2nd T-POMI
2023, 8 Desember
Share berita:

Cianjur , Mediaperkebunan.id

Setelah sukses Gerakan Percepatan Tanam Padi MT 1 (OKMAR) di Karawang beberapa waktu lalu, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan kembali melakukan Gerakan Percepatan Tanam komoditas Jagung MT 1 secara simbolis di lahan seluas 3 ha, Kampung Cipakis Desa Cidamar Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/12).

Kegiatan ini selaras dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, demi memperkuat akselerasi produksi komoditas nasional, khususnya padi dan jagung selama Oktober – Maret (OKMAR) agar terjaganya kestabilan harga dan menekan impor kebutuhan pangan nasional serta mendukung optimalisasi lahan pertanian melalui peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan.

Kegiatan ini meraih respon positif dari para petani yang hadir, sebanyak 102 orang dari 3 kelompok tani yaitu Kelompok Tani Subur Tani, Kelompok Tani Cisela, dan Kelompok Tani Gemah Tani. Bersamaan dengan ini gerakan ini dilakukan juga penanaman secara bertahap dengan total 1.200 ha.

Perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Dadan Hendayana sangat mendukung gerakan tanam jagung di Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur. “Hal ini tentu berdampak positif terhadap peningkatan produksi dan produktivitas jagung tahun depan, apalagi ditambah dengan komoditas padi yang dibudidayakan petani saat ini sangat fluktuatif, sehingga bisa dilakukan alternatif penanaman jagung maupun kedelai. Dengan adanya bantuan pemerintah pusat untuk jagung ini, tentu sangat mendukung dan bermanfaat bagi petani disini,” ujar Dadan.

Diketahui bahwa, potensi lahan untuk gerakan tanam jagung MT-1 dengan jenis jagung hibrida di Jawa Barat seluas 11.154 Ha, untuk Kabupaten Cianjur terdapat potensi seluas 2.400 Ha yang difasilitasi oleh kegiatan optimalisasi percepatan peningkatan produksi jagung seluas 1.820 Ha terdiri dari 74 poktan penerima bantuan dengan total jumlah penerima bantuan di Kecamatan Cidaun yaitu sebanyak 52 poktan. Kementerian Pertanian menganggarkan 1T yang dibagikan ke seluruh wilayah optimalisasi ini.

Baca Juga:  KEMENTAN DORONG BUDIDAYA SERAI WANGI DI BREBES

Pada kesempatan yang berbeda Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengatakan, di Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur memiliki potensi yang besar, sehingga diharapkan gerakan tanam jagung MT-1 ini dapat memacu pertumbuhan produksi dan produktivitas jagung di Kabupaten Cianjur secara berkala setelah panen pertama yang diperkirakan mencapai 3 – 6 ton per ha pada Maret 2024.

Andi Nur optimis kedepannya juga bisa dilakukan integrasi khususnya dengan komoditas perkebunan setelah melihat potensi kelapa genjah, cengkeh, dan pala sehingga tidak ada lahan tidur di Kecamatan Cidaun.

Salah satu petani, Asep Irawan mengapresiasi upaya pemerintah baik pusat maupun daerah dalam memberikan bantuan, baik berupa benih ataupun fasilitasi bantuan lainnya.

Asep berharap, “Kedepannya bantuan pemerintah dapat dirasakan juga oleh kelompok tani yang belum pernah mendapatkan bantuan, khususnya terkait alat mesin pertanian seperti traktor.”

Merespon hal ini, Ditjen Perkebunan menyampaikan bahwa lingkup kegiatan optimalisasi tidak hanya berfokus pada bantuan benih, tetapi juga melibatkan seluruh Direktorat Jenderal Teknis di Kementerian Pertanian termasuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, sehingga upaya pengajuan proposal kebutuhan traktor dibantu dikawal dengan mengisi CPCL terlebih dahulu.

Pada moment tanam di cianjur ini, Kepala UPTD Pelayanan Pertanian Cidaun Wawan Kuswa mengatakan, “Diharapkan kegiatan tanam jagung ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi dan produktivitas saja, tetapi juga bisa menjadi sarana pengembangan kapabilitas petani, seperti meminimalisir rantai pasok sehingga pendapatan petani meningkat.”