TEBU

SWASEMBADA GULA BELUM JELAS IMPLEMENTASINYA

Indonesia sejak puluhan tahun lalu sudah mencanangkan swasembada gula. Sayang kebijakan untuk mencapai swasembada gula ini masih belum jelas implementasinya. Aris Toharisman, Sekjen IKAGI (Ikatan Ahli Gula Indonesia) menyatakan hal ini pada Perkebunannews.com. “Kalau sudah bertekad swasembada harusnya segala upaya dikerahkan untuk mencapainya. Harus berhati-hati terhadap impor gula. Impor gula harus sesuai neraca kebutuhan,” katanya.

USULAN APTRI AKAN DIMASUKKAN DALAM KEBIJAKAN PERGULAAN NASIONAL

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kepala Staf Presiden Moeldoko menyampaikan usulan petani hasil rakernas di Yogyakarta. Menurut Arum Sabil, Ketua Dewan Pembina DPP APTRI , usulan petani yang disampaikan adalah : Kepastian nilai pembelian gula petani agar ditetapkan H-3 bulan sebelum petani

UPAYA KEMENTAN TINGKATKAN PRODUKSI GULA

Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas gula, Kementerian Pertanian melakukan berbagai upaya. Di antaranya peremajaan kebun dengan bongkar ratoon, penelitian oleh Balitbangtan yang menghasilkan varietas baru dengan produktivitas tebu 140 ton/ha, revitalisasi Pabrik Gula (PG) lama dan membuka kebun dan PG baru di luar Jawa. Kuntoro Boga Andri,Kepala Biro Humas Kementerian Pertanian menyatakan hal ini. “Melalui

APTRI MINTA SK MENPERINDAG 527/2004 DIBERLAKUKAN KEMBALI

Tiga tahun terakhir petani tebu merasakan tidak ada keberpihakan pemerintah. Akibatya petani enggan menanam tebu, banyak yang beralih pada tanaman lain, PG kekurangan bahan baku dan tutup, produksi gula turun. Abdul Wachid, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia menyatakan hal ini pada Perkebunannews.com. “PTPN 11 PG nya berkurang dari 17 tinggal 14. PTPN 10

BALITTAS DAMPINGI PG BARU

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Puslitbangbun baru 6 tahun memegang mandat meneliti tebu. Meskipun demikian sudah dipercaya mendampingi beberapa PG baru terutama untuk uji varietas apa saja yang cocok . Prof Dr Drs Subiyakto MP, Penaggung Jawab Program Tanaman Pemanis, Balittas Malang menyatakan hal dalam perbincangan dengan Perkebunannews. Saat ini Balittas bekerjasama dengan PT

Tebu Unggul Spesifik Lokal

Sebagai sentra tebu utama, Jawa Timur memiliki berbagai macam varietas tebu unggul. Dua varietas hasil persilangan Pusat Penelitian Pengembangan Gula Indonesia (P3GI) ini merupakan varietas tebu unggul teranyar. Verietas PSBK 061, misalnya, bobot tebu yang dihasilkan mencapai 1.566 kuintal (ku) per hektar (Ha) dan hablur 181,4 ku/Ha. Sedangkan varietas PSBK 051 bobot tebunya mencapai 1.478

PG BAGUS HARUS DIIKUTI TEBU BAGUS

PTPN XI yang mendapat dana Penyertaan Modal Negara Rp1,6 triliun saat ini sedang melakukan revitalisasi PG. “Dana ini kita gunakan seoptimal mungkin untuk revitalisasi PG, “ kata Moh Cholidi, Direktur Utama PTPN XI. “Harap diingat pabrik yang bagus bukan segala-galanya. Di Jatim ada PG baru dengan mesin yang modern, ternyata rendemennya rendah. Artinya PG yang

PENYELESAIAN MASALAH GULA AKAN SELESAIKAN MASALAH PERTANIAN

Ketua Dewan Pembina APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), Arum Sabil, menyatakan kalau masalah gula tidak dapat diselesaikan maka masalah pertanian dan peternakan di Indonesia pasti juga tidak dapat diselesaikan. “Penyelesaian masalah gula paling gampang, sistemnya sudah ada dan berjalan. Kalau gula bisa diselesaikan maka masalah pertanian dan peternakan juga bisa diselesaikan,” katanya seusai penutupan

Tebu Dataran Tinggi dari Kerinci

Kabupaten Kerinci, Jambi, ternyata memiliki potensi varietas tebu bernilai ekonomi yang sangat penting bagi masyarakatnya. Dengan produk berupa gula merah, pendapatan bersih petani tebu mencapai sebesar Rp 4 hingga Rp 7 juta per bulannya. Nilai itu setara dengan 2-3 kali pendapat petani kelapa sawit saat ini. Tebu dataran tinggi di Kerinci yang dinamakan Agribun Tebu

INDIA MINTA TEBU TRANSGENIK PTPN XI

Tebu Transgenik tahan kekeringan yang merupakan hasil penelitian bangsa sendiri yaitu PTPN XI dan Universitas Jember ,sudah diminta India untuk dikembangkan di sana. Bambang Purwantara, Direktur Indonesia Biotechnology Information Centre menyatakan hal ini. Permintaan India belum bisa dipenuhi karena belum semua uji supaya benih ini bisa beredar diselesaikan. Tebu transgenik ini sudah lulus dalam pengujian

IMPOR RAW SUGAR BUMN SUDAH BIASA

Kebijakan Menteri BUMN yang minta kepada Menteri Perdagangan supaya PTPN X diberi ijin impor raw sugar sebesar 381.000 ton untuk menunjang jaminan rendemen petani 8,5% menurut Ketua Dewan Pembina DPP APTRI Arum Sabil adalah hal yang wajar dan biasa. DPP APTRI tidak mempermasalahkan karena impor raw sugar untuk mengatasi idle capacity oleh pabrik gula di

Pengusaha Mamin Pembohong!

Berbagai dilakukan oleh industri makanan dan minuman (mamin) untuk mendapatkan gula kristal rafinasi (GKR). Kamajaya Direktur Utama Pabrik Gula (PG) Gendis Multi Manis(GMM) membenarkan, jika dahulu Indonesia pernah menjadi raja gula. Namun kini tinggal cerita. Hal itu karena masuknya GKR disekitar tahun 1996. Tahun itulah awal mimpi buruk bagi industrialisasi gula kristal putih (GKP) yang