KOPI

Kopi Jamu Mulai Naik Daun

Jakarta, perkebunannews.com – Kopi, tidak lagi dikonsumsi oleh para pecinta tembakau dan orang tua. Namun, kopi kini dikonsumsi oleh semua kalangan, termasuk kalangan milenial, bahkan saat ini kopi jamu telah naik daun (populer). Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto membenarkan bahwa saat ini tren minum kopi untuk kalangan milenial terus meningkat. Bahkan pola mengonsumsinya pun telah

Ekspor Itu Harus Berkesinambungan

Tanggerang Selatan, perkebunannews.com – Suka tidak suka harus diakui bahwa subsector perkebunan sebagai salah satu komoditas non migas penyumbang ekspor terbesar. Tapi yang terpenting adalah suatu ekspor harus dilakukan secara kontinuitas atau berkesinambungan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, dalam penandatanganan memorandum of understanding (mou) dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor

Kintamani, Disukai Masyarakat Luar Negeri

Bali, Perkebunannews – Kopi boleh sama hitam, tapi soal rasa tidak bisa disamakan. Salah satunya kopi Kintamani asal Bali yang mempunai cirri khas aroma jeruk, dan karena itulah sangat disukai masyarakat luar negeri. Aroma jeruk tersebut berasal dari pohon jeruk yang secara turun temurun ditanam berdampingan dengan komoditas kopi. Data dari sistem automasi Karantina Pertanian,

HILIR KOPI BERKEMBANG CEPAT, HULU KETINGGALAN

Saat ini perkembangan kopi nasional di hilir sangat cepat, sedang dihulu malah menurun. “Beban petani di hulu sangat berat karena produktivitas dan harga yang rendah. Sebagai pelaku bisnis kopi kami tidak tahu statistik produksi dan luas kopi nasional secara persis tetapi di lapangan yang ditemukan adalah produksi turun cukup besar,” kata Samuel Karundeng, Kepala Perkebunan

PUSLITBANGBUN LUNCURKAN STARTER KOPI BISANG

Dalam pembukaan Rakor dan Lauching Inovasi Balitbangtan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) memamerkan starter kopi Bisang. Kopi Bisang yang diperoleh dari muntahan hewan bisang yang hidup di lereng Gunung Latimojong , Luwu, Sulawesi Selatan. Kopi ini punya citarasa khas seperti halnya kopi Luwak, dan relatif sudah dikenal. Berkaitan dengan hal ini maka Balai Penelitian

INSTIPER Launching Pusat Sains Kopi Indonesia

Yogyakarta – Beberapa waktu yang lalu telah terjadi perubahan pasar kopi nasional, permintaan kopi untuk ekspor menurun namun permintaan kopi dalam negeri justru meningkat. Hal ini juga dipengaruhi oleh perubahan selera konsumen kopi dalam negeri sehingga menimbulkan gelombang pasang permintaan kopi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr.Ir. Purwadi, MS, Rektor INSTIPER saat me-launching Pusat

INSTIPER Lahirkan Intitut Sains Kopi Indonesia (ISKI) dan Palm Oil Center

Yogyakarta – Mau tidak mau harus diakui bahwa Indonesia dikenal sebagai penghasil perkebunan, salah satunya yaitu kopi dan kelapa sawit. Melihat hal ini maka INSTIPER Yogyakarta sebagai Perguruan Tinggi yang focus pada pendidikan perkebunan dan hutan tanaman industri mencoba untuk menguatkan dan mengembangkannya dengan nama Intitut Sains Kopi Indonesia (ISKI) dan Palm Oil Center (POC).

Koffee Konco: Saatnya Menggangkat Brand Lokal

Jakarta – Indonesia memang dikenal dengan penghasil kopi terbaik, maka akan sangat disayangkan jika yang berkembang adalah brand impor. Atas dasar itulah Koffe Konco hadir untuk mengembangkan brand lokal. Hal tersebut diungkapkan oleh Danang Giriwardana, pemilik Koffee Konco kepada perkebunannews.com, di Jakarta. Lebih dari itu, menurut Danang kopi Indonesia sudah sangat dikenal dunia akan citarasanya

Digitalisaai Mendorong Pemasaran Kopi

Serpong – Harus diakui bahwa saat ini era digitalisasi semakin berkembang pesat dengan segala bentuk dan kemudahannya, trend ini merebak hampir di seluruh penjuru dunia. Melihat hal ini maka komoditas kopi harus bisa berbenah diri melalui digitalisasi guna mendorong pemarsaran kopi. “Jadi digitalisasi pemasaran merupakan peluang bagi petani untuk membuka komunikasi dan pasar secara langsung

DOSEN INSTIPER BELAJAR INDUSTRI PENGOLAHAN PERKEBUNAN

Rektor INSTIPER, Dr. Purwadi, mengajak semua dosen untuk peka terhadap semua perubahan yang ada. Kemenristekdikti telah memberikan kebijakan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 melalui penyesuaian kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, dan peningkatan fasilitas laboratorium. Tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berasal dari input mahasiswa yang merupakan generasi milenial, namun juga adanya revolusi industri generasi

INDIKASI GEOGRAFIS PACU PASAR KOPI KERINCI

Kabupaten Kerinci, terutama di Kecamatan Kayu Aro, Kayu Aro Barat , dan Gunung Tujuh terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 1500 m. Demikian juga Kotamadya Sungai Penuh punya lereng-lereng pegunungan yang belum dimanfaatkan optimal. Dengan kondisi geografis yang demikian maka penduduk banyak yang menanam kopi arabika. Menurut Efzawardi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci

Khusus Benih Kopi, Ditjenbun Mengguyur Rp 4 Miliar ke Toraja

Toraja Utara – Benih menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas, dengan meningkatnya produktivitas maka pendapatan petani pun akan ikut terdongkrak. “Untuk itu kita memberikan bantuan benih kopi arabica sebanyak 700 batang untuk 700 hektar ke Toraja,” kata Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian kepada perkebunannews. Dari 700 batang tersebut, lanjut Kasdi 400 batang