KOPI

DOSEN INSTIPER BELAJAR INDUSTRI PENGOLAHAN PERKEBUNAN

Rektor INSTIPER, Dr. Purwadi, mengajak semua dosen untuk peka terhadap semua perubahan yang ada. Kemenristekdikti telah memberikan kebijakan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 melalui penyesuaian kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, dan peningkatan fasilitas laboratorium. Tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berasal dari input mahasiswa yang merupakan generasi milenial, namun juga adanya revolusi industri generasi

INDIKASI GEOGRAFIS PACU PASAR KOPI KERINCI

Kabupaten Kerinci, terutama di Kecamatan Kayu Aro, Kayu Aro Barat , dan Gunung Tujuh terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 1500 m. Demikian juga Kotamadya Sungai Penuh punya lereng-lereng pegunungan yang belum dimanfaatkan optimal. Dengan kondisi geografis yang demikian maka penduduk banyak yang menanam kopi arabika. Menurut Efzawardi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci

Khusus Benih Kopi, Ditjenbun Mengguyur Rp 4 Miliar ke Toraja

Toraja Utara – Benih menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas, dengan meningkatnya produktivitas maka pendapatan petani pun akan ikut terdongkrak. “Untuk itu kita memberikan bantuan benih kopi arabica sebanyak 700 batang untuk 700 hektar ke Toraja,” kata Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian kepada perkebunannews. Dari 700 batang tersebut, lanjut Kasdi 400 batang

DEKOPI MINTA PUSLITKOKA KEMBANGKAN TEKNOLOGI PENGEMBANGAN KOPI DI KAWASAN HUTAN

Kopi Indonesia masih punya banyak masalah, dan masalah terbesar di hulu. Dari segi luas tanam cukup besar yaitu 1,2 juta ha tetapi produktivitasnya rendah. Anton Apriyantono, Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia menyatakan hal ini. Penyebab produktivitas rendah adalah bibit unggul yang belum tersedia merata, pemeliharaan tanaman kurang intensif, kurangnya bimbingan pada petani juga sarana dan

Kopi Jombang Siap “Unjuk Gigi”

Jombang – Saat ini trend kopi dan ngopi telah melekat menjadi gaya hidup dan peluang usaha masyarakat khususnya generasi anak muda jaman now, diantaranya provinsi Jawa Timur khususnya di Kabupaten Jombang. Dalam rangka mempromosikan keunggulan kopi asal Wonosalam tersebut, maka akan diselenggarakan kegiatan dialog bersama masyarakat Wonosalam. “Melalui pertemuan ini, kita berharap kopi wonosalam bisa

Kopi Mulai Menyasar Anak Muda

Membengkaknya pasar kopi lebih dikarenakan mulai menyasar anak muda. Atas dasar itulah Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) melakukan kolaborasi dengan anak muda. “Kolaborasi sinergis untuk menarik minat anak muda terjun ke dunia pertanian khususnya perkebunan mutlak diperlukan,” kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjenbun Dedi Junaedi. Lebih lanjut menurut Dedi, bahwa anak-anak

PTPN Holding Usung Brand Baru “Walini”

KARANGANYAR, Perkebunannews.com – Holding Perkebunan Nusantara meluncurkan corporate identity dan product brand baru “Walini” untuk empat komoditas produk PTPN yakni gula, minyak goreng, teh dan kopi. Keempat produk tersebut diperuntukan menembus pasar ritel pada tahun ini. “Setelah peluncuran ini, secara resmi seluruh produk PTPN akan menggunakan brand Walini. Dengan logo dan brand baru ini kami

DITJENBUN ALOKASIKAN PERLUASAN KOPI ARABIKA 500 HA DI KERINCI

Tahun 2019 Ditjenbun mengalokasikan perluasan tanaman kopi arabika seluas 500 ha di Kabupaten Kerinci dan 200 ha di Kotamadya Sungai Penuh. Kopi arabika dikembangkan di lereng-lereng gunung yang selama ini tidak pernah ditanami kopi dan digabungkan dengan kayu manis sebagai tanaman penaung. Dirjen Perkebunan, Bambang, menyatakan hal ini ketika melakukan kunjungan kerja di Kerinci. Pengembangan

Santri Tani Milenial Perkuat Sektor Perkebunan

TASIKMALAYA, Perkebunannews.com – Kementerian Pertanian terus memperkuat sub sektor perkebunan melalui program “Santri Tani Milenial’. Karena santri sebagai SDM pertanian yang potensial untuk menggerakan sektor pertanian khususnya perkebunan. Potensi perkebunan sendiri sangat luas dan santri adalah SDM yang tepat untuk mengembangkan potensi perkebunan. Sejumlah bantuan pun diserahkan kepada santri, khususnya Jawa Barat antara lain bibit

Kementan Mengguyur Bandung Dengan 1 Juta Bibit Kopi

Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mengguyur Bandung dengan 3 juta bibit kopi kepada petani swadaya. Hal itu dilekukan sesuai dengan amanat Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk terus mengangkat ekonomi petani. Jadi kesejahteraan petani merupakan cita-cita Presiden yang harus dibuktikan. Maka dari itu, Kementan sejak beberapa tahu lalu sudah memotong biaya

Kopi Solok Telah “Naik Kelas”

Solok – Sudah menjadi rahasia umum Kabupaten Solok merupakan salah satu “surga” kopi di Indonesia, bahkan kini pemasarannya telah naik kelas atau tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Atas dasar itulah pemerintah melalui Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian terus mendorng sentra-sentra produksi kopi salahsatunya di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. “Jadi kita

DEKOPI BUKA PELUANG ANAK MUDA JADI PETANI KOPI

Anak-anak muda yang tertarik menjadi petani kopi sekarang ada jalan yang lebih mudah. Dewan Kopi Indonesia sudah menjalin kerjasama dengan Perum Perhutani dan Bank BRI Agro untuk mencetak lebih banyak anak muda yang tertarik menjadi petani kopi. Anton Apriyantono, Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia menyatakan hal ini Agriphoria 2018 dan Saresehan Kopi Nasional yang diselenggarakan