Jakarta, mediaperkebunan.id - Kemitraan strategis antara organisasi masyarakat sipil Solidaridad dan perusahaan barang konsumen Henkel sukses meraih penghargaan bergengsi RSPO Excellence Award for Shared Responsibility dalam ajang Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Roundtable (RT) 2026. Penghargaan ini diberikan atas komitmen kedua pihak dalam membangun rantai pasok kelapa sawit yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi petani swadaya serta lingkungan.
Penghargaan tersebut mengapresiasi anggota RSPO yang menunjukkan kepemimpinan kuat dalam menerapkan prinsip shared responsibility, pelaporan kredibel, transparansi komitmen, hingga dukungan nyata kepada petani kecil di sepanjang rantai pasok.
Kolaborasi Lebih dari 12 Tahun dan Perluasan Hingga 2029
Kemitraan Solidaridad dan Henkel yang telah terjalin selama lebih dari 12 tahun ini mencerminkan implementasi nyata tanggung jawab bersama dalam industri sawit. Guna memperluas cakupan dampak, komitmen kerja sama ini bahkan telah diperpanjang hingga tahun 2029 di wilayah pengadaan utama Henkel meliputi Indonesia, Malaysia, dan Kolombia.
Sepanjang kolaborasi ini berjalan, kedua organisasi telah mencatatkan berbagai capaian strategis global, di antaranya:
- Menjangkau lebih dari 39.000 petani swadaya di Asia, Amerika Latin, dan Afrika Barat.
- Mendukung penerapan praktik pengelolaan berkelanjutan pada lebih dari 357.000 hektar lahan.
- Menghubungkan petani sawit swadaya di Kolombia ke dalam rantai pasok global Henkel lewat program FARM2BAR, serta mendorong adopsi minyak sawit berkelanjutan bersertifikat (CSPO).
Capaian Konkret di Kalimantan Barat: Legalitas hingga Hutan Desa
Di Indonesia, fokus program kemitraan ini diwujudkan di Kabupaten Sanggau dan Landak sepanjang periode 2022–2025. Solidaridad dan Henkel berhasil mendampingi penguatan legalitas serta keterlacakan seluas 1.914 hektar kebun sawit.
Selain itu, terdapat digitalisasi data terhadap 846 petani swadaya yang tergabung dalam 53 kelompok tani. Sebanyak 1.254 petani juga telah menerima pelatihan praktik budidaya berkelanjutan, di mana 627 petani di antaranya kini telah melangkah menuju tahap kesiapan sertifikasi RSPO.
Program ini turut memperkuat pengelolaan lanskap melalui penerbitan izin Hutan Desa Senyang Bentuang seluas 3.929 hektar yang memberikan manfaat langsung bagi 740 keluarga, serta mendorong kolaborasi multipihak lewat Forum Sabang Merah Berdompu.
"Penghargaan ini mencerminkan kekuatan kolaborasi jangka panjang dalam membangun rantai pasok kelapa sawit yang tangguh, sekaligus membuktikan bahwa peningkatan kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan dapat berjalan seiring," ujar Country Manager Solidaridad Indonesia, Yeni Fitriyanti.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KUD Permai Sanggau, Vincentius Sudirman, mengungkapkan bahwa pendampingan ini telah meningkatkan pemahaman para petani mengenai pentingnya praktik budidaya berkelanjutan, kemamputelusuran, serta penjagaan produktivitas lahan demi masa depan.