Ketua DPRD Kapuas Hulu Dukung Pengembangan Sawit Berkelanjutan di Kapuas Hulu

Ketua DPRD Kapuas Hulu Dukung Pengembangan Sawit Berkelanjutan di Kapuas Hulu

Kapuas Hulu, mediaperkebunan.id – Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Yanto, SP. menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Kapuas Hulu. Menurutnya, sawit memiliki potensi besar untuk menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat terutama di wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) namun harus dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian alam yang menjadi kekuatan utama Kapuas Hulu.

“Kapuas Hulu merupakan kabupaten terluas di Kalimantan Barat dengan luas sebesar 31.318,25 kilometer persegi dan lebih dari 56 persen wilayahnya berupa kawasan hutan lindung. Maka, langkah-langkah pengembangan sawit harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar tidak merusak keseimbangan ekologis yang kita miliki,” ungkap Yanto pada acara Pelatihan Teknis Petani Sawit bertema “Pengembangan Sawit untuk Kesejahteraan Masyarakat di Daerah 3T” yang diselenggarakan oleh POPSI beberapa waktu lalu.

Ia menilai bahwa perkebunan sawit berkelanjutan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain memberikan lapangan pekerjaan dan mendorong perbaikan infrastruktur, pengembangan sawit yang tepat juga berpotensi menekan angka kemiskinan di pedesaan. Namun, Yanto menekankan bahwa implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan terutama dari sisi pengetahuan petani, ketersediaan bibit unggul, dan akses terhadap sarana produksi.

“Sebagian besar petani di Kapuas Hulu masih minim pengetahuan tentang bibit unggul bersertifikat dan standar agronomi yang baik. Mereka membutuhkan pendampingan agar mampu menghasilkan sawit yang produktif dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Karena itu, Yanto mendorong kolaborasi erat antara pemerintah daerah, BPDP, asosiasi petani, perusahaan untuk memperkuat pengetahuan dan pemahaman petani sawit rakyat. Ia berharap kedepannya lebih banyak program pelatihan dan pendampingan teknis yang menjangkau langsung petani di tingkat kecamatan dan desa.

“DPRD akan terus menjadi representasi rakyat untuk memastikan kebijakan yang berpihak kepada petani. Kita ingin pembangunan perkebunan sawit bukan hanya menguntungkan dari sisi ekonomi, tetapi juga memajukan aspek sosial dan budaya secara berkelanjutan,” tambahnya.

Selain aspek pengetahuan, Yanto juga menyoroti ketimpangan antara perusahaan besar dan petani kecil di sektor sawit. Kapuas Hulu saat ini memiliki sekitar 24 perusahaan besar yang telah beroperasi, sementara perkebunan rakyat masih tergolong kecil dan belum optimal untuk mendorong ekonomi daerah.

“Harus ada langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan ini. Pemerintah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan perlu duduk bersama mencari solusi konkret mulai dari akses bibit unggul, pupuk, hingga pasar hasil panen petani rakyat,” tegasnya.

Dengan potensi lahan yang luas dan semangat masyarakat yang tinggi, Ketua DPRD Kapuas Hulu optimistis Kapuas Hulu dapat menjadi contoh daerah 3T yang berhasil mengembangkan sawit secara berkelanjutan. Ia berharap sinergi antara pihak terus diperkuat agar sawit benar-benar menjadi berkah bagi kesejahteraan rakyat sekaligus menjaga kelestarian alam di jantung Kalimantan.

“DPRD siap menjadi jembatan aspirasi agar kebijakan daerah benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ucapnya.