Berita Terbaru

Petani Swadaya Mampu Memperoleh Sertifikat ISPO

Tidak ada yang tidak mungkin jika terus berusaha. Tekad itulah yang dilakukan oleh petani swadaya kelapa sawit di Kabupaten Ukui, Provinsi Riau yang tergabung dalam Asosiasi Amanah untuk memperoleh sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Ketua Asosiasi Amanah, Suanrno mengaku bangga dengan diperolehnya sertifikat ISPO pada asosiasinya. Hal ini lantaran dengan diperolehnya sertifikat ISPO, ini

Permintaan Pupuk Majemuk Terus Meningkat

Meningkatnya permintaan pupuk majemuk (NPK) di dalam negeri, PT Pupuk Indonesia (Persero) akan menaikkan kapasitas produksi total 1 juta lebih. Rinciannya PT Pupuk Kaltim meningkatkan kapasitasnya sebanyak 1 juta ton dan PT Pusri Palembang 100 ribu ton. Diharapkan produksi pupuk NPK dapat memenuhi kebutuhan nasional. Kepala Coorporate Communication PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, kebutuhan

RISET DI INDONESIA BELUM JADI INVESTASI , MASIH DIANGGAP BIAYA

Riset and Development di Indonesia belum dianggap sebagai investasi, tetapi sebagai biaya. Bahkan pada beberapa kasus dianggap sebagai zakat fitrah saja. Karena itu tidak heran bila bangsa Indonesia sulit maju karena tidak menghargai knowledge yang didapat dari R & D. Agus Pakpahan, Profesor Riset Balitbangtan menyatakan hal ini dalam seminar Inovasi dan Teknologi Terkini Dalam

Emisi Karbon Eropa dan Resolusi Sawit

Dibalik resolusi sawit, Eropa ingin menyembunyikan “dosa Eropa” bahwa emisi karbon Eropa hampir 8 Kali lebih besar dari emisi Indonesia. Parlemen Eropa bernafsu memojokkan sawit dunia khususnya sawit Indonesia. Salah satu tuduhannya adalah bahwa dengan perluasan kebun sawit menghasilkan emisi karbon yang sangat besar, sehingga menyebabkan pemanasan global. Tuduhan Eropa tersebut tidak jelas apa dasarnya

Sawit Masih Tumbuh di Gambut Asal Kelembaban Terjaga

Kelapa sawit masih memungkin tumbuh di lahan gambut dengan tinggi muka air di bawah 40 centimeter asal kelembaban tetap terjaga. Karena itu pekebun mesti menjaga kelembaban di dalam gambut bukan tinggi muka air. Demikian dikatakan Pakar Gambut dari Institut Pertanian Bogor Prof Dr Supiandi Sabiham dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Media Perkebunan di Jakarta, Kamis

Riset Solusi Melawan Isu Negatif

Benar, hanya dengan pembuktian secara ilmiah untuk meng-counter isu negatif kepada komoditas kelapa sawit yang sering dilontarkan oleh para Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mengkerdilkan kelapa sawit. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur R&D PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk, Tony Liwang, dalam Diskusi Kelapa Sawit dengan tema ”Inovasi dan Teknologi Terkini Dalam

Pemerintah Minim Riset Perkebunan Hancur

Harus diakui bahwa komoditas perkebunan telah membuktikan sebagai penghasil devisa terbesar bahkan melebihi devisa yang dihasilkan oleh sektor minyak dan gas (migas), tapi sangat disayangkan perhatian pemerintah terhadap perkebunan masih rendah. Hal tersebut diungkapkan oleh ketua Komisi Pangan dan Pertanian, Dewan Riset Nasional, Haryono dalam Diskusi Kelapa Sawit dengan tema ”Inovasi dan Teknologi Terkini Dalam

PENYELESAIAN MASALAH GULA AKAN SELESAIKAN MASALAH PERTANIAN

Ketua Dewan Pembina APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), Arum Sabil, menyatakan kalau masalah gula tidak dapat diselesaikan maka masalah pertanian dan peternakan di Indonesia pasti juga tidak dapat diselesaikan. “Penyelesaian masalah gula paling gampang, sistemnya sudah ada dan berjalan. Kalau gula bisa diselesaikan maka masalah pertanian dan peternakan juga bisa diselesaikan,” katanya seusai penutupan

Eropa Mengecam Sawit Tapi Membutuhkan Sawit

Bulan Maret ini, bulan yang cukup cukup mengejutkan. Sebab ekspor ke negara-negara Uni Eropa masih meningkat meskipun pada pertengahan Maret lalu Parlemen Uni Eropa mengeluarkan Resolusi soal sawit. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Ekskutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke redaksi perkebunannews. Jadi pada pertengahan Maret lalu Parlemen Uni

Lemahnya Permintaan Pasar Global, Mempengaruhi Ekspor Minyak Sawit Indonesia

Ekspor minyak sawit Indonesia terus menunjukkan trend penurunan sejak dua bulan terakhir. Penurunan ekspor ini dipicu oleh tingginya bea keluar pada Februari lalu. Hal tersebut diungkapkan oleh Fadhil Hasan, Dierketur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dalam keterangan resmi yang dikirmkan ke redaksi perkebunannews. Sementara itu, lanjut Fadhil, pada Maret ini permintaan pasar global

Harga Pembelian TBS Provinsi Jambi Periode 10 Mei 2017

Harga rata – rata “CPO” Rp 7.515,12 Harga rata – rata Inti Sawit Rp 4.547,89 Indeks ” K ” 89,09 % Harga TBS menurut umur tanaman periode tanggal 12 Mei s.d 18 Mei 2017. : – Umur 03 Tahun Rp 1.317,95 – Umur 04 Tahun Rp 1.399,53 – Umur 05 Tahun Rp 1.464,52 – Umur