13 October, 2019

CIBITUNG, Perkebunannews.com – Politeknik Citra Widya Edukasi (CWE) meluluskan 100 taruna program pendidikan dan pelatihan setara diploma satu (D1) kelapa sawit angkatan ke-3. Selain mendapat ijazah, taruna juga dibekali sertifikat kompetensi setingkat mandor.

Direktur Politeknik CWE St Nugroho Kristono mengatakan, penyelenggaraan program pelatihan setara D1 tahun ini merupakan program terakhir yang diselenggarakan Poltek CWE bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP). “Selanjutnya Poltek CWE akan berkonsentrasi penuh mendidik mahasiswa program D3 dan D4,” ujarnya dalam acara wisuda D1 Angkatan III di Kampung CWE, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/8).

Nugroho menyebutkan, program pelatihan dan pedidikan setara D1 tahun 2019 diikuti sebanyak 100 siswa dari 16 provinsi sentra kelapa sawit di Indonesia. Peserta pelatihan terbanyak berasal dari Riau berjumlah 28 taruna dan dan Aceh 18 taruna.

Lebih lanjut Nugroho menuturkan, seperti angkatan ke-2 (2018), lulusan angkatan ke-3 (2019), selain ijazah taruna juga mendapat sertifikasi kompetensi setingkat mandor. “Dengan sertifikat profesi ini akan melengkapi ijazah yang didapakan taruna,” jelasnya.

Menurut Nugraho, sertifikat profesi menunjukkan seseorang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Hal ini dibuktikan sebanyak 37 lulusan program setara D1 angkatan III ini yang diselenggarakan CWE telah diterima di PT Citra Borneo Indah (CBI) dan 17 taruan lainnya direkrut PT Bumitama Gunajaya (BGA).

Nugroho menjelaskan, program D1 seluruh angkatan semuanya dibiayai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) bekerja sama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo).

Sementara itu, dalam laporannya Achdiat Lexi Siregar menyebutkan, program pendidikan setara D1 mulai dilaksanakan Oktober 2018 dan selesai pada Oktober 2019 ini. “Sebelum mulai perkuliahan, taruna telah diberikan pembinaan mental fisik dan disiplin (Bintalfisdis) di Kebun Pendidikan Politeknik CWE di Kabupaten Subang selama 5 hari,” jelasnya.

Program pendidikan, Lanjut Lexy, disusun selama 12 dan dibagi menjadi 2 semester dengan program selama 9 bulan dikelas untuk belajar teori dan dan praktek budidaya. Selanjutnya, selama 3 bulan taruna Praktek Kerja lapangan yang ditempatkan di lokasi kebun perusahan besar swasta PT PT Citra Boerneo Indah di Kalimantan Tengah dan di akhiri dengan Uji Kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Perkebunan dan Hortikultura (LSP-PHI Jakarta.

Hadir dalam acara wisuda itu antara lain Direktur Penyeluran Dana BPDPKS Edo Wibowo, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perkebunan Hortikultura Indonesia Darmanysah Basarudin, perwakilan perusahaan, dan orangtua taruan. (YR)

(Visited 181 times, 1 visits today)