Tag: kakao

Segera Rampungkan Revisi Permentan No. 67 Tahun 2014

JAKARTA, Perkebunannews.com – Komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu biji kakao perlu terus dilanjutkan. Revisi Permentan No. 67 Tahun 2014 tentang persyaratan mutu dan pemasaran biji kakao perlu segera dirampungkan. Hal tersebut dikatakan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Pengembangan Bio Industri Bambang. Menurutnya, penundaan pemberlakuan Permentan No. 67/2014 karena dianggap terlalu berat untuk dilaksanakan. “Revisi penyederhanaannya

Ditjen Perkebunan Mendorong Percepatan Investasi

JAKARTA, Perkebunannews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong masuknya investasi, khususnya komoditas perkebunan. Guna meningkatkan ekspor, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, melakukan percepatan investasi dengan menggelar silarturahmi bersama para calon invesator. Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono menyebutkan, saat ini ada 514 calon inverstor yang tertarik berinvestasi di sub sektor perkebunan. “Nilainya cukup tinggi, yakni sekitar Rp

5 Jurus Mendongkrak Ekspor

Depok – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian telah menyiapkan 5 jurus atau strategi untuk mendongkrak ekspor produk pertanian. Melalui 5 Jurus tersebut diharap dapat meningkatkan volume dan nilai ekspor. Hal tersebut mengemuka dalam Diskusi Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) dengan menggandeng Kementerian Pertanian, di Depok, Jawa Barat. Dalam diskusi tersebut, Kepala Badan Karantina Pertanian,

Ari Wibowo Direktur Muda Membawa Perubahan di Politeknik LPP

Yogyakarta – “Inovasi atau Mati”, inilah jargon yang pertama kali disampaikan Ari Wibowo, Direktur Politeknik LPP Yogyakarta ketika Media Perkebunan menanyakan kiatnya dalam melakukan perubahan di pendidikan perkebunan tertua di Indonesia ini. Pria yang lulus dari Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung pada tahun 2005 ini mengungkapkan tidak mengira diberikan kepercayaan untuk menjadi pimpinan di

BUN 500 Juta Resmi Diluncurkan

PALANGKARAYA, Perkebunannews.com – Menteri Pertanian secara resmi meluncurkan Program Benih Unggul Perkebunan (BUN) 500 juta 2019 – 2024. Program penyediaan bibit sebanyak 500 juta ini untuk 10 komoditas meliputi kakao, kopi, karet, kelapa, lada, cengkeh, pala, tebu, teh dan jambu mete. “Alhamdulillah hari ini kita lounching BUN 500. Kita sudah mulai tiga tahun yang lalu

PROGRAM BUN 500 JUTA SIAP DILUNCURKAN

PALANGKARAYA, Perkebunannews.com – Sebanyak 80.000 benih komoditas perkebunan siap dibagikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam peluncuran program Benih Unggul Perkebunan (BUN) 500 juta Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian di Bukit Batu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (18/7). Sejuta benih yang diangkut 70 truk ke lokasi disiapkan dalam peluncuran BUN 500 di Kalteng ini. Ada lima komoditas

MENTAN MINTA PENGEMBANGAN PERKEBUNAN DARI HULU SAMPAI HILIR

Menteri Pertanian Amran Sulaiman minta Ditjen Perkebunan untuk tetap fokus mengembangkan sub sektor perkebunan seperti rempah dan komoditas perkebunan strategis lainnya ke depan. Bahkan pengembangan sub sektor perkebunan diharapkan tak hanya di hulu saja tetapi sampai ke hilir juga. Nilai tambah perkebunan ada di hilir. Program andalan yaitu Ditjenbun yaitu BUN 500 yaitu benih bermutu

NEGARA HARUS HADIR DALAM RISET PERKEBUNAN

Perkebunan adalah penghasil devisa terbesar. Dari nilai ekspor pertanian tahun 2017 sebesar USD33,05 miliar maka 96,36% atau USD31,8 miliar berasal dari perkebunan. Neraca ekspor impor pertanian selalu surplus karena perkebunan. Hampir seluruh produk perkebunan untuk tujuan ekspor. Sayang perhatian pemerintah pada perkebunan masih rendah sekali. Meskipun penghasil devisa terbesar beberapa komoditas produksinya semakin menurun. Saat

Harga Kakao Februari 2019

Kakao Un-Fermented Aceh Timur, NAD : 19.900 Asahan, Sumut : 25.600 Tanah Datar, Sumbar : 25.000 Lampung Timur, Lampung : 24.500 Bandung, Jabar : 26.000 Gunung Kidul, DIY : 18.500 Trenggalek, Jatim : 24.500 Jembrana, Bali : 26.000 Ende, NTT : 21.650 Bulukumba, Sulsel : 21.500 Kakao Fermented: Aceh Utara, NAD : 27.000 Batu Bara,

Rendahnya Produktivitas Lemahkan Daya Saing Perkebunan Rakyat

YOGYAKARTA, Perkebunannews.com – Rendahnya tingkat produktivitas menjadi titik lemahnya daya saing perkebunan rakyat. Padahal dari segi luasan dan volumen, perkebunan rakyat mencapai 63 persen. Efisiensi menjadi kunci mendorong daya saing. Demikian juga dengan ketersediaan benih. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono dalam pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia

Tujuh Komoditas Menjadi Prioritas 2019

BOGOR, Perkebunannews.com – Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), pada 2019 memprioritaskan pengembangan perkebunan pada tujuh kemoditas seluas 88.681 hektar (Ha). Ketujuh komoditas itu meliputi pala (27.201 Ha), lada (7.020 Ha), kakao (8.000 Ha), kopi (12.000 Ha), kelapa (14.000 Ha), karet ( 6.010 Ha) dan tebu (14.450 Ha). Meski alokasi anggaran sub sektor perkebunan 2019

Alasan Bandung Jadi Tempat Perayaan Harbun 2018

Bandung, Perkebunannews.com – Ketua Panitia Hari Perkebunan ke-61 Dedi Djunaidi menuturkan,.dipilihnya Bandung sebagai tempat penyelenggaraan peringatan Hari Perkebunan (Harbun) ke-61 karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) sangat serius dalam membangun perkebunan. “Gedung Sate merupakan bagian sejarah perjalan perkebunan nasional,” ujarnya dalam pembukaan Hari Perkebunan di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (8/12). Dedi mengatakan, ratusan tahun lalu