15 November, 2019

JAKARTA, Perkebunannews.com – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (“Perseroan”, “DSNG”) membukukan penjualan kuartal III tahun 2019 sebesar Rp 4 triliun, naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan itu didorong naiknya volume penjualan dari segmen usaha kelapa sawit, meskipun harga penjualan CPO Perseroan mengalami penurunan.

Dalam laporannya, DSNG mencatat sampai dengan September 2019, volume penjualan CPO perseroan tercatat sebesar 464 ribu ton. Angka penjualan itu naik 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekitar 20 persen disumbang dari kebun baru yang diakuisisi perseroan pada akhir 2018.

Sedangkan harga penjualan rata-rata CPO perseroan dalam sembilan bulan pertama tahun ini turun sebesar 16 persen dari Rp 7,5 juta ton menjadi Rp 6,3 juta ton. Segmen kelapa sawit memberikan kontribusi 82 persen dari pendapatan DSNG.

Dengan kinerja tersebut, DSNG masih mampu mencatat perolehan EBITDA hingga kuartal III 2019 sebesar Rp 845 miliar, turun sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan margin EBITDA sekitar 21 persen. Sedangkan laba operasi tercatat sebesar Rp 459 miliar, turun 24% dibandingkan laba operasi periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo mengatakan, penurunan kinerja finansial tersebut terutama disebabkan harga jual CPO yang masih rendah dibandingkan tahun lalu. Meskipun dalam dua bulan terakhir ini harga CPO mulai bergerak naik.

“Kami berharap harga CPO terus bergerak naik sampai akhir tahun, khususnya sebagai dampak dari penerapan kebijakan B20 dan rencana B30 dari pemerintah pada tahun depan, yang mendorong permintaan CPO dari dalam negeri,” ujar Andrianto Oetomo dalam keterangannya. (YR)

(Visited 14 times, 1 visits today)