Tag: karet

Pemerintah Menyediakan Benih Perkebunan Secara Swakelola

Merespon berbagai program pengembangan yang akhirnya tidak berjalan dengan baik karena aspek perbenihan dan banyaknya masalah terkait mutu benih di kegiatan sebelumnya maka Ditjebun melakukan sebuah perubahan kebijakan perbenihan. Dimana kegiatan perluasan dan peremajaan pada setiap daerah harus didasarkan pada ketersediaan benih. Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Perkebunan. Ir Bambang, MM dalam arahnya pada Rapat Koordinasi

Tanaman Perkebunan Lebih Menguntungkan

Banda Aceh – Sebaiknya Gubernur, Walikota, dan Bupati untuk mulai mencari tanaman-tanaman unggulan di daerahnya yang memiliki harga jual yang baik. Janganlah terpaku pada tanaman-tanaman tertentu saja Hal tersebut diutarakan oleh Presiden RI, Joko Widodo dalam pembukaan Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) ke-15 Tahun 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Gampong Lhong Raya, Banda Aceh, Provinsi

Harga Karet Lump Maret 2017

Asahan, Sumut : 6.500 Dharmas Raya, Sumbar: 11.500 Jambi : 8.500 Kampar, Riau : 10.700 Banyuasin, Sumsel : 12.750 Sukabumi, Jabar : 8.500 Kapuas, Kalteng : 10.500 Tanah Bumbu, Kalsel : 10.000 Bulukumba, Sulsel : 7.500 Red : Harga Grosir di tingkat Kabupaten dalam rupiah per Kg Sumber : Kementerian Pertanian

Waktunya Menggerakkan Agro Industri Pedesaan

Benar Indonesia dikenal sebagai eksportir terbesar komoditas perkebunan, tapi sangat disayangkan jika ekspor tersebut masih dalam bentuk bahan mentah. Atas dasar itulah sudah saatnya menggerakan agro industri pedesaan, dengan merubah dari memproduksi bahan mentah menjadi minimal barang setengah jadi. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang dalam peluncuran World Plantations Confrence &

Roda Ekonomi Nasional Digerakan Petani Pekebun

Makasar – Sudah terbukti trilliunan rupiah setiap tahun disumbangkan oleh petani perkebunan. Angka tersebut akan lebih tinggi lagi jika kita mampu meningkatkan produktivitas dan merehabilitasi kebun kebun petani yang ada saat ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur jenderal Perkebunan, Bambang saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan Perkebunan Tahun 2017, Kamis (16/2/2017) di Makasar, Sulawesi Selatan.

INDEF: Menteri Pertanian Bukanlah Menteri Pangan

Melihat program kerja Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang hanya fokus kepada peningkatan produksi beras, jagung (pajale) plus daging sapi dan kerbau membuat pengamat ekonomi bertanya-tanya, sebab yang namanya pertanian bukan hanya pangan plus daging sapi dan kerbau. “Jadi jika Pak Mentan hanya mengurusi pangan saja maka suruh jadi Dirjen Pangan saja jangan jadi

Harga Karet Lump November 2016

Medan, Sumut : 8.400 Jambi : 8.125 Pekanbaru, Riau : 7.800 Palembang, Sumsel : 16.585 Bandung, Jabar : 10.400 Palangkaraya, Kalteng : 8.500 Banjarmasin, Kalsel : 7.725 Sumber : Kementerian Pertanian Catatan: Harga dalam satuan rupiah

Harga Karet Lump Oktober 2016

Medan, Sumut : 8.300 Jambi : 8.000 Pekanbaru, Riau : 7.650 Palembang, Sumsel : 11.900 Bandung, Jabar : 4.900 Palangkaraya, Kalteng : 7.850 Banjarmasin, Kalsel : 7.500 Red : Harga di atas dalam satuan rupiah per kilogram Sumber : Kementerian Pertanian

Harga Karet Lump Agustus 2016

Medan, Sumut : 6.970 Jambi : 8.000 Pekanbaru, Riau : 6.370 Palembang, Sumsel : 11.700 Bandung, Jabar : 5.150 Palangkaraya, Kalteng : 6.750 Banjarmasin, Kalsel : 6.000 Jayapura, Papua : 5.860 Red : Harga di atas dalam rupiah Sumber : Kementerian Pertanian

Harga Grosir Karet Lump Juli 2016

Medan, Sumut : 7.000 Jambi : 8.000 Pekanbaru, Riau : 6.000 Bandung, Jabar : 5.300 Palangkaraya, Kalteng : 6.700 Banjarmasin, Kalsel : 6.100 Jayapura, Papua : 6.000 Red : Harga dalam rupiah per kilogram Sumber : Kementerian Pertanian

Industri Perkebunan untuk Pemerdekaan

Suatu komoditas bisa dapat berkembang jika diiringi dengan industrialisasi.Namun sangat disayangkan jika saat ini Indonesia hanya pandai atau juara dibidang bahan baku yang tidak diiringi dengan produk-produk hilirisasi. Agus Pakpahan Ketua Badan Eksekutif Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) mngakui bahwa perkebunan Indonesia sudah sangat maju tetapi masih sebatas di hulu. Hal tersebut polanya persis