Berita Terbaru

SALAH BENIH MENYESAL KEMUDIAN

Penggunaan benih unggul yang benar terutama di perkebunan sangat penting. “Kalau salah menggunakan benih maka setelah 6-7 tahun baru menyesal karena tidak berbuah.Kelapa sawit setelah 4 tahun baru menyesal,” kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman pada pengukuhan DPP Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia. Karena itu tahun depan merupakan tahun perbenihan yang salah satu tujuannya untuk mengembalikan

PELUANG JADI KAYA LEWAT PERKEBUNAN SANGAT TERBUKA

Pada pembukaan kuliah mahasiswa baru Instiper, Dirjen Perkebunan, Bambang menyatakan masih banyak peluang yang bisa diraih dibidang perkebunan. “Sambil beribadah membantu petani meningkatkan produktivitas terbuka juga peluang menjadi kaya bila menggeluti bidang perkebunan,” katanya. Harus ditanamkan bangga menjadi mahasiswa Instiper, apalagi sebagian besar mengambil program studi bidang kelapa sawit, di depan terbuka peluang menghasilkan uang

BPPSDMP Siap Membentuk Wirasuahawan Muda

Melihat rendahnya minat kepada sektor pertanian, termasuk di sektor perkebunan, maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian siap membetuknya melalui program penyuluhan, pelatihan serta pendidikan kepada kaum pemuda. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Momon Rusmono kepada perkebunannews.com, di Jakarta Lebih lanjut, menurut Momon, program penyuluhan, pelatihan serta

MPPI: Tidak Ada Benih Berarti Tidak Ada Pangan

Benih dibutuhkan tapi tidak diprioritaskan yang terdengar hanya benih jagung dan padi. Padahaal kita juga membutuhkan benih kelapa dalam, tebu dan lainnya yang berpotensi untuk mendukung kedaulatan pangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI), Herman Khaeron, di Jakarta. Lebih lanjut, Herman menyayangkan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali plasma nutfah yang

WPLACE 2017: Ajang Pertemuan Perkebunan Indonesia

Memang hasil perkebunan di Indonesia rata-rata masuk lima besar di dunia, tapi jika semuanya digabungkan maka akan menjadi yang terbesar di dunia. atas dasar itulah PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menyelenggarakan World Plantation Conferences and Exhibition (WPLACE) 2017. Contohnya, karet dan lada yang saat ini sebagai peringkat nomor dua, kakao dan kopi peringkat nomor tiga,

BEASISWA TRIPARTIT ALA PEMKAB BUNGO DI INSTIPER PERLU DITERAPKAN DAERAH LAIN

Pada pembukaan kuliah mahasiswa baru Instiper, Selasa (15/8) hadir salah satu camat dari Kabupaten Bungo, Jambi mewakili bupati yang berhalangan. “Apa yang dilakukan oleh Kabupaten Bungo ini bisa dijadikan model dan diterapkan daerah lain,” kata Dr. Purwadi, Rektor Instiper. Pemda Kabupaten Bungo mengumpulkan perusahaan perkebunan yang beroperasi di sana. CSR perusahaan perkebunan semuanya diarahkan pada

Pasar Organik Lebih Menarik

Ambon – Benar, bahwa saat ini permintaan akan komoditas perkebunan terus meningkat baik untuk dalam ataupun luar negeri. Bahkan pasar akan permintaan komoditas perkebunan sudah mengarah kepada perkebunan organik. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Perlindungan Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Dudi Gunadi selepas penandatangan kerjasama petani pala dengan eksportir hasil perkebunan, di Ambon. Tidak hanya

Harga Kakao Juli

Kakao Un-Fermented Aceh Tamiang, NAD : 19.000 Tanah Datar, Sumbar : 19.500 Lampung Timur, Lampung : 17.750 Sukabumi, Jabar : 19.500 Kulon Progo, DIY : 17.000 Jembrana, Bali : 35.000 Ende, NTT : 21.500 Bulukumba, Sulsel : 20.200 Kakao Fermented: Aceh Utara, NAD : 20.000 Kampar, Riau : 24.500 Kulon Progo, DIY : 20.500 Jembrana,

Riset dan Inovasi Kunci Industri Sawit Berkelanjutan

Keuntungan pelaku sawit, manfaat sosial , devisa negara, penerimaan pajak, manfaat lingkungan dari industri sawit masih bisa ditingkatkan 300 persen kedepan melalui riset-inovasi yang berkelanjutan. Industri sawit berkelanjutan yang dimaknai sebagai industri yang menguntungkan secara bisnis, menghasilkan manfaat sosial ekonomi bagi masayarakat dan menyumbang pada pelestarian lingkungan. Sawit yang hanya ramah lingkungan, tetapi tidak ramah

PERSIAPKAN BENIH UNTUK PEREMAJAAN KEBUN SAWIT RAKYAT

Perkembangan perbenihan kelapa sawit di Indonesia luar biasa dengan hadirnya 15 perusahaan berkapasitas 270 juta butir/tahun, belum lagi ada beberapa perusahaan swasta yang memproduksi sendiri yang dari sisi aturan tidak boleh diperdagangkan. Tahun ini produksi benih diperkirakan mencapai 118,8 juta butir yang bisa dipergunakan untuk menanam 633.000 ha. Dirjen Perkebunan, Bambang, menyatakan hal ini pada

RI-Malaysia Sepakat Lawan Kampanye Hitam Komoditas Sawit

Malaysia dan Indonesia sepakat untuk melawan kampanye hitam terhadap komoditas sawit yang sering dilakukan negara-negara Uni Eropa. Perlawanan kedua negara penghasil utama komoditas perkebunan sawit ini ditempuh melalui Council of Palm Oil Producing Countries. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima Menteri Luar Negeri Malaysia Dato’ Sri Anidah

Minamas Plantation Gandeng Universitas Jambi Cegah Kebakaran Lahan

Cegah kebakaran lahan dan hutan, Minamas Plantation kembali melaksanakan program pencegahan kebakaran berbasis masyarakat. Bekerjasama dengan Universitas Jambi (UNJA), anak perusahaan Sime Derby ini membentuk ‘Desa Mandiri Cegah Api’ di beberapa wilayah sekitar operasional perusahaan di daerah Jambi. PT Bahari Gembira Ria (PT BGR) yang merupakan anak perusahaan Minamas Plantation di Jambi, akan memberdayakan empat