Berita Terbaru

Tanaman Perkebunan Lebih Menguntungkan

Banda Aceh – Sebaiknya Gubernur, Walikota, dan Bupati untuk mulai mencari tanaman-tanaman unggulan di daerahnya yang memiliki harga jual yang baik. Janganlah terpaku pada tanaman-tanaman tertentu saja Hal tersebut diutarakan oleh Presiden RI, Joko Widodo dalam pembukaan Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) ke-15 Tahun 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Gampong Lhong Raya, Banda Aceh, Provinsi

Sawit dan Uni Eropa

Persaingan bisnis sudah biasa. Tetapi bisnis dikaitkan dengan HAM atau masalah lingkungan merupakan hal yang kompleks atau bahkan sangat kompleks. Bukankah bisnis itu sendiri merupakan bagian kehidupan manusia yang sangat dikaitkan dengan kesuksesan atau bahkan martabat suatu bangsa? Bisnis inilah yang membuat suatu bangsa menjadi bangsa yang kaya. Bisnis itulah yang menciptakan roda kemajuan ekonomi.

NESTLE BERDAYAKAN PETANI KOPI LAMPUNG

PT Nestlé Indonesia menandatangani nota kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai bentuk penegasan komitmennya dalam pemberdayaan petani kopi Lampung. Acara penandatanganan dilakukan di kebun percontohan tanaman kopi Nestlé di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Business Executive Officer Coffee PT Nestlé Indonesia Indrasena Patmawidjaja menyatakan “Adalah suatu kebanggaan bagi kami untuk menggunakan 100% biji kopi robusta lampung pada

LADA BABEL KEKUATAN NASIONAL

Bangka Belitung termasuk provinsi yang perekonomianya tergantung pada perkebunan. Pada daerah-daerah seperti ini seharusnya dinas perkebunan tetap berdiri tidak bergabung dengan dinas lain. Karena itu kepada bupati-bupati yang ekonominya sangat tergantung pada perkebunan, Dirjen Perkebunan, Bambang, minta supaya dinas perkebunan tetap berdiri. Hal ini disampaikan Dirjenbun pada rakortas provinsi dan kab se Bangka Belitung. Di

Perkebunan Menjadi Fokus Perhatian Dunia

Di tengah isu kebutuhan pangan dan energi, apalagi sumber energi fosil yang sudah hampir habis, perkebunan sekarangan menjadi fokus perhatian dunia. Setelah Timur Tengah menjadi incaran setiap orang di dunia, maka giliran Indonesia akan menjadi incaran berikutnya bagi dunia. Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Bambang, dalam Rapat Koordinasi dan Konsultasi Pembangunan Perkebunan

Menkeu Pesan Tiga Hal untuk Pelaku Kelapa Sawit

Memang benar komoditas kelapa sawit turut menyumbang devisa negara yang cukup besar. Melihat hal itu Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati hanya berpesan tiga hal saja. Hal itu diungkapkannya saat pelubcuran buku kelapa sawit di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta. “Pertama, saya berharap bahwa industri kelapa sawit bisa menjadi kegiatan ekonomi Mewujudkan konsep ekononi adil

BALITBANGTAN SIAPKAN BIBIT UNGGUL PERKEBUNAN UNTUK DIBAGIKAN PADA PETANI

Salah satu keberhasilan peningkatan produksi padi dan jagung adalah pemberian benih gratis pada petani. Berkaca pada pengalaman itu Menteri Pertanian sudah menginstruksikan supaya mulai tahun depan bukan padi jagung saja yang digarap tetapi semua komoditi, terutama yang spesifik Indonesia. Cabai dengan gertam cabai pembagian benih juga berhasil baik. Muhammad Syakir, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan

Resolusi Sawit Eropa, Bentuk Proteksi Perdagangan

Resolusi sawit Eropa yang memojokkan sawit hanya alasan untuk menghambat laju impor sawit yang mengancam minyak nabati Eropa. Resolusi sawit yang dikeluarkan Parlemen Eropa pada awal Bulan April 2017 lalu, yang memburuk-burukkan sawit bukanlah hal yang baru. Eropa sebagai produsen minyak nabati minyak bunga matahari dan minyak rapeseed (canola), menganggap sawit sebagai ancaman bagi minyak

UBAH KULTUR KPBN MENJADI BENAR-BENAR PERUSAHAAN PEMASAR

Pembentukan holding PTPN menuntut perubahan cara kerja baik bagi PTPN itu sendiri maupun anak perusahaan seperti PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara yang bertugas memasarkan produk-produk PTPN. Sehubungan dengan hal ini maka Perkebunannews.com melakukan wawancara khusus dengan Direktur Utama KPBN, Iriana Ekasari soal perubahan yang dilakukan. Berikut hasil wawancaranya . Apa saja perubahan yang ibu lakukan

2017, BPDP-KS Segera Meremajakan Kebun Petani Swadaya

Pangkal Pinang – Banyaknya tanaman kelapa sawit milik petani swadaya yang sudah tua atau berumur diatas 25 tahun dan banyaknya tanaman yang menggunakan benih tidak bersertifikat, maka Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) berjanji akan segera melakukan peremajaan di tahun 2017 ini. Direktur Utama BPDP-KS, Dono Boestami berjanji untuk tahun 2017 ini akan segera

BPDP-KS Mengutamakan Petani Swadaya

Bangka Barat – Benar, bahwa saat ini perkebunan kelapa sawit milik petani sebagian besar sudah banyak yang tua atau sudah saatnya diremajakan. Melihat hal ini Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) berkomitmen akan meremajakannya, tapi akan mengutamakan petani swadaya terlebih dahulu. “Memang saat ini kondisi lahan milik petani plasma dan swadaya kondisinya sudah banyak

Mencari Minyak Nabati Hemat Deforestasi Dunia

Jika benar-benar masyarakat dunia, LSM lingkungan, akademisi, politisi berkomitmen mengendalikan deforestasi dunia, maka pilihanya adalah minyak nabati dengan deforestasi minimum yakni minyak sawit. Menurut data Oil World, setiap tahun masyarakat dunia membutuhkan tambahan konsumsi minyak nabati sekitar 6 juta ton. Minyak nabati tersebut digunakan untuk kebutuhan dasar masyarakat dunia seperti untuk bahan pangan (minyak goreng,