Berita Terbaru

Menunju Perkebunan Era Digitilisasi

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Di era digitalisasi dan mengikuti perkembangan yang ada, perkebunan era baru ini diarahkan sebagai Perkebunan Bioindustri. Perkebunan dikembangkan dengan teknologi modern yang dicirikan dengan penggunaan varietas unggul, efisien, efektif, integrative, zero waste, eco friendly, GAP, GHP, Kompetitif, Mekanisme, dan Pemanfaatan IoT (Internet of Things). Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), Andi Nur

PRODUSEN BENIH KELAPA SAWIT HARUS LAKUKAN TRANSFORMASI DIGITAL

Penjualan benih kelapa sawit ilegitim di e commerce mencapai 875.634 pak dengan asumsi 1 pak 100 benih maka 87.563.400 benih ilegitim diserap konsumen. Total utas/berkas yang tercatat di e-commerce 6.511 . Dengan asumsi harga benih Rp8000/butir maka penjualanya mencapai Rp700,507 miliar.

Kementan Dorong Komoditas Strategis

Kementan mengajak para penyuluh, petani maupun anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) untuk melakukan penanaman berbagai komoditas pangan strategis antara lain kelapa 10.000 batang di lahan 1000 hektare (ha) yang tersebar di Kabupaten Takalar.

Apical Bersama Cepsa Penetrasi Pasar Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

Usaha patungan baru diumumkan di La Rábida Energy Park dengan menghadirkan Juan Manuel Moreno Bonilla, Presiden Pemerintah Daerah Andalusia; Maarten Wetselaar, CEO Cepsa (keempat dari kiri); Oscar Garcia, CEO Bio-Oils (kedua dari kanan); Dato’ Yeo How, President, Apical (keempat dari kanan); Pratheepan Karunagaran, Direktur Eksekutif, Apical (ketiga dari kiri); dan Lamberto Gaggiotti, Kepala, Energi Hijau, Apikal (pertama dari kiri).

DIRJENBUN : DIREKTUR KELAPA SAWIT FOKUS GERAKKAN PSR

“Karena perubahan nomenklatur ini, kita harus lebih maksimal mencapai target dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Dengan adanya direktorat kelapa sawit sendiri, kita fokuskan kepada kelapa sawit sebagai komoditas perkebunan kita yang didominasi sebesar 80%, harus kita perhatikan betul-betul dan kita gerakkan peremajaan sawit rakyat nya (PSR).” Kata Andi Nur.