2nd T-POMI
2023, 10 November
Share berita:

Jakarta, mediaperkebunan.id – Pada tahun 2022, areal Sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Indonesia bertumbuh sebesar 4%, dan terus bertumbuh 6% lagi sejak Januari 2023 hingga September 2023, angka ini mewakili lebih dari 2,5 juta hektar lahan, termasuk lahan perkebunan dan daerah bersertifikat petani kecil mandiri (ISH).

Pada tahun 2022, 25 pabrik baru juga telah disertifikasi sesuai dengan Prinsip dan Kriteria (P&C) Standar RSPO, dengan jumlah yang terus bertumbuh sebanyak 18 unit baru lagi pada kuartal ketiga di tahun 2023.

Sertifikasi RSPO di antara kelompok ISH tumbuh sebesar 41% dibandingkan dengan 2021, didukung oleh pendahaan hingga US$180.000 yang didistribusikan melalui Dana Dukungan Petani Kecil RSPOs (RSSF). Untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat untuk sertifikasi di kalangan petani kecil di negara ini, antara bulan November 2022 dan Oktober 2023, hampir US$141.000 disalurkan ke 17 proyek petani kecil terutama untuk mengimbangi biaya audit sertifikasi sehingga memberikan manfaat bagi lebih dari 5.000 petani.

Asian Agri, produsen minyak kelapa sawit yang anak perusahaannya, PT. Inti Indosawit Subur, adalah Anggota RSPO yang sudah lama berdiri. Asian Agri adalah salah satu dari banyak pemain yang beroperasi di Indonesia yang berkomitmen untuk mengembangkan sektor minyak sawit berkelanjutan di negara ini. Saat ini, semua perkebunannya yang berada di provinsi Sumatra Utara, Riau dan Jambi, serta skema perkebunan rakyatnya telah disertifikasi RSPO.

Pada tahun 2020, Asian Agri, bersama dengan pengolah minyak kelapa sawit, Apical, dan perusahaan kimia dan kosmetik global Jepang, KAO meluncurkan Program Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment (SMILE) untuk membantu petani kecil swadaya dalam meningkatkan hasil panen dan mata pencaharian mereka.

Baca Juga:  KUD Makmur Lestari Segera Remajakan Sawit

“Petani swadaya saat ini jumlahnya kurang dari 20% dari total petani swadaya yang tersertifikasi. SMILE adalah kolaborasi multi-pemangku kepentingan yang dirancang untuk mengangkat petani sawit mandiri di Indonesia, dan mengamankan rantai pasokan minyak sawit berkelanjutan, melalui sertifikasi. Dengan memanfaatkan pengalaman luas Asian Agri dalam kemitraan petani kecil, kami berharap dapat mendukung petani kecil mandiri yang menghadapi tantangan seperti kurangnya pengetahuan agronomi dan kurangnya akses terhadap pasar yang lebih besar. Hal ini juga merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk membantu 5.000 petani swadaya mencapai Sertifikasi RSPO pada tahun 2030,” ungkap Sustainability Officer Asian Agri, Doris Sukanto.

Di Indonesia, volume produksi CSPO tumbuh 2,9% menjadi 8,64 juta metrik ton pada tahun 2022 dibandingkan 8,4 juta metrik ton pada tahun 2021. Konsumsi CSPO juga meningkat, dengan volume meningkat sebesar 3,9% menjadi 318,400 metrik ton pada tahun 2022, dibandingkan dengan 229,000 metrik ton pada tahun 2021. Dalam hal konsumsi domestik secara keseluruhan di Indonesia, serapan CSPO tumbuh dari 1,2% pada tahun 2021 menjadi 1,7% pada tahun 2022.

Mengomentari kemajuan yang dicapai, Deputi Direktur Transformasi Pasar RSPO, Indonesia, Mahatma Windrawan Inantha mengatakan, selama bertahun-tahun, anggota RSPO telah memainkan peran fundamental dalam terus mengarahkan skala menuju tingkat keberlanjutan yang lebih tinggi dalam sektor minyak sawit Indonesia.

“Di Indonesia, semua tanda-tanda menunjukkan adanya industri yang siap menerima standar keberlanjutan global RSPO, yang merupakan industri kelapa sawit terbaik. Baik itu peningkatan sertifikasi di kalangan petani kecil dan pabrik atau peningkatan penyerapan lokal, remediasi, dan bahkan konservasi, kami melihat kemajuan yang menggembirakan, dan hal ini bergantung pada kekuatan kolaborasi,” ungkap Mahatma.

Baca Juga:  P3PI : SISTIM MANAJEMEN GULMA SPESIFIK LOKASI TINGKATKAN EFISIENSI PENGENDALIAN GULMA DI PERKEBUNAN SAWIT

Pada tahun 2022, 362.000 hektar hutan dan kawasan yang dinilai perlu untuk konservasi telah dilindungi secara global melalui standar, sistem dan prosedur RSPO, yang luasnya hampir enam kali luas DKI Jakarta. Indonesia mereprentasikan proporsi terbesar kawasan konservasi ini, yaitu sebesar 150.000 hektar atau 40% dari total kawasan konservasi RSPO. (248)