Berita Terbaru

Sawit Masih Tumbuh di Gambut Asal Kelembaban Terjaga

Kelapa sawit masih memungkin tumbuh di lahan gambut dengan tinggi muka air di bawah 40 centimeter asal kelembaban tetap terjaga. Karena itu pekebun mesti menjaga kelembaban di dalam gambut bukan tinggi muka air. Demikian dikatakan Pakar Gambut dari Institut Pertanian Bogor Prof Dr Supiandi Sabiham dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Media Perkebunan di Jakarta, Kamis

Riset Solusi Melawan Isu Negatif

Benar, hanya dengan pembuktian secara ilmiah untuk meng-counter isu negatif kepada komoditas kelapa sawit yang sering dilontarkan oleh para Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mengkerdilkan kelapa sawit. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur R&D PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk, Tony Liwang, dalam Diskusi Kelapa Sawit dengan tema ”Inovasi dan Teknologi Terkini Dalam

Pemerintah Minim Riset Perkebunan Hancur

Harus diakui bahwa komoditas perkebunan telah membuktikan sebagai penghasil devisa terbesar bahkan melebihi devisa yang dihasilkan oleh sektor minyak dan gas (migas), tapi sangat disayangkan perhatian pemerintah terhadap perkebunan masih rendah. Hal tersebut diungkapkan oleh ketua Komisi Pangan dan Pertanian, Dewan Riset Nasional, Haryono dalam Diskusi Kelapa Sawit dengan tema ”Inovasi dan Teknologi Terkini Dalam

PENYELESAIAN MASALAH GULA AKAN SELESAIKAN MASALAH PERTANIAN

Ketua Dewan Pembina APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), Arum Sabil, menyatakan kalau masalah gula tidak dapat diselesaikan maka masalah pertanian dan peternakan di Indonesia pasti juga tidak dapat diselesaikan. “Penyelesaian masalah gula paling gampang, sistemnya sudah ada dan berjalan. Kalau gula bisa diselesaikan maka masalah pertanian dan peternakan juga bisa diselesaikan,” katanya seusai penutupan

Eropa Mengecam Sawit Tapi Membutuhkan Sawit

Bulan Maret ini, bulan yang cukup cukup mengejutkan. Sebab ekspor ke negara-negara Uni Eropa masih meningkat meskipun pada pertengahan Maret lalu Parlemen Uni Eropa mengeluarkan Resolusi soal sawit. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Ekskutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke redaksi perkebunannews. Jadi pada pertengahan Maret lalu Parlemen Uni

Lemahnya Permintaan Pasar Global, Mempengaruhi Ekspor Minyak Sawit Indonesia

Ekspor minyak sawit Indonesia terus menunjukkan trend penurunan sejak dua bulan terakhir. Penurunan ekspor ini dipicu oleh tingginya bea keluar pada Februari lalu. Hal tersebut diungkapkan oleh Fadhil Hasan, Dierketur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dalam keterangan resmi yang dikirmkan ke redaksi perkebunannews. Sementara itu, lanjut Fadhil, pada Maret ini permintaan pasar global

Harga Pembelian TBS Provinsi Jambi Periode 10 Mei 2017

Harga rata – rata “CPO” Rp 7.515,12 Harga rata – rata Inti Sawit Rp 4.547,89 Indeks ” K ” 89,09 % Harga TBS menurut umur tanaman periode tanggal 12 Mei s.d 18 Mei 2017. : – Umur 03 Tahun Rp 1.317,95 – Umur 04 Tahun Rp 1.399,53 – Umur 05 Tahun Rp 1.464,52 – Umur

Sekjend APKASINDO: Segeralah Bentuk Kementerian Perkebunan

Melihat banyaknya masalah pada komoditas perkebunan dan sebagai penghasil devisa terbesar maka perlu ada penguatan pada komoditas perkebunan melalui pembentukan Kementerian Pertanian. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekjend Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Asmar Arsyad dalam diskusi “Membedah Kepentingan Tersembunyi Resolusi Sawit Uni Eropa”. Lebih lanjut, menurut Asmar, perlu dibentuknya Kementerian Perkebunan agar komoditas perkebunan

Museum Teh Segera Dibangun

Bandung – Guna mengedukasi sekaligus sarana promosi, para pemangku kepentingan teh nasional akan membangun museum teh Indonesia. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya minum teh bagi kesehatan, anti aging dan kecantikan. Demikian hasil Riungan Teh III yang diselenggarakan Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo) di Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, Kabupaten Bandung, Senin

APINDO SUMUT PROTES RESOLUSI SAWIT EROPA

Apindo Sumut memprotes resolusi sawit parlemen Eropa. “Kalau diimplementasikan akan membatasi impor CPO dan produk turunannya dari Indonesia. Sumut, Sumsel dan Sumatera pada umumnya ekonomi berbasis sawit sehingga akan mempengaruhi perekonomian,” kata Parlindungan Purba, Ketua DPP Apindo Sumut. “Protes ini akan kita sampaikan pada parlemen Uni Eropa. Kami mendukung pemerintah yang sedang berusaha mengatasi masalah

Proteksi dan Diskriminasi Kelapa Sawit

Proteksi dan diskriminasi kelapa sawit adalah hal yang wajar bagi negara luar untuk melindungi petaninya dari efisiensinya kelapa sawit. inilah yang terjadi pada resolusi kelapa sawit di negara Eropa. Artinya resolusi sawit Eropa ini adalah salah satu motif negara Eropa untuk memproteksi minyak nabati dinegaranya. Hal ini dilakukan untuk melindungi petaninya dari serangan minyak sawit