Tag: p-news

PENYEBAB INDUSTRI KELAPA KEKURANGAN BAHAN BAKU

Terjadinya kelangkaan bahan baku kelapa bagi industri nasional beberapa waktu yang lalu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah produktivitas kelapa nasional yang masih rendah yaitu hanya 1,1 ton kopra/ha/tahun padahal potensi produksinya bisa mencapai 2,8 ton kopra/ha/tahun. Fadjry Djufry, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Balitbang Kementan menyatakan hal ini. Penyebab rendahnya produktivitas adalah

Perkebunan Penyelamat Dunia

Saat ini dunia tengah menghadapi ancaman pemanasan global akibat akumulasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfir termasuk di antaranya CO2 (karbondioksida). Beruntung, 25 persen dari emisi karbon dari dampak aktivitas manusia diserap oleh tanaman. Sebagaimana diketahui jika tanaman menyerap karbondioksida dari udara air, dan dengan kombinasi air serta sinar matahari, menggerakkan proses fotositesis untuk menghasilkan

2017, Ditjen Bun Siapkan 35,5 Miliyar untuk Komoditas Kopi

Melihat tingginya permintaan akan kopi Indonesia maka Ditjen Perkebunan (Ditjen Bun) Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan dana sebesar Rp 35,5 miliyar untuk meningkatkan produksi kopi nasional. “Jadi untuk meningkatkan produksi kopi nasional maka kita telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 35,5 milyar untuk tahun 2017 ini,” kata Dirjen Perkebunan Kementan, Bambang. Adapun dana tersebut, menurut Bambang

Dirjen Perkebunan: Perbankan Janganlah Ragu Menyalurkan Kredit untuk Petani

Semakin tingginya permintaan maka semakin tinggi pula harganya begitulah yang terjadi pada komoditas kopi. Namun saat ini yang menjadi permasalahan dalah banyaknya tanaman kopi yang saat ini sudah tua dan perlu di replanting. “Atas dasar itulahperbankan jangan ragu untuk menyalurkan kredit kepada petani kopi yang akan digunakan untuk melakukan replanting,” jelas Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian,

INDEF: Menteri Pertanian Bukanlah Menteri Pangan

Melihat program kerja Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang hanya fokus kepada peningkatan produksi beras, jagung (pajale) plus daging sapi dan kerbau membuat pengamat ekonomi bertanya-tanya, sebab yang namanya pertanian bukan hanya pangan plus daging sapi dan kerbau. “Jadi jika Pak Mentan hanya mengurusi pangan saja maka suruh jadi Dirjen Pangan saja jangan jadi

Indonesia Jadi Importir Kelapa Jika Tidak Diselamatkan

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Bambang, menyerukan agar semua kekuatan Indonesia harus bergerak untuk memperkuat kembali dan menyelamatkan komoditas kelapa ke depan. “Kalau sampai kita lengah, saya kira 20 – 30 tahun yang akan datang, kita mungkin jadi negara pengimpor kelapa,” ujarnya. Bambang mengakui, sekarang ini rata-rata pohon kelapa tinggi, namun buahnya jarang. “Begitu harganya

TEKNOLOGI PUAS PUSLITKOKA BANGKITKAN OPTIMISME PELAKU USAHA

Produksi kakao tahun ini diperkirakan hanya 350.000 ton saja, semakin menurun dari 377.000 ton tahun 2015. Kalau tidak ada yang dilakukan maka 3 tahun ke depan produksi kakao tinggal 250.000 ton. “Padahal kapasitas produksi industri pengolahan semakin bertambah. Saya tadinya pesimis dengan masa depan kakao Indonesia. Tetapi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia rupanya tidak

PASAR ASPAL KARET DALAM NEGERI DAN EKSPOR

Harga karet saat ini sudah mulai merangkak naik dimana sampai 15 Desember 2015 sudah sampai USD2,13/kg. “Saat ini petani yang tadinya menjerit sudah mulai tersenyum, meskipun masih senyum kecut. Harga kompromi yang ideal adalah USD2,5-3/kg. Dengan harga ini produsen untung konsumen tidak berat,”kata Direktur Pusat Penelitian Karet Indonesia, Karyudi. Salah satu cara mendongkrak harga karet

Harga Kakao November 2016

Fermented Padang, Sumbar : 38.450 Yogyakarta, DIY : 30.400 Jawa Timur : 27.000 Denpasar : 43.000 Makassar, Sulsel : 41.000 Manokawari, Papbar: 30.000 Un- fermented Padang, Sumbar : 33.500 Jambi : 30.000 Lampung : 27.500 Bandung, Jabar : 25.650 Yogyakarta, DIY ; 24.800 Denpasar : 40.000 Kendari, Sultra : 29.900 Red: Harga dalam rupiah satuan

Harga Karet Lump November 2016

Medan, Sumut : 8.400 Jambi : 8.125 Pekanbaru, Riau : 7.800 Palembang, Sumsel : 16.585 Bandung, Jabar : 10.400 Palangkaraya, Kalteng : 8.500 Banjarmasin, Kalsel : 7.725 Sumber : Kementerian Pertanian Catatan: Harga dalam satuan rupiah

Dirjen Perkebunan Usulkan BK 20% untuk Biji Kakao Asalan

Pengenaan BK (Bea Keluar) kakao yang mencapai 0 – 15 persen saat ini sudah berhasil meningkatkan industri kakao didalam negeri. Atas dasar itulah Bambang Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian berharap agar BK untuk biji kakao asalan ditingkatkan menjadi 20 persen. “Saya berharap untuk BK biji kakao asalan bisa menjadi 20 persen, sedangkan untuk kakao fermentasi tidak

Kopi Indonesia Dihargai Mahal Di Italia

Kopi Indonesia sangat diminati di luar negeri khususnya di Italia. Bahkan saat ini dianggap sebagai kopi mahal. Demikan menurut Roberto, seorang trader asal Italia yang lama tinggal di Indonesia. Para penikmat kopi di Italia menyukai kopi asal Indonesia. Adapun kopi arabika yang paling disukai adalah dari Sumatera khususnya kopi Gayo. Hanya harga kopi Sumatera cukup