Bandung, mediaperkebunan.id – Dalam industri kelapa sawit, Oil Extraction Rate (OER) adalah salah satu indikator kinerja yang paling menentukan. OER tidak hanya mencerminkan efisiensi proses ekstraksi minyak dari tandan buah segar, tetapi juga menjadi ukuran strategis dalam pencapaian produktivitas dan daya saing perusahaan.
Oleh karena itu, Media Perkebunan memberikan penghargaan khusus bagi perusahaan-perusahaan yang menunjukkan konsistensi dan performa terbaik melalui Medbun Awards 2025 dengan kategori Pabrik Kelapa Sawit Penghasil Oil Extraction Rate (OER) Tertinggi.

Peringkat pertama untuk kategori Pabrik Kelapa Sawit Penghasil Oil Extraction Rate Tertinggi diberikan kepada salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di Indonesia, dengan capaian luar biasa selama tiga tahun berturut-turut. Pada tahun 2023, perusahaan ini mencatatkan OER sebesar 25,52%, diikuti oleh 25,47% pada tahun 2024, dan 24,80% pada semester pertama tahun 2025.
“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Semoga ini bisa meningkatkan motivasi seluruh pelaku industri sawit untuk terus berbenah dan meningkatkan OER di perusahaan masing-masing,” ujar perwakilan dari perusahaan tersebut saat menerima penghargaan.

Peringkat kedua kategori Pabrik Kelapa Sawit Penghasil Oil Extraction Rate Tertinggi diraih oleh PT Triputra Agro Persada Tbk yang menunjukkan konsistensi kinerja dengan OER sebesar 23,3% (2023), 23,1% (2024), dan meningkat menjadi 23,64% pada tahun 2025. Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan kualitas proses produksi.
Benny Lingga, perwakilan Triputra Agro Persada Tbk menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi penyemangat tersendiri bagi tim di seluruh unit kerja. “Kami sangat mengapresiasi penghargaan ini. Ini bukan hanya pencapaian angka, tetapi juga hasil dari semangat kolaborasi di internal kami. Kami berharap penghargaan ini bisa memotivasi kami untuk terus memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Tak hanya itu ia menekankan pentingnya kolaborasi antar perusahaan sawit demi kemajuan bersama. “Kami percaya bahwa perusahaan sawit bukanlah kompetitor, melainkan mitra. Produk yang dihasilkan pun bukan barang konsumsi langsung, melainkan produk setengah jadi. Maka, sudah selayaknya informasi dan praktik terbaik bisa saling dibagikan agar seluruh perusahaan sawit di Indonesia terus membaik. Kami yakin, dengan semangat kolaborasi, industri sawit Indonesia akan semakin tumbuh dan kuat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar Media Perkebunan terus menjadi jembatan informasi dan data yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh pelaku industri di Indonesia. “Semoga industri sawit kita semakin maju dan memberi kontribusi besar bagi kemakmuran Indonesia,” tambahnya.

PT Bumitama Gunajaya Agro Tbk meraih posisi ketiga sebagai Pabrik Kelapa Sawit Penghasil Oil Extraction Rate Tertinggi dengan capaian OER sebesar 22,7% pada tahun 2023, serta 22% untuk tahun 2024 dan 2025. Capaian tersebut menjadi bukti kinerja solid perusahaan dalam menjaga kualitas dan efisiensi produksi.
Budi Darmawansyach selaku Deputy Head of Mill Operation, menekankan pentingnya sinergi antara kebun dan pabrik dalam mencapai OER optimal. “Kami percaya bahwa pencapaian OER adalah buah dari kerja sama erat antara tim kebun dan tim pabrik. Kami selalu berupaya menjaga standar operasional terbaik, dan penghargaan ini menjadi pengakuan atas usaha itu,” ujarnya.
Ia berharap penghargaan ini bisa menginspirasi lebih banyak perusahaan sawit untuk terus memperkuat kolaborasi internal, memperbaiki proses, dan menjaga komitmen terhadap efisiensi.
Pencapaian OER bukan semata soal angka. Ini merupakan hasil dari strategi yang terukur, inovasi teknologi, kepemimpinan yang kuat, dan budaya kerja yang kolaboratif. Melalui penghargaan ini, Media Perkebunan berharap industri kelapa sawit Indonesia terus termotivasi untuk berinovasi, meningkatkan efisiensi, dan menjaga keberlanjutan.