskan bahwa pelaksanaan magang tahun ini terbagi ke dalam dua skema keberangkatan utama:

  1. Magang Berseleksi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka): Diikuti oleh 231 mahasiswa (34,4%) yang berhasil lolos setelah melalui proses seleksi kompetitif pada Februari–Maret 2026.
  2. Magang Reguler: Diikuti oleh 440 mahasiswa (65,6%) melalui jalur mandiri serta fasilitasi kampus yang diluncurkan pada April–Mei 2026.

Dominasi Sektor Kelapa Sawit & Predikat "The Best Palm Oil University"

Dalam laporannya, Dr. Maria Ulfah mengungkapkan bahwa sebanyak 79 perusahaan mitra strategis terlibat dalam penyerapan mahasiswa magang INSTIPER tahun ini. Sektor industri kelapa sawit masih menjadi magnet utama bagi para mahasiswa.

"Sebanyak 85,25% (572 mahasiswa) memilih fokus di 52 perusahaan kelapa sawit terkemuka seperti Sinarmas, Karyamas, dan Astra Agro Lestari. Selebihnya terbagi di 14 perusahaan perkebunan non-sawit (tebu, karet, teh, kopi, kakao, hortikultura, pangan) serta 13 perusahaan sektor kehutanan."

"Dari sebaran lokasi magang mahasiswa tersebut menunjukkan INSTIPER layak disebut sebagai The Best Palm Oil University," tegas Dr. Maria Ulfah.

Sebaran Wilayah & Pengabdian Masyarakat di 18 Provinsi

Para mahasiswa magang disebar ke 18 provinsi di seluruh Indonesia. Tiga wilayah penempatan terbanyak berada di:

  • Kalimantan Tengah: 165 mahasiswa
  • Sumatera Utara: 117 mahasiswa
  • Kalimantan Barat: 105 mahasiswa

Selain menjalankan aktivitas teknis profesional di perusahaan selama 4 hingga 6 bulan, mahasiswa juga diwajibkan melaksanakan program pengabdian masyarakat. Hal ini dimaksudkan sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh di bangku kuliah agar berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.

Prosesi pelepasan ditandai secara simbolis dengan penyematan atribut magang berupa seragam dan ID card oleh Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., bersama Ketua Panitia Magang serta Dekan Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fakultas Kehutanan.

Keberangkatan gelombang utama dijadwalkan pada 4 Agustus 2026. Namun, sejumlah perusahaan telah memberangkatkan mahasiswa lebih awal, seperti Wilmar Group dan PT Muria Sumba Manis (1 Juli 2026), serta PT Astra Agro Lestari dan PT Sinarmas Tbk (1 Agustus 2026). Mahasiswa penerima beasiswa dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Asian Agri juga telah berangkat sesuai regulasi perusahaan.

Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., berpesan agar mahasiswa bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan ini.

"Magang di INSTIPER bukan hanya tentang belajar di perusahaan. Mahasiswa harus bersungguh-sungguh memanfaatkan kegiatan magang ini untuk belajar bekerja di perusahaan sehingga pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki dapat meningkat. Hal ini menjadi nilai lebih bagi lulusan INSTIPER yang adaptif dan siap kerja. Tunjukkan kinerja terbaik dan selalu jaga nama baik INSTIPER di manapun kalian berada," pukas Rektor.

Melalui kemitraan erat dengan 79 mitra industri, INSTIPER terus memperkuat sinergi mencetak lulusan unggul yang siap berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian dan perkebunan Indonesia.