12 November, 2019

JAKARTA, Perkebunnews.com – Satu lagi cengkeh unggul teranyar bakal dirilis. Cengkeh Siantan Agribun dari Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, yang telah disetujui dilepas Tim Penilai Varietas Tanaman Perkebunan, Kementerian Pertanian, ini memiliki berbagai keunggulan.

Dalam sidang Tim Penilai Varietas Tanaman (TPV) Perkebunan Semester II di Solo, pertengahan Oktober 2019 lalu, peneliti Balittro yang juga pemulianya, Dr Nurliani Bermawie menyebutkan, varietas cengkeh Siantan Agribun memiliki keunggulan produksi bunga segar rata rata 111,42 ± 12,39 kg setara dengan 44,57 ± 4,96 kg bunga kering per pohon per tahun panen.

Nurliani mengatakan, cengkeh Siantan Agribun mempunyai keseragaman penampilan morfologi cukup tinggi, ukuran bunga 0,41 ± 0,02 g (lebih besar dari cengkeh Zanzibar). Cengkeh ini juga memiliki kadar minyak atiri 17,05 ± 1,59 %, total eugenol 77,45 ± 3,14 %, kadar true eugneol 74,66 ± 1,79 %, kadar ß-caryophyllen 20,26 ± 2,38 %.

Pertanaman cengkeh di Pulau Siantan tergolong cengkeh tipe Siputih. Pertanaman cengkeh di blok Tiangau dimulai tahun 1973 oleh Bapak Zainal Abidin yang sumber benihnya diperkirakan berasal dari Sulawesi Utara.

Seleksi BPT telah dilakukan di blok Tiangau pada luasan 4 Ha dengan jumlah populasi 225 tanaman, rata rata produksi BPT adalah 28,50 kg bunga kering (85 kg bunga segar). Hasil seleksi individu pada BPT Tiangau berdasarkan produksi bunga > 100 kg bunga segar per pohon, terpilih 20 pohon induk dengan kisaran umur 30-46 tahun dengan kode aksesi SAG 01-020 dan selanjutnya diberi nama Siantan Agribun.

Cengkeh Siantan Agribun diusulkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bekerjasama dengan Balittro dan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Medan. Varietas cengkeh teranyar ini pun disidangkan pada sidang Tim Penilai Varietas Tanaman (TPV) Perkebunan Sementer II 2019 lalu. (YR)

(Visited 77 times, 1 visits today)