Berita Terbaru

Ikagi Siap Mendukung Swasembada Gula

Ikagi Siap Mendukung Swasembada Gula Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) menggelar kongres ke-XI di Surabaya pada Rabu (4/5). Dalam kongres tersebut Ikagi berkomitmen untuk mendukung swasembada gula. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantra (PTPN) X Subiyono dalam kongres ke-XI mengatakan bahwa dalam mendukung swasembada gula maka keterampilan, dan teknologi perlu harus dilakukan baik dalam spek teknis

Waduh, Gubernur Sulbar Disangka Menteri Desa

Akibat dari kepeduliannya terhadap komoditas kakao, maka Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh disangka sebegai Menteri Desa saat diundang ke Swiss. Anwar cukup terkejut dengan sikap delegasi Swiss yang menggagap dirinya sebagai Menteri Desa. Hal itu lantaran keseriusannya dalam mengembangkan komoditas kakao di Suawesi Selatan. Alhasil kiprahnya menyebar kemana-mana sehingga tidak heran jika pihak

Lalombaa, Agrowisata Kakao Pertama di Sulawesi

Ingin menikmati suasana asri di tengah kebun kakao sebari, silahkan mengunjungi Agrowisata Lalombaa Cocoa Village di Kolaka sebari berkenalan dengan tanaman penghasil cokelat. Memasuki kawasan ini pengunjungi sudah akan disuguhi pengalaman menaiki jembagan gantung. Selanjutnya memasuki kawasan wisata yang menghibur. Pada satu sisi terdapat ruang singgah yang berbentuk rumah adat. Lalu tidak jauh dari situ

Kelapa Sawit Menjadi Andalan Devisa Negara

Harus diakui bahwa saat ini kelapa sawit telah menjadi sebagi andalan penghasil devisa negara bahkan sebagai penghasil devisa nomor satu karena telah mengalahkan industri minyak dan gas (migas). Peneliti Senior Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Edi Suprianto membenarkan bahwa kelapa sawit telah memberikan banyak manfaat baik untuk negara ataupun masyarakat. Terbukti, dari total luas perkebunan

Tembakau, Dicintai Tapi Dibenci

Harus diakui bahwa berapapun produksi tembakau Indonesia habis terserap didalam negeri, bahkan sebagian juga dieskpor. Tapi sangat disayangkan jika berbicara produk hilir tembakau maka masyarakat akan membencinya, karena sebagian besar tembakau dijadikan untuk produk rokok. Boedidoyo, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) menyayangkan bahwa produktivitas tembakau Indonesia masih sangat rendah dan kurangnya perhatian terhadap

Mengulik Riset Kelapa Sawit Indonesia

Jas merah atau jangan melupakan sejarah itulah yang dikatakan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno. Artinya berkembangnya riset kelapa sawit saat ini janganlah lupa bagaimana masuknya pertama kali. Memang Indonesia saat ini telah menjadi produsen terbesar crude palm oil (CPO) tapi semua itu bukanlah bisa dilakukan dengan instant. Semuanya membutuhkan proses, besarnya produksi CPO

Perkebunan Harus Berbenah Diri

Dahulu mengenal pertanian adalah budidaya bercocok tanam, tapi saat ini pertanian tidak sekedar berbudidaya tapi bagaimana bisa menjadikan nilai tambah dari suatu produk pertanian atau disebut dengan agribisnis. Bungaran Saragih, Menteri Pertanian perode 2000-2004 menjelaskan bahwa pembangunan sistem dan usaha agribisnis haruslah berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan, dan terdesentralisasi. Namun usaha agribisnis tetaplah harus mulai dari

Industri Perkebunan untuk Pemerdekaan

Suatu komoditas bisa dapat berkembang jika diiringi dengan industrialisasi.Namun sangat disayangkan jika saat ini Indonesia hanya pandai atau juara dibidang bahan baku yang tidak diiringi dengan produk-produk hilirisasi. Agus Pakpahan Ketua Badan Eksekutif Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) mngakui bahwa perkebunan Indonesia sudah sangat maju tetapi masih sebatas di hulu. Hal tersebut polanya persis

PPKS Terus Berinovasi Mengembangkan Benih Kelapa Sawit

Suatu komoditas akan terus berkembang jika didukung oleh suatu riset, satu diantaranya yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang tahun 2016 ini sudah 100 tahun melakukan riset. Hasril Hasan Siregar, Direktur PPKS membenarkan bahwa suatu tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika didukung oleh bahan tanam yang juga baik yaitu benih. Maka tidaklah heran

Gamal Nasir : IPOP Telah Membunuh Petani

Lahan Perkebunan kelapa sawit Indonesia berasal dari sumber yang diperbolehkan oleh peraturan perundang–undangan yang berlaku, tapi ketentuan dari Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP) berbeda dengan ketentuan perundangan-undangan di Indonesia. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Gamal Nasir menyayangkan dengan adanya kesepakan IPOP yang bertolak belakang dengan perundang–undangan yang berlaku. Sebab pemerintah sudah membuat regulasi antara lain

Bea Keluar CPO Diberlakukan Lagi

Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali memberlakukan Bea Keluar (BK) untuk ekspor produk minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sebesar USD 3 per ton. Pengenaan BK ini didasarkan pada harga CPO di pasar global yang mulai melewati batas yang ditetapkan pemerintah untuk menggenakan BK. Periode Mei 2016, Kemendag menetapkan harga referensi produk CPO sebesar USD

KPPU akan Mendenda Rp750 Miliar Kepada Anggota IPOP

Melihat adanya sebuah gerakan mengarah kartelisasi maka Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)‎ akan mengenakan denda sebesar Rp750 miliar kepada anggota Indonesian Palm Oil Pledge (IPOP). Ketua KPPU Syarkawi Rauf membenarkan bahwa pihaknya akan mengenakan denda kepada seluruh anggota IPOP sebesar Rp 125 miliar. Dari angka tersebut sebesar Rp 25 miliar untuk denda administratif dan sanksi