Jakarta, mediaperkebunan.id – Untuk mendorong ketersediaan data yang akurat dan relevan guna mendukung pembangunan sektor agribisnis dan perkebunan di Indonesia, Holding PTPN III (Persero) menandatangani sebuah kerjasama dengan pihak Badan Pusat Statistik (BPS).
Proses penandatanganan kedua belah pihak tersebut, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari laman resmi Holding PTPN III, Rabu (28/5/2025) malam, dilakukan di Ballroom Gedung 1, BPS Pusat, Jakarta, belum lama ini.
Sebagai informasi saja, perjanjian kerjasama yang ditandatangani itu bertajuk “Pertukaran, Penyediaan, Pemanfaatan Data dan/atau Informasi Statistik dan Pengembangan Data Statistik Tanaman Perkebunan”.
Dari pihak Holding, yang menandatangani perjanjian kerjasama tersebut adalah Dwi Suntoro selaku Direktur Pemasaran sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Dwi Sutoro dan Plt. Sekretaris Utama, Moh Edy Mahmud.
Sementara itu, yang menandatangani perjanjian kerjasama itu dari pihak BPS adalah Amalia Adininggar Widyasanti dan Sonny Harry Budiutomo Harmadi selaku Kepala dan Wakil Kepala BPS.
“Penandatanganan kerjasama ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara BUMN perkebunan dengan lembaga statistik nasional,” kata Dwi Sutoro.
Dwi Sutoro menegaskan bahwa kerjasama ini merupakan bentuk nyata komitmen kedua institusi dalam menciptakan ekosistem data berbasis kolaborasi.
“Dengan pertukaran dan pemanfaatan data statistik tanaman perkebunan secara digital melalui platform Sedia Data Perusahaan Perkebunan (SEDAPP) Online, kita berharap proses pengumpulan dan analisis data di lingkup PTPN Group akan menjadi lebih efisien dan akurat,” ujarnya.
Kerjasama ini juga sebagai perjanjian kedua yang ditandatangani sejak terbentuknya Holding Perkebunan, dan akan berlaku selama tiga tahun ke depan hingga 20 Mei 2028. Kolaborasi ini mencakup aspek pertukaran data luas areal serta produksi tanaman perkebunan secara rutin dan berkelanjutan, yang sangat penting untuk mendukung perencanaan dan evaluasi kebijakan nasional di sektor pertanian dan perkebunan.
Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan data statistik tanaman perkebunan melalui kerjasama dengan PTPN III (Persero), merupakan langkah strategis.
Khususnya, sambung Amalia Adininggar Widyasanti, dalam memperkuat basis data nasional, terutama di subsektor yang menjadi tulang punggung ekspor dan perekonomian nasional.
“Kami percaya, digitalisasi data melalui SEDAPP Online akan memperkuat keakuratan data nasional, mempercepat diseminasi informasi, dan meningkatkan efisiensi pemantauan subsektor perkebunan,” tuturnya.
Amalia juga menggarisbawahi bahwa pada Triwulan I-2025, subsektor tanaman perkebunan menyumbang sekitar sepertiga dari produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian secara luas, dan sebesar 4,15 persen terhadap PDB nasional. Oleh karena itu, menurut Amalia Adininggar Widyasanti, penyediaan data yang valid dan tepat waktu menjadi krusial dalam mendukung pertumbuhan sektor pertanian dan subsektor perkebunan ini.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan PTPN III (Persero) dan BPS dapat terus mendorong inovasi, peningkatan kualitas data, dan pembangunan berkelanjutan berbasis fakta. Hal ini penting demi kemajuan sektor perkebunan nasional dan kesejahteraan masyarakat luas.