Jakarta, mediaperkebunan.id – Acara Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2025 yang berlangsung sejak 22 hingga 24 Juni 2025 di Jakarta International Convention Center (JCC) terus menjadi ajang penting untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain forum diskusi, HLH 2025 juga mengundang berbagai perusahaan negeri dan swasta untuk berkontribusi dalam berbagai inovasi dan program lingkungan.
Dalam wawancara khusus bersama Direktur Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3, Ir. Achmad Gunawan Widjaksono, MAS., IPU, dijelaskan bahwa tema utama tahun ini difokuskan pada pengurangan dampak plastik, khususnya bio plastic. Ia menyatakan, “Suatu kegiatan yang bisa untuk menaikkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Tahun ini khusus masalah bio plastic untuk mengurangi dampak yang kalau perlu sampai menghilangkan dampak plastik bagi lingkungan. Ini sudah sangat spesifik, maka kita semua untuk tema itu pameran ini mengarah ke saja.”

Selain itu, Achmad Gunawan menegaskan bahwa pameran HLH 2025 juga menjadi wadah untuk memperkenalkan kebijakan pengurangan dan pengelolaan sampah yang proper dan benar. “Ini tantangan untuk kita semua agar mau menjaga lingkungan,” tambahnya.
Dalam pameran HLH, sejumlah perusahaan turut menampilkan teknologi ramah lingkungan terbaru. Salah satunya adalah Agro Investama yang memperkenalkan teknologi pengolahan minyak kelapa sawit yang inovatif.

Teknologi ini memungkinkan pabrik beroperasi tanpa bergantung pada sumber air di sekitar sungai dan memungkinkan pabrik dibangun lebih dekat ke kebun. Dengan demikian, emisi gas CO2 bisa dikurangi secara signifikan. Agro Investama juga menyoroti efisiensi penggunaan tandan kosong yang bisa langsung dimanfaatkan untuk menyuburkan kebun kelapa sawit, mengurangi biaya angkut, dan meningkatkan keberlanjutan.
Harapan dari Agro Investama untuk HLH 2025 sangat jelas: “Semoga dengan teknologi ini kita bisa menjadikan lingkungan kita lebih hijau dan kita bisa mewariskan bumi hijau ke generasi kita.”

Sementara itu, Amman Mineral juga menegaskan komitmen mereka dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Perusahaan ini menjalankan program pengelolaan limbah B3 dan non B3 serta pengurangan sampah plastik secara menyeluruh. “Kami sudah semua aspek terkait lingkungan kami sudah melakukan program pengelolaan yang ditujukan untuk keberlanjutan, terutama di keberlanjutan lingkungan,” ungkap perwakilan Amman Mineral. Harapannya, perusahaan-perusahaan di sektor pertambangan dan perkebunan dapat terus meningkatkan program pengelolaan lingkungan dan CSR demi dampak lingkungan yang lebih kecil atau lebih baik.
Sebagai informasi tambahan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam forumnya menjelaskan juga akan melibatkan pemerintah daerah untuk melakukan penilaian terhadap perusahaan yang masuk Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).
Acara HLH Sedunia 2025 di JCC Jakarta tidak hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga aksi dan kolaborasi untuk masa depan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Diharapkan semua pihak, baik pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, dapat bersinergi dalam menjaga dan melestarikan bumi demi generasi mendatang.