P3PI Hadir dalam World Coconut Day 2026: Saatnya Perkuat Kemitraan Petani dan Industri Kelapa

P3PI Hadir dalam World Coconut Day 2026: Saatnya Perkuat Kemitraan Petani dan Industri Kelapa

Manado, mediaperkebunan.id - World Coconut Day (WCD) 2026 yang diselenggarakan oleh International Coconut Community (ICC) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Manado pada tanggal 8-10 Oktober 2026 menjadi forum strategis bagi pengembangan industri kelapa nasional dan internasional. Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari sekitar 20 negara di Asia dan Eropa, serta melibatkan belasan perusahaan dalam dan luar negeri yang bergerak di bidang pengolahan dan hilirisasi kelapa melalui kegiatan pameran (expo).

Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri kelapa, mulai dari pemerintah, petani, pelaku industri pengolahan, pedagang, peneliti, hingga organisasi profesi. Rangkaian acara mencakup konferensi internasional, pameran, pertemuan bisnis antarpelaku usaha (business-to-business/B2B), kunjungan lapangan, serta kegiatan peningkatan kapasitas untuk mendorong kolaborasi dan inovasi dalam pengembangan industri kelapa.

Direktur Eksekutif International Coconut Community (ICC), Dr. Jelfina C. Alouw, dalam sambutannya menyampaikan bahwa World Coconut Day bukan sekadar perayaan komoditas kelapa, melainkan momentum untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama internasional dalam mengembangkan industri kelapa secara berkelanjutan.

“Selama lebih dari lima dekade, ICC telah berperan sebagai organisasi antarpemerintah negara-negara penghasil kelapa untuk mempromosikan, mengoordinasikan, dan menyelaraskan pembangunan industri kelapa yang berkelanjutan di seluruh dunia,” ungkap Jelfina.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas dukungan dalam penyelenggaraan WCD 2026 di Manado. Menurutnya, penetapan Manado sebagai tuan rumah yang telah disetujui dalam sidang ICC dan pertemuan tingkat menteri di Bangkok, Thailand, pada 2025, menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung pengembangan industri kelapa.

Jelfina menegaskan bahwa kelapa merupakan Tree of Life atau pohon kehidupan karena memiliki peran penting bagi kesehatan, kehidupan sosial, budaya, serta sistem pangan masyarakat. Kelapa menyediakan sumber nutrisi, mendukung ketahanan pangan, dan berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedua, yaitu mengakhiri kelaparan.

Selain itu, kelapa memiliki peluang untuk berkontribusi dalam aksi iklim melalui pengembangan energi terbarukan dan pemanfaatan produk berbasis tempurung. Dari sisi ekonomi, nilai ekspor kelapa global telah mencapai US$27 miliar. Namun, menurut Jelfina, potensi tersebut diperkirakan dapat meningkat hingga US$41 miliar melalui pengembangan nilai tambah dan riset.

“Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, kita harus bertindak bersama. Kita perlu mengatasi persoalan tanaman yang sudah tua, memberdayakan petani kecil, dan bergerak secara tegas melampaui ekspor bahan mentah,” jelas Jelfina.

Ia menekankan bahwa pengembangan industri kelapa perlu didukung peremajaan perkebunan, pemanfaatan teknologi, peningkatan kesejahteraan petani, dan penguatan kerja sama internasional. Dengan demikian, potensi kelapa tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Memperkuat Peran P3PI dalam Pengembangan Industri Kelapa

Dalam kegiatan World Coconut Day (WCD) 2026, Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) berkesempatan mempresentasikan usulan model kemitraan petani kelapa sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat dan memperkuat hubungan antara petani dengan industri pengolahan. Usulan tersebut disampaikan oleh dua anggota P3PI, yaitu Dr. Ir. Yohannes Samosir, PDipAgr, yang memperkenalkan model Interconnected Plantation Hub, serta Dr. Donald Siahaan yang menekankan pentingnya transparansi harga, penguatan posisi tawar petani, dan diversifikasi produk. Kedua pendekatan tersebut menawarkan perspektif yang saling melengkapi dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan, menjamin penyerapan hasil panen, serta meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani kelapa.

Keikutsertaan P3PI dalam World Coconut Day 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring, bertukar pengetahuan, serta menyampaikan gagasan yang dapat mendukung kemajuan industri kelapa Indonesia. Melalui interaksi dengan pemangku kepentingan nasional dan internasional, P3PI memperoleh wawasan mengenai berbagai tantangan industri, termasuk tanaman kelapa yang menua, rendahnya produktivitas, keterbatasan pendampingan petani, serta kebutuhan pengembangan hilirisasi.

P3PI menyampaikan terima kasih kepada BPDP yang telah memfasilitasi keikutsertaan tiga anggotanya dalam kegiatan tersebut. Dukungan ini dinilai membuka ruang bagi P3PI untuk berpartisipasi dalam forum internasional, menyampaikan pemikiran profesional, serta membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan komoditas kelapa.

Keikutsertaan dan kesempatan mempresentasikan model kemitraan petani kelapa juga menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi P3PI sebagai organisasi rujukan di bidang komoditas dan industri kelapa. Melalui kontribusi pemikiran dan pengalaman para anggotanya, P3PI diharapkan dapat terus berperan dalam mendorong solusi bagi berbagai persoalan industri, khususnya dalam membangun kemitraan yang produktif dan berkelanjutan antara petani dan perusahaan pengolahan.

World Coconut Day 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi kelapa Indonesia. Penguatan kemitraan petani dan industri, dukungan teknologi, peremajaan perkebunan, serta pengembangan produk bernilai tambah menjadi langkah penting agar industri kelapa mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan masyarakat.