TEH

Kementan Hadiri the 25th FAO IGG on Tea di India, Perkuat Potensi Teh Indonesia

Guwahati, Mediaperkebunan.id Kementerian Pertanian mewakili Indonesia turut andil dalam Food and Agriculture Organization Intergovernmental Group (FAO IGG) on Tea ke 25 di Guwahati, India, bersama dengan 77 delegasi dari berbagai negara di seluruh dunia. Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, meminta jajarannya agar terus mendorong produksi maupun produktivitas, hilirisasi, penguatan modernisasi pertanian maupun digitalisasi pendataan

PUSAT PENELITIAN TEH DAN KINA  : PASAR TEH BESAR DAN MENJANJIKAN

Meskipun saat ini teh tidak termasuk komoditas prioritas mengingat pasar yang besar maka PPTK tetap melakukan aktivitas bisnis dan penelitian teh dan berjalan dengan baik. Pedapatan PPTK saat ini dari teh hijau. Pemasaran bagus, sama sekali tidak ada masalah. Justru produksi yang harus ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar.

Quo Vadis: Inovasi Varian Teh dan Konsumsi Teh Nasional

Bandung, mediaperkebunan.id – Tak dapat dipungkiri teh Indonesia semakin diminati pasar dunia. Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan tentunya terus mendorong pelaku usaha perkebunan agar terus berinovasi dengan olahan komoditas perkebunan, dan tentunya mengajak generasi muda untuk menyukai berbagai produk turunan komoditas perkebunan khususnya dalam hal ini konsumsi teh Indonesia. “Tantangan pengembangan tanaman perkebunan tidak hanya

Saatnya yang Muda, Konsumsi Daun Muda dari Arafatea

Bandung, mediaperkebunan.id – Warna teh pada umumnya berwarna cokelat, hijau atau putih, kali ini warna teh berbeda dari biasanya, bahkan tanpa perlu pakai pewarna dan pemanis buatan, apa mungkin? Tentu saja bisa. Terbukti, Arafatea berhasil mengkreasikan produk tehnya dengan mengkombinasikan bahan rempah sehingga menghasilkan varian teh baru yang menarik dan tentunya bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

BERI UPAH LAYAK, BURUH PEMETIK TEH PASTI HASILKAN TEH BERKUALITAS

Salah satu penyebab turunnya mutu teh Indonesia, adalah upah buruh pemetik teh yang sangat rendah. Kebun teh baik milik BUMN, perusahaan swasta maupun petani mengandalkan buruh pemetik teh. “Dengan upah hanya Rp500/kg maka mereka memetik asal-asalan. Pemetikan yang harusnya menggunakan tangan memilih pucuk terbaik main tebas saja menggunakan arit. Akhirnya mutu teh yang dihasilkan turun,”

TEH INDONESIA DIREBRANDING LEWAT NATIOAL TEA COMPETITION

National Tea Competition yang baru pertama kali diadakan merupakan langkah awal untuk merebranding teh Indonesia. Dalam kompetisi yang diikuti oleh 87 sample teh dari 54 pabrik milik 16 perusahaan ini diharapkan akan muncul teh berkualitas terdiri dari teh hitam, CTC, green tea, white tea dan flavoie tea. Teh pemenang akan berkompetisi di International Tea Competition