KOPI

Mendongkel Produksi Kopi Sumatera Utara

Banyaknya permintaan kopi baik dari dalam ataupun luar negeri maka Sumatera Utara (Sumut) terus mendongkel produksi kopi guna memenuhi permintaan. Sumut memang dikenal sebagai penghasil kopi. Bahkan produksi kopi di Sumut berpotensi untuk dikembangkan karena Sumut terdapat tekstur lahan yang tinggi. Akibatnya banyak sekali kopi specialty yang dihasilkan Provinsi yang dikenal oleh keindahan Danau Toba.

Pemerintah Gelontorkan Rp 5,9 Triliun untuk Tanaman Kopi

Melihat tingginya potensi pada komoditas kopi, maka Pemerintah Pusat akan menggelontorkan dana sebanyak Rp 5,9 triliun untuk tanaman kopi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, bahwa komoditas kopi harus dikembangkan. Sebab permintaan kopi baik didalam ataupun luar negeri cukup tinggi. Maka mau tidak mau produksi kopi harus ditingkatkan. Namun, hal tersebut tidaklah semudah membalikan tangan,

Komoditas Kopi Masih Tetap Sexy

Ditengah-tengah merosotnya harga komoditas pertanian, tapi harga komoditas kopi masih tetap stabil bahkan cenderung meningkat. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman optimis akan meningkatkan produktivitas tanaman kopi. Hal ini mengingat tanaman kopi saat ini adalah komoditas yang cenderung harganya justru meningkat meskipun harga komoditas strategis justru menurun seperti kelapa sawit dan karet . Untuk itu pihaknya

Saatnya Menuju Kopi Organik

Pasar kopi memang masih terbuka, tapi cepat atau lambat taun 2020 permintaan kopi akan mengarah kepada kopi organik. Isu lingkungan menjadi salah satu isu yang akhir-akhir ini gemanya semakin kuat dan sudah menjadi isu global. Bahkan tidak ada tidak ada satu negara pun yang mampu menghindari isu tersebut. Lebih dari itu, isu lingkungan juga sudah

Peluang Bisnis Kopi Masih Terbuka

Peluang pengembangan bisnis kopi di Indonesia terbuka sangat lebar. Namun masalahnya produksi kopi nasional setiap tahun semakin menurun. Ketua Umum Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia, Irfan Anwar mengakui bahwa saat ini memang perintaan akan biji kopi terus meningkat meski komoditas lain mengalami penurunan permintaan. Karena itu semangat untuk mendongkrak bisnis kopi di Indonesia harus ditingkatkan kembali.

Pasar Ekspor Kopi Membesar Eksportir Lokal Mengecil

Sangat disayangkan meskipun pasar ekspor pasing tinggi tapi justru yang menguasai pasar ekspor justru eksportir yang juga berasal dari luar. Sedangkan eksporti lokal terus tergerus oleh eksporti dari luar yang membuka pasar di Indoensia. Terbukti, jika melihat catatan GAEKI Cabang Lampung, dahulu di awal tahun 2000, terdapat 65 perusahaan eksportir lokal di Lampung. Tapi saat

Krisis Ekonomi Komoditas Kopi Tetap Happy

Anjing menggonggong kafilah berlalu, begitulah yang terjadi saat ini pada komoditas kopi di Indonesia. Meskipun terjadi krisis ekonomi dibeberapa negara harga komoditas kopi tetap tinggi. Harus diakui akibat dari krisis ekonomi maka beberapa harga komoditas mengalami penururunan. Diantaranya yaitu seperti tambang, karet, kelapa sawit dan sebagainya. Tapi khusus pada komoditas perkebunan yang berhubungan dengan makanan

Awas, 2020 Indonesia Darurat Kopi

Besar pasak daripada tiang begitulah yang terjadi pada komoditas kopi tahun 2020 jika Indonesia tidak segera meningkatkan produksi kopi. Mengapa demikian? Harus diakui bahwa Indonesia masih menjadi produsen kopi nomor tiga didunia dengan total produksi sebesar 685 ribu ton (angka sementara Kementerian Pertanian). Bahkan produsksi kopi asal Indonesia banyak digemari oleh masyarakat baik dari dalam

Kopi Specialty Terus Dinanti

Kopi specialty asal Indonesia banyak diminati, tapi jangan sampai negrara luar yang justru mendapatkan keuntungan lebih besar daripada Indonesia selaku produsen kopi specialty. Indonesia memang surganya penggemar kopi. Bagaimana tidak, dengan kondisi Indonesia yang memiliki banyak pulau maka menghasilkan berbagai jenis kopi yang berbeda-beda. Lebih dari itu, beberapa pelaku industri kopi saat ini sedang telah

DPR : Dana Asing Mengalir ke LSM Harus Diawasi

RSPO Perketat Kriteria Lewat RSPO NextMaraknya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didanai oleh asing untuk merusak komoditas Indonesia maka sebaiknya dana asing yang mengalir ke LSM sebaiknya diawasi. Firmas Soebagyo, Wakil Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPR-RI menyarankan sebaiknya pemerintah dapat mengawasi LSM yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak komoditas asli Indonesia. Satu diantaranya komoditas

Pemerintah Gencar Meningkatkan Produktivitas Kopi

Pemerintah berupaya mendorong peningkatan produktivitasa kopi nasional. Adapun saat ini rata-rata nasional baru sekitar 600 kg/hg/tahun. Demikian disampaikan Gamal Nasir, Direktur Jenderal Perkebunan, pada saat kunjungan ke kebun percontohan milik salah satu perusahaan terkemuka di Kabupaten Tanggamus, Lampung. “Pemerintah pusat secara konsisten memberikan bantuan untuk perbaikan tanaman kopi setiap tahunnya”, terang Gamal. Bahkan tahun 2016,

Nestle Antara Sustaibility dan Bisnis

Nestle mengembangan pusat pelatihan untuk kopi dan kakao bukan sebagai bentuk kegiatan Coorporate Social Responsibility (CSR) bertujuan untuk mewujudkan prinsip sustainbilty. Demikian disampaikan Wisman Djaja, Director Sustable Agriculture Development & Procurement, Nestle. “Perusahaan kami ingin tetap bertahan hingga 100 tahun yang ke depan sehingga itu mustahil diwujudkan jika petani tidak mampu memperoleh penghasilan di atas