TPOMI 2026: Tekan Downtime Pabrik Kelapa Sawit, Pertamina Lubricants Tekankan Pentingnya Manajemen Pelumasan

TPOMI 2026: Tekan Downtime Pabrik Kelapa Sawit, Pertamina Lubricants Tekankan Pentingnya Manajemen Pelumasan

Medan, mediaperkebunan.id - Sistem pelumasan memegang peranan krusial dalam menjaga keandalan dan efisiensi operasional pabrik kelapa sawit (PKS). Seiring dengan melonjaknya produksi dan konsumsi minyak sawit, PKS dituntut beroperasi secara optimal di tengah tantangan lingkungan kerja yang tergolong ekstrem.

Hal tersebut disampaikan oleh Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, Azis Indra, saat menjadi pembicara dalam konferensi Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/7/2026).

Azis menjelaskan bahwa mesin-mesin di PKS harus bekerja dalam lingkungan yang dipenuhi kontaminan seperti debu, serat, cangkang, pasir, hingga air proses sterilisasi. Beban operasional makin berat lantaran peralatan juga terpapar suhu tinggi di area sterilizer, press room, dan kernel station, serta wajib beroperasi nonstop 24 jam saat musim panen raya.

"Dalam kondisi ekstrem ini, kerusakan pada peralatan utama dapat memicu downtime yang berdampak besar terhadap produktivitas dan memicu kerugian finansial perusahaan," ujar Azis di hadapan para peserta konferensi.

60-80 Persen Kerusakan Mesin Akibat Masalah Pelumas

Masalah pelumasan tercatat sebagai salah satu pemicu utama kegagalan mesin di sektor industri. Data menunjukkan, sekitar 60 hingga 80 persen downtime peralatan disebabkan oleh kendala pelumas.

Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap hilangnya waktu operasional sebesar 5-10 persen, penurunan efisiensi mesin hingga 10-15 persen, serta lonjakan biaya pemeliharaan (maintenance) mencapai 20-30 persen.

Oleh karena itu, Azis menegaskan pentingnya pemilihan jenis pelumas yang tepat sesuai karakteristik operasional tiap mesin:

  • Gearbox pada Screw Press: Membutuhkan gear oil yang mampu menahan beban kejut (shock load) tinggi serta tahan kontaminasi air dan buah.
  • Turbin Uap Pembangkit Listrik: Memerlukan turbine oil dengan ketahanan tinggi terhadap kondensasi air dan oksidasi akibat suhu ekstrem.
  • Thresher, Digester, & Sistem Hidrolik: Membutuhkan pelumas yang mampu melindungi komponen dari debu, sludge, partikel padat, serta mencegah degradasi seal.

Dukungan Layanan Teknis dan Fasilitas Riset

Sebagai produsen pelumas nasional dengan kapasitas produksi mencapai 493 juta liter per tahun, PT Pertamina Lubricants menyediakan ragam produk pelumas industri, mulai dari oli mesin diesel, sistem hidrolik, gearbox, turbin, kompresor, hingga grease untuk berbagai aplikasi PKS.

Tidak sekadar menghadirkan produk, Pertamina Lubricants juga memperkuat dukungannya melalui pendekatan manajemen pelumasan menyeluruh (Lube Oil Management). Layanan teknis yang disediakan mencakup:

  • Oil Condition Monitoring (OCM): Pemantauan kondisi pelumas secara berkala untuk mendeteksi potensi kerusakan lebih dini.
  • Penyusunan Lube Chart & Technical Visit: Konsultasi langsung di lapangan dan penyesuaian kebutuhan pelumas tiap alat.
  • Lubricants Technology Center: Dukungan fasilitas riset dan pengembangan (R&D) pelumas terbesar di Asia Tenggara.
  • Pengelolaan Limbah Pelumas: Membantu perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sesuai standar industri global.

"Optimalisasi sistem pelumasan bukan sekadar memilih produk oli yang tepat, tetapi menerapkan manajemen pelumasan menyeluruh mulai dari pemantauan kondisi oli, pemeliharaan preventif, hingga pengelolaan limbah," pungkas Azis.

Melalui strategi pelumasan terpadu ini, pengelola pabrik kelapa sawit diharapkan dapat menekan downtime, memperpanjang umur pakai mesin, serta mencapai efisiensi biaya operasional secara berkelanjutan.