KOPI

DEKOPI MINTA PUSLITKOKA KEMBANGKAN TEKNOLOGI PENGEMBANGAN KOPI DI KAWASAN HUTAN

Kopi Indonesia masih punya banyak masalah, dan masalah terbesar di hulu. Dari segi luas tanam cukup besar yaitu 1,2 juta ha tetapi produktivitasnya rendah. Anton Apriyantono, Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia menyatakan hal ini. Penyebab produktivitas rendah adalah bibit unggul yang belum tersedia merata, pemeliharaan tanaman kurang intensif, kurangnya bimbingan pada petani juga sarana dan

Kopi Jombang Siap “Unjuk Gigi”

Jombang – Saat ini trend kopi dan ngopi telah melekat menjadi gaya hidup dan peluang usaha masyarakat khususnya generasi anak muda jaman now, diantaranya provinsi Jawa Timur khususnya di Kabupaten Jombang. Dalam rangka mempromosikan keunggulan kopi asal Wonosalam tersebut, maka akan diselenggarakan kegiatan dialog bersama masyarakat Wonosalam. “Melalui pertemuan ini, kita berharap kopi wonosalam bisa

Kopi Mulai Menyasar Anak Muda

Membengkaknya pasar kopi lebih dikarenakan mulai menyasar anak muda. Atas dasar itulah Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) melakukan kolaborasi dengan anak muda. “Kolaborasi sinergis untuk menarik minat anak muda terjun ke dunia pertanian khususnya perkebunan mutlak diperlukan,” kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjenbun Dedi Junaedi. Lebih lanjut menurut Dedi, bahwa anak-anak

PTPN Holding Usung Brand Baru “Walini”

KARANGANYAR, Perkebunannews.com – Holding Perkebunan Nusantara meluncurkan corporate identity dan product brand baru “Walini” untuk empat komoditas produk PTPN yakni gula, minyak goreng, teh dan kopi. Keempat produk tersebut diperuntukan menembus pasar ritel pada tahun ini. “Setelah peluncuran ini, secara resmi seluruh produk PTPN akan menggunakan brand Walini. Dengan logo dan brand baru ini kami

DITJENBUN ALOKASIKAN PERLUASAN KOPI ARABIKA 500 HA DI KERINCI

Tahun 2019 Ditjenbun mengalokasikan perluasan tanaman kopi arabika seluas 500 ha di Kabupaten Kerinci dan 200 ha di Kotamadya Sungai Penuh. Kopi arabika dikembangkan di lereng-lereng gunung yang selama ini tidak pernah ditanami kopi dan digabungkan dengan kayu manis sebagai tanaman penaung. Dirjen Perkebunan, Bambang, menyatakan hal ini ketika melakukan kunjungan kerja di Kerinci. Pengembangan

Santri Tani Milenial Perkuat Sektor Perkebunan

TASIKMALAYA, Perkebunannews.com – Kementerian Pertanian terus memperkuat sub sektor perkebunan melalui program “Santri Tani Milenial’. Karena santri sebagai SDM pertanian yang potensial untuk menggerakan sektor pertanian khususnya perkebunan. Potensi perkebunan sendiri sangat luas dan santri adalah SDM yang tepat untuk mengembangkan potensi perkebunan. Sejumlah bantuan pun diserahkan kepada santri, khususnya Jawa Barat antara lain bibit

Kementan Mengguyur Bandung Dengan 1 Juta Bibit Kopi

Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mengguyur Bandung dengan 3 juta bibit kopi kepada petani swadaya. Hal itu dilekukan sesuai dengan amanat Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk terus mengangkat ekonomi petani. Jadi kesejahteraan petani merupakan cita-cita Presiden yang harus dibuktikan. Maka dari itu, Kementan sejak beberapa tahu lalu sudah memotong biaya

Kopi Solok Telah “Naik Kelas”

Solok – Sudah menjadi rahasia umum Kabupaten Solok merupakan salah satu “surga” kopi di Indonesia, bahkan kini pemasarannya telah naik kelas atau tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Atas dasar itulah pemerintah melalui Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian terus mendorng sentra-sentra produksi kopi salahsatunya di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. “Jadi kita

DEKOPI BUKA PELUANG ANAK MUDA JADI PETANI KOPI

Anak-anak muda yang tertarik menjadi petani kopi sekarang ada jalan yang lebih mudah. Dewan Kopi Indonesia sudah menjalin kerjasama dengan Perum Perhutani dan Bank BRI Agro untuk mencetak lebih banyak anak muda yang tertarik menjadi petani kopi. Anton Apriyantono, Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia menyatakan hal ini Agriphoria 2018 dan Saresehan Kopi Nasional yang diselenggarakan

DITJEN PSP BANGUN IRIGASI PERCONTOHAN UNTUK KOPI

Kebijakan dan program Ditjen PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) adalah mendukung pembangunan empat subsektor komoditas pertanian yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. “Kita dukung semuanya bukan hanya tanaman pangan saja,” kata Pending Dadih Permana, Dirjen PSP. Setelah selama ini fokus pada tanaman pangan, saat ini perkebunan juga mendapat perhatian. Saat ini Ditjen PSP sudah

Sarasehan Nasional Kopi Ajang Unjuk Gigi Kopi Indonesia

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan Indonesia, bahkan permintannya pun terus meningkat baik di dalam ataupun luar negeri. Atas dasar itulah diadakannya “Sarasehan Nasional Kopi,” semlama 3 hari dari tanggal 10-12 November 2018 di Bogor, Jawa Barat. Acara yang diadakan 3 hari tersebut, pertama pada tanggal 10 November 2018 diadakan fieldtrip ke kebun kopi Cibulao,

KEMENKO PEREKONOMIAN TETAPKAN SMK PPN TANJUNGSARI SEBAGAI SMK KOPI

Kemenko Bidang Perekonomian melakukan pilot project pengembangan kurikulum link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Salah satu yang dipilih adalah pengembangan kurikulum jurusan kopi. Kopi dipilih dengan alasan permintaan dan industrinya semakin meningkat dan menjadi tren ke depan. SMK Pilot Project Kurikulum Kopi adalah SMK PPN Tanjungsari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kurikulum