Berita Terbaru

Jangan Mengkambing Hitamkan Petani (Bagian 3)

Tiada habis-habisnya black campaign ditujukan kepada kelapa sawit. padahal kelapa sawit telah memberikan banyak manfaat baik untuk negara ataupun masyarakat. Helmuth Gasan Tokoh Masyarakat Kecamatan Bukit Batu Palangkaraya menerangkan, lahan yang terbakar pada kilometer 26 atau dua minggu lalu itu tidak benar. Kemudian luasan yang dibakar hanya 2 ha, bukan ratusan hektar. Sebab lahan sudah

Jangan Mengkambing Hitamkan Petani (Bagian 2)

Meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga sudah menjadi keawajiban bagi kepala keluarga guna menjalankan roda kehidupan. Rudi, petni kelapa sawit asal Kelurahan Tumbang Tahai Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya Kalimantan Tengah menegaskan meskipun sebagian masyarakat melakukan penanaman kelapa sawit tapi pekerjaan utamanya sebagai nelayan, berkebun sayur dan lainnya tidak ditinggalkan. Artinya selain berkebun kelapa sawit juga masih melakukan

Jangan Mengkambing Hitamkan Petani (Bagian 1)

Selama ini petani selalu disalahkan jika terjadi kebakaran khususnya petani perkebunan. Padahal jika melihat dilapangan lahan yang terbakar adalah lahan terlantar bukanlah lahan perkebunan. Memang dengan melonjaknya harga pangan atau kebutuhan hidup membuat masyarakat terus merasa gelisah. Apalagi saat ini harga-harga hasil pertanian juga mengalami penuruanan. Bahkan komoditas karet yang dahulu menjadi tanaman andalan masyarakat

Indonesia Pionir Biodiesel

Indonesia merupakan pionir penggunaan biodiesel dengan campuran 20% yang pertama di dunia. Sebagai negara pertama akan banyak tantangan baik teknis dan non teknis. Darmin Nasution, Menko Perekonomian menyatakan hal ini pertemuan Sawit Indonesia. Ada isu penggunaan biodiesel akan mempengaruhi kendaraan. Hal ini dijawab dengan sosialisasi lintas Jawa Bali B20 dengan berbagai jenis kendaraan. Akan ditunjukkan

Produk Hilir Harga Lebih Stabil

Industri hilir menjadi salah satu solusi ditengah-tengah merangkaknya harga crude palm oil (CPO), bahkan produk hilir harganya pun lebih stabil jika dibandingkan harga CPO. Stabilnya harga produk hilir menjadi solusi bagi sebagian pelaku kelapa sawit. Sebab harus diakui bahwa konsumen tidak memperdulikan apakah harga CPO sedang mengalami kenaikan atau justru mengalami penurunan, yang terpenting jika

Industri Sawit Wajib Berbenah Diri

Meskipun industri kelapa sawit terbilang seksi tapi sudah saatnya berbenah diri jika tidak ingin terus terperosok apalagi dalam menghadapi menurunnya ekspor. Derom Bangun, Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) optimis bahwa industri kelapa sawit akan kembali normal atau harga tandan buah segar (TBS) akan kembali menanjak. Sebab, seperti diketahui berdasarkan catatan Asosiasi Petani Kelapa Sawit

183.910 HA Buat Pengembangan Kakao Berkelanjutan Tahun 2016

Produksi dari program Gerakan Nasional (Gernas) kakao belum menunjukkan peningkatan yang significant karena areal kebun kakao yang tersentuh gernas baru mencapai sekitar 27,9% terhadap areal kakao rakyat atau 26,6% terhadap areal kakao nasional. Amran Sulaiman Menteri Pertanian mengakui bahwa produktivitas kebun non gernas cenderung menurun karena sebagian tanaman tua dan rusak, terserang hama penyakit dan

Pasar Benih 2016 Menanjak Tipis

Meskipun harga crude palm oil (cpo) sempat mengalami penurunan hampir di sepanjang tahun 2015, namun diperkirakan tahun 2016 permintaan akan benih kelapa sawit akan meningkat meski tipis. Hasril Hasan Siregar, Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) optimis bahwa permintaan akan benih bersertifikat di tahun 2016 akan meningkat meski tipis jika dibandingkan dengan tahun 2015. Peningkatan

Tiada Daya Saing Tanpa Inovasi

Ditengah-tengah melemahnya nilai mata uang Rupiah terhadap US Dolar, tidak semua sektor yang mendapatkan dampak negatif. Satu diantaranya pada sektor komoditas perkebunan atau lebih tepatnya pada kakao. Terbukti, saat ini petani kakao merasa happy (senang) karena dari hal tersebut saat ini harga biji kakao rata-rata telah menembus angka diatas Rp 38.000 – 45.000/kg. Namun, komoditas

Wow, Produksi Gula Tahun 2016 Diprediksi Menurun

Produksi gula tahun 2016 diperkirakan akan turun. Bila produksi gula tahun 2015 adalah 2.497.997 ton maka produksi gula tahun ini diperkirakan hanya 2,3 juta ton. Titi Pranolo, Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) mengakui bahwa produksi gula tahun 2016 ini diperkirakan akan merosot. Adapun penyebabnya adalah agroklimat ekstrim kering 2015. Tanaman baru (plant cane) yang

2016, Goncangan Sawit Semakin Dasyat

Semakin tinggi pohon maka semakin kencang pula angin yang menerpa, begitulah yang terjadi pada industri kelapa sawit tahun 2016. Memang harus diakui bahwa industri kelapa sawit hingga kini masih menjadi industri yang seksi. Namun karena keseksian tersebutlah justru banyak pihak yang mengganggunya. Bahkan ditahun 2016, gangguan terhadap industri kelapa sawit semakin besar. Satu diantaranya yaitu

Firman Soebagyo : Tiga Masalah Gula di Indonesia

Dahulu kala memang Indonesia merupakan salah satu negara yang diandalkan oleh pemerintah Belanda untuk sektor pergulaan. Namun saat ini produksi gula nasional mengalami kemunduran. Berikut penuturan Firman Soebagyo, Wakil Ketua Badan Legislatif DPR-RI, bahwa ada 3 hal yang mempengaruhi menurunnya daya saing gula di Indonesia Hal tersebut karena beberapa faktor, Pertama, jelas Firman, yaitu regulasi.