COMODITIES

Vanili Indonesia SIap “Naik Kelas”

Ditengah-tengah komitmen pemerintah dalam menggenjot komoditas pertanian, komoditas vanili tidak mau kalah dengan komitmen untuk menaikan kelasnya. Dilema memang jika melihat kondisi komoditas vanili di Indonesia. Bagaimana tidak, meskipun saat ini Indonesia tercatat sebagai penghasil komoditas vanili nomor dua di dunia setelah Madagaskar, tapi kualitasnya masih belum maksimal. Padahal Indonesia pernah menjadi produsen vanili terbesar

BPDP KS Tandatangani Perjanjian Pembiayaan Insentif Biodiesel

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) menandatangani Perjanjian Pembiayaan Pengadaan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel Periode Mei-Oktober 2018 antara Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dengan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati. Penandatangan kerjasama ini merupakan bentuk konsistensi Pemerintah untuk mendukung pembangunan industri sawit yang berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan ketahanan energi. Kerjasama pembiayaan insentif

Komoditas Vanili Krisis Benih

Saat ini komoditas vanili tengah naik daun karena harganya yang cukup menarik, tapi sangat disayangkan ketika masyarakat ingin mengembangkannya, bibit bersertifikat sulit didapat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Perkumpulan Petani Vanili Indonesia (PPVI), Rudy Ginting kepada perkebunannews. Padahal, menurut Rudy, Indonesia telah memiliki varietas unggulan vanili seperti Vania 1,2 dan Alor, Namun kebun-kebun benih yang

RIM TERUS TUMBUH DI TENGAH PERSAINGAN KETAT DAPATKAN TBS

PT. Royal Indo Mandiri yang pada tahun 2010 diakuisisi 100% sahamnya oleh PT Barito Pacific Tbk dengan nilai transaksi mencapai USD 25 juta, saat ini menjadi menjadi induk perusahaan yang mengelola dan mengoperasikan 3 anak perusahaan yang bergerak dalam bisnis perkebunan kelapa sawit. Ferri Alimin, Mills and Commercial Director PT Royal Indo Mandiri menyatakan hal

Penangkar Benih Siap Mengamankan Benih Perkebunan

Yogyakarta – Tahun 2018 adalah tahun perbenihan, dimana setiap komoditas termasuk komoditas perkebunan membutuhkan benih berkualitas untuk meningkatkan produktivitas. Atas dasar itulah Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI) siap mengamankannya. “Kami para pengakar benih perkebunan siap mengamankan benih perkebunan dalam mendukung program perbenihan ditahun 2018,” janji Ketua PPBTPI, Badaruddin Buang Sabang dalam rangkaian diskusi

Vanili Kembali “Naik Kelas”

Yogyakarta – Tanaman Vanili yang dahulu sempat mengalami kemerosotan tapi sejak 5 tahun belakangan ini tanaman vanili yang masuk kategori tanaman perkebunan kembali naik kelas. “Jadi memang 5 tahun kebalakangan ini, vanili telah menjadi primadona, ini karena harganya telah menembus diatas Rp 2 juta per kilogram. Bahkan dua bulan yang lalu harganya sempat menembus angka

Perdagangan Tidak Mengenal Pertemanan

Yogyakarta – Memang setiap negara mempunyai hubungan dengan negara lainnya, tapi jika sudah menyangkut tentang perdagangan maka tidak ada lagi yang namanya pertemanan. Hal itulah yang dibahas dalam Hari Perkebunan ke 60 di Instiper Yogyakarta. Sebab harus diakui tidak sedikit hasil perkebunan asal Indonesia yang dihambat masuk ke negaranya meskipun pada dasarnya Negara tersebut membutuhkannya.

Perkebunan Sumber Kemakmuran dan Perekat

Yogyakarta – Perkebunan sudah membuktikan diri sebagai penyumbang PDB Nasional terbesar tahun 2016 yang nilainya mencapai Rp 429 triliun. Angka tersebut didapat dari sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, kakao, teh, rempah-rempah dan lainnya. Bahkan tingginya pendapatan yang dihasilkan dari komoditas perkebunan telah melebihi sektor migas yang nilainya hanya Rp 365 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh

PP Gambut Memukul Investasi

BOGOR – Peraturan Pemerintah (PP) tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut yang tertuang dalam PP 71/2014 jo.PP 57/2016 masih menjadi regulasi yang menakutkan bagi investor. Padahal, pemerintah sedang bekerja keras mendorong masuknya investasi. Hal ini mengemuka dalam Seminar Nasional Refleksi Kebijakan Pengelolan Lahan Basah Indonesia yang diselenggarakan Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) di Bogor. Peneliti

Bambang: Perkebunan Sumber Pendapatan dan Perekat

Stop pengkerdilan tanamn perkebunan. Ini karena tanaman perkebunan tidak hanya menyumbang pendapatan negara terbesar, tapi juga sebagai perekat. Benar, perkebunan memang sudah membuktikan diri sebagai penyumbang PDB Nasional terbesar tahun 2016 yang nilainya mencapai Rp 429 triliun. Angka tersebut didapat dari sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, kakao, rempah-rempah dan lainnya. Bahkan tingginya pendapatan yang dihasilkan

Yara Solusi Peningkatan Produktivitas

Produktivitas tanaman yang terus meningkat sudah menjadi dambaan bagi petani pekebun, karena kaitannya erat dengan kesejahteraan hidup. Namun untuk mencapainya, tanaman harus diberi pupuk yang berkualitas dan pemupukan yang tepat. Yara merupakan salah satu produsen pupuk yang dikenal petani di seluruh dunia. Pupuk yang berasal dari Norwegia ini sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas

Petani Tembakau Ikut Terpukul Kenaikan Cukai

Ada sebab ada akibat, begitulah yang terjadi pada petani tembakau dengan naiknya tarif cukai hasil tembakau pada 1 Januari 2018 dengan besaran rata-rata 10,4 persen. “Ini akan menjadi multi player effect, naiknya cukai hasil tembakau juga akan berdampak kepada petaninya dalam hal ini petani tembakau,” kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Agus Parmudji saat