Berita Terbaru

Tembakau, Dicintai Tapi Dibenci

Harus diakui bahwa berapapun produksi tembakau Indonesia habis terserap didalam negeri, bahkan sebagian juga dieskpor. Tapi sangat disayangkan jika berbicara produk hilir tembakau maka masyarakat akan membencinya, karena sebagian besar tembakau dijadikan untuk produk rokok. Boedidoyo, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) menyayangkan bahwa produktivitas tembakau Indonesia masih sangat rendah dan kurangnya perhatian terhadap

Mengulik Riset Kelapa Sawit Indonesia

Jas merah atau jangan melupakan sejarah itulah yang dikatakan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno. Artinya berkembangnya riset kelapa sawit saat ini janganlah lupa bagaimana masuknya pertama kali. Memang Indonesia saat ini telah menjadi produsen terbesar crude palm oil (CPO) tapi semua itu bukanlah bisa dilakukan dengan instant. Semuanya membutuhkan proses, besarnya produksi CPO

Perkebunan Harus Berbenah Diri

Dahulu mengenal pertanian adalah budidaya bercocok tanam, tapi saat ini pertanian tidak sekedar berbudidaya tapi bagaimana bisa menjadikan nilai tambah dari suatu produk pertanian atau disebut dengan agribisnis. Bungaran Saragih, Menteri Pertanian perode 2000-2004 menjelaskan bahwa pembangunan sistem dan usaha agribisnis haruslah berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan, dan terdesentralisasi. Namun usaha agribisnis tetaplah harus mulai dari

Industri Perkebunan untuk Pemerdekaan

Suatu komoditas bisa dapat berkembang jika diiringi dengan industrialisasi.Namun sangat disayangkan jika saat ini Indonesia hanya pandai atau juara dibidang bahan baku yang tidak diiringi dengan produk-produk hilirisasi. Agus Pakpahan Ketua Badan Eksekutif Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) mngakui bahwa perkebunan Indonesia sudah sangat maju tetapi masih sebatas di hulu. Hal tersebut polanya persis

PPKS Terus Berinovasi Mengembangkan Benih Kelapa Sawit

Suatu komoditas akan terus berkembang jika didukung oleh suatu riset, satu diantaranya yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang tahun 2016 ini sudah 100 tahun melakukan riset. Hasril Hasan Siregar, Direktur PPKS membenarkan bahwa suatu tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika didukung oleh bahan tanam yang juga baik yaitu benih. Maka tidaklah heran

Gamal Nasir : IPOP Telah Membunuh Petani

Lahan Perkebunan kelapa sawit Indonesia berasal dari sumber yang diperbolehkan oleh peraturan perundang–undangan yang berlaku, tapi ketentuan dari Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP) berbeda dengan ketentuan perundangan-undangan di Indonesia. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Gamal Nasir menyayangkan dengan adanya kesepakan IPOP yang bertolak belakang dengan perundang–undangan yang berlaku. Sebab pemerintah sudah membuat regulasi antara lain

Bea Keluar CPO Diberlakukan Lagi

Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali memberlakukan Bea Keluar (BK) untuk ekspor produk minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sebesar USD 3 per ton. Pengenaan BK ini didasarkan pada harga CPO di pasar global yang mulai melewati batas yang ditetapkan pemerintah untuk menggenakan BK. Periode Mei 2016, Kemendag menetapkan harga referensi produk CPO sebesar USD

KPPU akan Mendenda Rp750 Miliar Kepada Anggota IPOP

Melihat adanya sebuah gerakan mengarah kartelisasi maka Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)‎ akan mengenakan denda sebesar Rp750 miliar kepada anggota Indonesian Palm Oil Pledge (IPOP). Ketua KPPU Syarkawi Rauf membenarkan bahwa pihaknya akan mengenakan denda kepada seluruh anggota IPOP sebesar Rp 125 miliar. Dari angka tersebut sebesar Rp 25 miliar untuk denda administratif dan sanksi

Pelaku Sawit Jangan Terpancing Dengan LSM

Harus diakui bahwa Lembaga Swadaya Masyarkat (LSM) atau Non Goverment yang pro asing terus memberikan isu-isu negatif terhadap komoditas kelapa sawit untuk itu pelaku dan pemerintah dihimbau jangan termakan oleh isu LSM. Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengakui bahwa berkembang pesatnya bisnis perkebunan kelapa sawit di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu. Menjadi musuh bersama bagi Lembaga

KARET YANG DITAHAN EKSPORNYA SEBAIKNYA DIGUNAKAN UNTUK INFRASTRUKTUR

Harga karet sekarang sudah mulai bergerak naik. Harga karet sir 20 sudah hampir USD1,6/kg. Ini posisi yang baik sebagai dampak dari komitmen tiga negara mengurangi ekspor. “ Ini bukan hal yang alami begitu saja tetapi melalui usaha penahanan ekspor karet mentah,” kata Uhendi Haris, peneliti senior Pusat Penelitian Karet Indonesia. Pabrik tetap membeli karet tetapi

Ekspor CPO Maret Turun 24 %

Ekspor minyak sawit (crude palm oil/CPO) Indonesia pada Maret 2016 turun 24 % atau sebesar 1,74 ton dibandingkan bulan lalu sebesar 2,29 juta ton. Penurunan ekspor yang cukup signifikan selain adanya pengurangan pasokan ke luar negeri juga untuk menjaga kestabilan stok minyak sawit di dalam negeri karena tren penurunan produksi terus berlanjut. Direktur Eksekutif Gabungan

Tindak Tegas LSM Tidak Mendasar

Semakin berkembangnya industri kelapa sawit maka semakin kencang Lembaga Swadaya (LSM) yang melakukan black campaign tidak mendasar. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang mempertanyankan sikap LSM yang tidak mendasar dalam memojokan industri kelapa sawit. melihat hal tersebut maka pemerintah harus segera mengambil tindakan terhadap LSM-LSM tersebut mengingat industri kelapa sawit justru