Tag: karet

Yara Solusi Peningkatan Produktivitas

Produktivitas tanaman yang terus meningkat sudah menjadi dambaan bagi petani pekebun, karena kaitannya erat dengan kesejahteraan hidup. Namun untuk mencapainya, tanaman harus diberi pupuk yang berkualitas dan pemupukan yang tepat. Yara merupakan salah satu produsen pupuk yang dikenal petani di seluruh dunia. Pupuk yang berasal dari Norwegia ini sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas

UNTUK TAHUN PERBENIHAN, BALITTRI HASILKAN BENIH DENGAN SENTUHAN TEKNOLOGI

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Fadjry Djufry menyatakan dalam rangka mendukung tahun perbenihan 2017/2018 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Balitbangtan Kementan RI melalui Balittri mendapat tugas untuk menyiapkan bibit tanaman kopi, kakao dan karet dengan dukungan teknologi pembibitan/pembenihan yang tersedia. Menurut Syafaruddin, Kepala Balittri yang akrab disapa dengan panggilan Deden, total benih siap salur

WPLACE 2017: Memprediksi dan Strategi Penguatan Perkebunan

Benar, bahwa dunia masih mengakui Indonesia sebagai penghasil atau pemasok hasil-hasil perkebunan. Melihat hal ini maka PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menggelar World Plantation Conferences and Exhibition 2017 (WPLACE-2017) yang akan diselenggarakan pada tanggal 18 – 20 Oktober 2017 di Jakarta. “Jadi dengan dalam WPLACE-2017 ini akan dibahas bagamaiana komoditas perkebunan di Indonesia kedepan dan

POLA RUANG PERKEBUNAN KALBAR DIDESAIN ULANG

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan melakukan desain ulang pola ruang perkebunan untuk mengantisipasi konflik di masa mendatang. “Kedepan konflik bukan lagi masalah tenurial tetapi tata niaga, terutama dengan maraknya kebun kelapa sawit swadaya,” kata Florentinus Anum, Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Barat kepada Perkebunannews.com. Kalau tidak diantipasi dari sekarang, 2 tahun ke depan masalah di Sumatera

Kementan Membenarkan Neraca Perdagangan Ditopang Perkebunan

Harus diakui, bahwa ekspor hasil perkebunan turut andil yang cukup besar dalam mendongkrak neraca perdagangan, hal tersebut terlihat dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor komoditas pertanian bulan Januari hingga Agustus 2017 mencapai USD 22,18 miliar, sedangkan nilai impor hanya USD 11,20 miliar, sehingga surplus USD 10,98 miliar.

Jokowi Menghimbau Waktunya Mengarah Agribisnis

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritisi cara peningkatan kesejahteraan petani atau nilai tukar petani yang dalam beberapa tahun terakhir selalu berkutat pada on farm-nya, selalu berkutat pada sektor budidaya, dan cenderung melupakan proses bisnisnya. Padahal, nilai tambah yang tinggi, nilai tambah yang besar itu berada pada proses agrobisnisnya. “Inilah paradigma yang harus kita ubah. Jangan sampai

Harga Karet Lump Agustus 2017

Aceh Tamiang, NAD : 6.695 Tanah Datar : 5.695 Kampar, Riau : 6.055 Banyuasin, Sumsel : 7.769 Cianjur, Jabar : 6.000 Kapuas, Kalteng : 6.125 Banjar, Kalsel : 6.600 Bulukumba, Sulsel : 5.000 Sumber : Kementerian Pertanian Red : Harga dalam satuan rupiah perkilogram

MPPI: Tidak Ada Benih Berarti Tidak Ada Pangan

Benih dibutuhkan tapi tidak diprioritaskan yang terdengar hanya benih jagung dan padi. Padahaal kita juga membutuhkan benih kelapa dalam, tebu dan lainnya yang berpotensi untuk mendukung kedaulatan pangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI), Herman Khaeron, di Jakarta. Lebih lanjut, Herman menyayangkan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali plasma nutfah yang

WPLACE 2017: Ajang Pertemuan Perkebunan Indonesia

Memang hasil perkebunan di Indonesia rata-rata masuk lima besar di dunia, tapi jika semuanya digabungkan maka akan menjadi yang terbesar di dunia. atas dasar itulah PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menyelenggarakan World Plantation Conferences and Exhibition (WPLACE) 2017. Contohnya, karet dan lada yang saat ini sebagai peringkat nomor dua, kakao dan kopi peringkat nomor tiga,

Harga Karet Lump Masih Mengkeret

Harga Karet Lump di tingkat petani masih mengkeret jika dibandingkan harga pada Juni lalu. Pergerakan harga tidak signifikan. Berikut harga karet Lump Juli di beberapa daerah di Indonesia. Aceh Tamiang, NAD : 6.840 Tanah Datar : 5.825 Kampar, Riau : 6.000 Banyuasin, Sumsel : 7.769 Cianjur, Jabar : 4.000 Kapuas, Kalteng : 6.125 Banjar, Kalsel

Harga Karet Juni 2017

Karet Lump Aceh Tamiang, NAD : 6.460 Tanah Datar : 7.450 Kampar, Riau : 6.000 Banyuasin, Sumsel : 7.690 Cianjur, Jabar : 6.150 Kapuas, Kalteng : 6.125 Banjar, Kalsel : 6.000 Bulukumba, Sulsel : 6.800

APPI: Pemerintah Perhatikanlah Penangkar Perkebunan

Sangat disayangkan bila pemerintah kurang memerhatikan penangkar perkebunan, padahal penangkar salah satu komponen dalam sub sektor perkebunan yang tidak dapat diindahkan terkait ketersediaan bahan tanam unggul. Melihat hal tersebut maka dibentuklah Asosiasi Penangkar Perkebunan Indonesia (APPI). Sebab harus diakui bahwa saat ini pemerintah kurang memperhatikan para penangkar perkebunan. Disisi lain, penangkar adalah pihak yang paling