Waspada Penurunan Produksi Karet Saat El Nino

Waspada Penurunan Produksi Karet Saat El Nino

Palembang, mediaperkebunan.id - Tanaman karet pada iklim La Nina produktivitas sering turun karena serangan penyakit sedang pada El Nino juga turun karena kekeringan. Musim kemarau serangan penyakit gugur daun turun drastis tetapi penyakit akar berpotensi meningkat. Tri Rapani Febriyanti, Peneliti Puslit Karet PT Riset Perkebunan Nusantara menyatakan hal ini.

Kemarau panjang memicu stres air, akibatnya tanaman gugur daun lebih dari sekali dalam setahun. Tanaman lemah dan produksi turun drastis. Kering ekstrim juga membuat kebun rawan kebakaran. Kondisi kering membuat penyakit gugur daun berkurang tetapi penyakit akar seperti jamur akar putih yang mengakibatkan kematian berpotensi meningkat. Fusarium juga sebagai penyakit tular tanah lebih berkembang saat kondisi kering.

Stress oksidatif akibat kekeringan yang panjang dilaporkan memicu kering alur sadap (KAS). Pohon yang terkena KAS tidak mengeluarkan lateks ketika disadap. Kadar air tanah juga juga mempengaruhi tekanan osmotic, elastisitas dinding sel dan efisiensi penggunaan air. Kekurangan air tanah padat membuat semester berikutnya pertumbuhan lilit batang stagnan, tahun berikutnya produksi turun 65%.

Mitigasi kemarau adalah dengan konservasi tanah dan air, pemberian mulsa dan penggunaan klon tahan kekeringan. Dibuat rorak di kebun karet sehingga air hujan yang masuk mengalami aliran lateral dan vertical tertunda sehingga dapat dimanfaatkan tanaman karet dalam waktu lebih panjang. 

Dibuat dengan ukuran 120 x 45 x 75 cm  dengan kedalaman 30 cm. Diisi dengan bahan organik berupa serasah tanaman dan kompos dari pupuk kendang. Idealnya 200 lubang /ha. Terbukti dapat meningkatkan kadar air tanah sampai 5% pada kedalaman 30-60 cm yang merupakan panjang akar lateral karet. Produksi karet dapat meningkat 15%.

Upaya lainnya adalah penanaman tanaman kacangan penutup tanah (LCC)  diantara gawangan karet sebagai mulsa untuk menekan evaporasi tanah, Kemungkinan erosi, memperbaiki struktur fisika dan kimia tanah, membatasi pertumbuhan gulma. Keberadaan mulsa membuat penggunaan air oleh tanaman lebih efisien.

Mitigasi lain adalah inokulasi mikoriza untuk meningkatkan kemampuan akar menyerap air dan hara dalam kondisi kurang ideal. Mikoriza mampu melindungi tanaman pada saat musim kering berkepanjangan dan meningkatkan serapan air pada lahan yang ketersediaan airnya terbatas.

Aplikasi asam humat untuk meningkatkan pertumbuhan akar sehingga lebih tahan terhadap kekeringan. Pada TBM aplikasi pupuk K dua kali lipat ketika kemarau meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kemarau. Klon karet yang tahan kekeringan adalah GT-1.

Irfan Ahmad, Ketua Umum Apkarindo (Asosiasi Pe menyatakan laporan dari pengurus Apkarindo provinsi menunjukan kemarau sudah mempengaruhi produksi getah karet, rata-rata produksi berkurang tetapi belum dihitung berapa persisnya).

Rudi Arpian, Sekjen Apkarindo Sumsel menyatakan di sejumlah wilayah sentra karet Ogan Ilir, termasuk kawasan Payaraman, Indralaya, Pemulutan, Muara Kuang dan sekitarnya, laporan masyarakat  dari Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Payaraman menggambarkan kondisi pohon karet yang mulai menggugurkan daun dan hasil sadapan yang dirasakan lebih sedikit dibandingkan kondisi normal. Keluhannya kemarau sudah lama, Pohonnya mulai kering dan daunnya rontok, hasil getah juga terasa berkurang.