Tag: kopi

KEMENPERIN BINA IKM KOPI KELAPA LEWAT KOMUNITAS

Pendekatan yang dilakukan Kementerian Perindustrian terhadap industri kecil adalah dengan pembinaan komunitas. Industri kecil dibina dalam penetrasi pasar sehingga bisa berkembang. Contoh yang paling bagus adalah kopi, berkembang secara eksponensial. Sudarto, Direktur Industri Kecil Menengah Pangan, Barang dari Kayu dan Furniture, Ditjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian menyatakan hal ini. Pada kopi, Kemenperin memilih Kelompok

Harga Kopi Juni 2018

Kopi Arabika Aceh Tengah, NAD : 37.850 Lima Puluh Kota, Sumbar : 65.000 Kerinci, Jambi : 26.000 Cianjur, Jabar : 43.350 Klaten, Jateng : 22.000 Trenggalek, Jatim : 24.375 Badung, Bali : 40.250 Lombok Timur, NTB : 100.000 Alor, NTT : 40.000 Jeneponto, Sulsel : 60.000 Kopi Robusta Pidie, NAD : 29.750 Limapuluh Kota, Sumbar

KEMITRAAN PETANI MERUPAKAN STRATEGI BISNIS NESTLE

Nestle adalah perusahaan yang mengolah hasil pertanian. Saat ini sudah berumur 150 tahun dan ingin maju dan berkembang 150 tahun lagi. Perusahaan hanya bisa ada dan berkembang kalau ada petani. Kalau tidak ada petani maka tidak ada yang bisa diolah. “ Bagi Nestle upaya pembinaan petani supaya petani sustainable adalah strategi bisnis. Kita tidak punya

Harga Kopi Mei 2018

Kopi Arabika Aceh Tengah, NAD : 39.680 Lima Puluh Kota, Sumbar : 61.840 Kerinci, Jambi : 26.000 Bandung, Jabar : 75.000 Klaten, Jateng : 22.000 Trenggalek, Jatim : 28.000 Badung, Bali : 32.580 Lombok Timur, NTB : 100.000 Alor, NTT : 40.000 Enrekang, Sulsel : 95.000 Kopi Robusta Pidie, NAD : 30.000 Tanah Datar, Sumbar

Sudah 38 Produk Perkebunan Bersertifikat IG

Jakarta – Kementerian Pertanian mencatat sejak 2008 setidaknya telah dihasilkan 56 produk pertanian yang mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG). Dari jumlah itu, 38 produk merupakan komoditi perkebunan, seperti kopi, lda, kayu manis, tembakau, gula kelapa, minyak nilam, mete, vanili, pala, dan gambir. Sedangkan produk perkebunan yang paling banyak mendapat IG adalah kopi sebanyak 22 sertifikat.

Harga Kakao Maret 2018

Kakao Un-Fermented Aceh Tamiang, NAD : 19.100 Tanah Datar, Sumbar : 26.325 Lampung Timur, Lampung : 25.300 Sukabumi, Jabar : 19.000 Kulon Progo, DIY : 18.000 Trenggalek, Jatim : 19.700 Jembrana, Bali : 20.500 Lombok Timur, NTB : 19.450 Luwu, Sulsel : 20.000 Mamuju Tengah, Sulbar : 29.000 Kolaka, Sultra : 19.700 Kakao Fermented: Aceh

Potensi Ekspor Perkebunan Mencapai Rp 1.000 Triliun

Dari potensi yang ada, jika semua pihak memberi perhatian penuh pada sub sektor perkebunan mestinya mampu menghasilkan sebanyak Rp 1.000 triliun. Dalam kondisi yang belum terurus secara maksimal saja, 15 komoditas perkebunan menghasilkan devisa sekitar Rp 471,3 trilium pada 2017. Dari segi ekspor, perkebunan menjadi pemimpin ekspor. Pada 2017, dari 33,5 miliar USD ekspor pada

Harga Kopi Februari 2018

Kopi Arabika Lima Puluh Kota, Sumbar : 60.000 Kerinci, Jambi : 26.000 Cianjur, Jabar : 45.000 Kulon Progo, DIY : 62.500 Klaten, Jateng : 22.000 Trenggalek, Jatim : 24.450 Lombok Timur, NTB : 60.000 Jeneponto, Sulsel : 60.000 Kopi Robusta Pidie, NAD : 29.150 Tanah Datar, Sumbar : 25.000 Kerinci, Jambi : 22.500 Lampung Utara,

PUSLITKOKA MAMPU HASILKAN 60 JUTA BENIH KOPI DAN KAKAO TIAP TAHUN

Kemampuan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) dalam menyediakan benih, baik dalam bentuk biji dan tanaman muda sudah teruji lewat track record yang sudah ada. Bila direncanakan dengan baik mampu memproduksi 30 juta masing-masing benih kopi dan kakao. “Bahkan dalam satu tahun kita pernah menghasilkan benih kakao 40 juta dan kopi 20 juta. Jadi

Penangkar Benih Siap Mengamankan Benih Perkebunan

Yogyakarta – Tahun 2018 adalah tahun perbenihan, dimana setiap komoditas termasuk komoditas perkebunan membutuhkan benih berkualitas untuk meningkatkan produktivitas. Atas dasar itulah Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI) siap mengamankannya. “Kami para pengakar benih perkebunan siap mengamankan benih perkebunan dalam mendukung program perbenihan ditahun 2018,” janji Ketua PPBTPI, Badaruddin Buang Sabang dalam rangkaian diskusi

Perdagangan Tidak Mengenal Pertemanan

Yogyakarta – Memang setiap negara mempunyai hubungan dengan negara lainnya, tapi jika sudah menyangkut tentang perdagangan maka tidak ada lagi yang namanya pertemanan. Hal itulah yang dibahas dalam Hari Perkebunan ke 60 di Instiper Yogyakarta. Sebab harus diakui tidak sedikit hasil perkebunan asal Indonesia yang dihambat masuk ke negaranya meskipun pada dasarnya Negara tersebut membutuhkannya.

Holding Perkebunan Nusantara Rombak Jajaran Direksi

JAKARTA – Manajemen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) resmi melakukan perombakan jajaran Direksi PTPN VI, VII, VII, IX, X, XIII, dan XIV. Keputusan yang ditandatangani Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Dasuki Amsir resmi pada 11 Desember 2017. Holding Perkebunan Nusantara beserta Kementerian BUMN merupakan pemegang saham