2nd T-POMI
2024, 11 Februari
Share berita:

Jakarta, Mediaperkebunan.id – Pembahasan menarik tentang Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sebagai pabrik makanan dipaparkan oleh anggota Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI), Edward Silalahi jelang acara 2nd TPOMI 2024.

Dengan status PKS sebagai pabrik makanan, ada hal yang perlu ditekankan pada para pekerja yang terlibat. Karena CPO akan diproduksi sebagai minyak masakan, syarat utama dalam supply chain-nya adalah bersih, safety, efisiensi dalam pengolahannya (energi, penggunaan air), pengelolaan limbah (environmen friendly), dan kepatuhan terhadap segala aturan yang berlaku.

Dalam pernyataannya, Edward mengatakan bahwa para pelaku yang masih merasa bahwa PKS bukan pabrik makanan harus bergeser ke arah yang benar, yaitu PKS yang kotor harus ditinggalkan. Teknologi PKS diakui Edward dari sejak 100 tahun lalu memang tidak banyak perubahan.

“Saya pernah kedatangan pakar dari Jepang yang akan memodernasi PKS. Dia berkunjung ke pabrik dan setelah melihat prosesnya berjanji akan melakukan pembaruan teknologi. Tetapi sudah 5 tahun dia belum datang lagi,” katanya.

Ternyata, hal tersebut terjadi karena pembaruan teknologi yang punya biaya sangat tinggi. Contohnya sterilisasi dan perebusan bisa menggunakan teknologi mikrowave dalam ruangan besar.

Dengan cara ini tidak perlu menggunakan banyak air dan tekanan tinggi. Tetapi teknologi ini butuh energi yang sangat besar dan biaya yang sangat tinggi. Karena itu tidak diaplikasikan.

Filosofi bersih (clean) pada PKS sebagai pabrik makanan sendiri punya beberapa aspek yang harus dilakukan, berikut di antaranya:

  1. Cleaning: tempatkanlah barang pada tempatnya (jadwal kebersihan tahunan)
  2. Preventive maintenance: deteksi dan periksa/inspeksi mesin tahunan/bulanan/mingguan/harian, cek kebocoran pipa, cov, ducting, cek getaran-getaran, bau, suhu, udara, dll.
  3. Correct (lakukan dengan benar): persiapkan material, alat dan tenaga kerja yang tepat/sesuai, perbaiki kerusakan-kerusakan, tempel dan ganti yang bocor.
Baca Juga:  Kelapa Pandan Wangi Peluangnya Besar

PKS sebagai pabrik makanan juga harus memperhatikan beberapa hal, yaitu manajemen biaya (harus efektif dan efisien); kualitas (memenuhi keinginan konsumen); Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3); bersih dan rapi; ramah lingkungan untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan.

PKS sebagai pabrik makanan harus menerapkan 5R

Pola pikir (mindset) pabrik makanan adalah Total Productive Maintenance sehingga mencapai zero losses, zero defect, zero accident. Pondasi PKS sebagai pabrik makanan adalah 5R, apakah itu?

5R terdiri dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin:

  1. Ringkas: singkirkan yang tidak perlu dari meja kerja
  2. Rapi: simpan sesuai tempatnya
  3. Resik: bersihkan dari debu dan kotoran
  4. Rajin: jadikan budaya dan kebiasaan yang baik.

PKS sebagai pabrik makanan harus melakukan aktivitas THE CLAIR

Autonomos Maintenance atau autonomus care (kesadaran pemeliharaan secara otomatis) mengacu pada front line maintenance pada organisasi lain. Dalam kesadaran pemeliharaan secara otomatis, kita perlu mengenal aktivitas The CLAIR.

The CLAIR (Clean, Lubricate, Adjust, Inspect, and Repair) merupakan aktivitas yang dilakukan di bawah autonomous care. Aktivitas ini kombinasi dari strategi 5R di atas yang telah dijelaskan di atas yang diarahkan dengan frekuensi tinggi oleh staf di garis terdepan.

PKS Harus Bersih, Berikut yang Harus Dilakukan pada Mesin

Pilar 1 filosofi autonomos maintenance adalah memaksimalkan efektivifas mesin dan peralatan, dicapai dengan perawatan mesin dan peningkatan motivasi dari manusia yang bekerja dalam perusahaan itu. Harus terjadi perubahan pola pikir dari operator dari I run it you fixed it (saya mengoperasikan anda yang memperbaiki) menjadi I care (saya peduli).

Pilar 1 filosofi autonomos maintenance adalah memaksimalkan efektivifas mesin dan peralatan, dicapai dengan perawatan mesin dan peningkatan motivasi dari manusia yang bekerja dalam perusahaan itu. Harus terjadi perubahan pola pikir dari operator dari I run it you fixed it (saya mengoperasikan anda yang memperbaiki) menjadi I care (saya peduli).

Baca Juga:  Teknologi Pabrik Kelapa Sawit Indonesia Sulit Ditingkatkan, Ini Penyebabnya!

Mesin ibarat bayi , operator adalah orang tua dan teknisi adalah dokter, dilaksanakan oleh kelompok kerja dan small group activity. Berikut beberapa langkah dalam memperbaiki mesin PKS:

  1. Langkah 0 (persiapan) adalah dengan membangun motivasi. Operator diajak berpikir mengapa terjadi penurunan karena ulah orang dan mengapa diperlukan perawatan mandiri, memahami pentingnya keselamatan kerja dalam menjalankan perawatan mandiri.
  2. Langkah 1,2 dan 3 adalah melakukan perubahan pada mesin. Perbaiki penyimpangan, membersihkan adalah inspeksi, inspeksi adalah menemukan penyimpangan, penyimpangan harus diselesaikan melalui kaizen. Kemampuan menemukan penyimpangan dan melakukan kaizen meningkat.

Dampak defect/breakdown menurun, operator berubah. Perubahan pola pikir defek dan kerusakan di tempat kerja sangat memalukan. Perubahan aktivitas upaya positif untuk melaksanakan kaizen dalam perawatan. Hasilnya adalah perbaikan dan peningkatan. Keberhasilan itu tercermin pada rasa keberhasilan. Kalau belum ada hasilnya berarti orang dan pola pikirnya belum berubah.

2nd Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia ,Conference and Exhibition(TPOMI) sendiri yang akan diselenggarakan tanggal 18-19 Juli mendatang di Bandung.