Berita Terbaru

PPKS Terus Berinovasi Mengembangkan Benih Sawit

Suatu komoditas akan terus berkembang jika didukung oleh suatu riset, satu diantaranya yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang tahun 2016 ini sudah 100 tahun melakukan riset. Hasril Hasan Siregar, Direktur PPKS membenarkan bahwa suatu tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika didukung oleh bahan tanam yang juga baik yaitu benih. Maka tidaklah heran

Petani Teh Kini Bergairah Menanam

Petani teh di Jawa Barat kini sedang bergairah menanam tanaman teh di areal baru. Padahal perkebunan besar justru mengkonversi tanaman teh ke tanaman lain. Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo) Nugroho B. Koesnadi mengakui, gairah petani teh di Jawa Barat saat ini sangat tinggi. Karena bukan hanya melakukan intensifikasi atau pun rehabilitasi tanamannya, melainkan petani

GAPPERINDO : IPOP = VOC

Berbagai kalangan terus mempermasalahkan tentang arti sustainable (bekrkelanjutan). Bahkan pihak asing pun sampai mengurusi sustainable kelapa sawit di Indonesia dengan merangkul perusahaan-perusahan besar di Indonesia melalui perjanjian Indonesian Palm Oil Pledge (IPOP). Ketua Umum Badan Eksekutif Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo), Agus Pakpahan menjelaskan apa itu arti sustainability atau sustainabilitas. Istilah ini sering mengaburkan

Produksi CPO AALI Tahun 2015 Mencapai 1,74 Juta Ton

Melemahnya perekonomian dunia, turunnya harga komoditas kelapa sawit serta musim kering yang berkepanjangan telah mempengaruhi kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Presiden Direktur AALI, Widya Wiryawan mengatakan bahwa produksi crude palm oil (CPO) AALI tahun 2015 tumbuh sebesar 0,7% atau dari 5,56 juta ton di tahun 2014 menjadi 5,60 juta ton. Produksi CPO perseroan

Kembangkan Kakao Di Sumatera dan Wilayah Perbatasan

Saat ini sampai 10 tahun mendatang, permintaan kakao diperkirakan terus meningkat. Ada yang menggunakan istilah no more chocolates by 2020, yang menggambarkan adanya kekuatiran akibat tingginya permintaan melebihi penawaran. Peneliti Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Soetanto Abdulah membenarkan bahwa saat ini pasar menginginkan biji kakao lebih besar lagi. Karena itu diperlukan usaha yang sangat

Milirik Pemimpin Perkebunan ke Depan

Milirik Pemimpin Perkebunan ke Depan Sudah bukan rahasia lagi, bahwa perkebunan turut menyumbang devisa terbesar di Indonesia, namun hampir seagian besar luas perkebunan dikuasai oleh petani. Untuk itu tidaklah berlebih jika komoditas perkebunan wajib dipimpin yang meganyomi petani. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengakui bahwa komoditas perkebunan sangatlah prospektif. Hal ini karena tidak hanya dikuasai

KPPU : IPOP Berpotensi Kartel

Setelah Kementerian Pertanian geram dengan kesepakatan Indonesian Palm Oil Plage (IPOP) karena telah menolak tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan oleh petani, kini Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencium bahwa perjanjian tersebut bisa menjadi awal sebuah kalterlisasi. Ketua KPPU, Muhammad Syarkawi Rauf menyayangkan dengan adanya perjanjian antar perusahaan yang dikemas dengan naman IPOP. Sebab dengan

Harga Pembelian TBS Provinsi Jambi 07 April 2016

Harga rata – rata “CPO” Rp 7.930,46 Harga Inti Sawit Rp 6.779,22 Indeks ” K ” 88.34 % Harga TBS menurut umur tanaman periode 8 April s.d.14 April 2016 : – Umur 03 Tahun Rp 1.440,06 – Umur 04 Tahun Rp 1.541,01 – Umur 05 Tahun Rp 1.611,64 – Umur 06 Tahun Rp 1.678,77 –

Tebang Angkut Kunci Jaga Produksi Gula 2016

Meningkatkan produksi gula tahun 2016 tidak bisa lagi dilakukan dengan cara memperbaiki tanaman lewat pemupukan dan irigasi. Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia, Agus Pakpahan menganjurkan dalam memasuki musim giling tahun 2016 ini maka pola panen harus dirubah guna meningkatkan produksi gula nasional. Diantaranya yaitu dengan pola tebang dengan benar sesuai dengan kemasakan. “Jangan boros ,jangan

Perbanyakan Vegetatif Tanaman Cengkeh Secara Grafting

Tanaman cengkeh termasuk tanaman yang menghasilkan biji. Saat ini perbanyakan cengkeh umumnya dilakukan secara generative dengan biji, oleh karena itu sering ditemukan dalam satu areal pertanaman cengkeh terdapat pohon-pohon yang berlainan produksi bunganya walau pun benihnya berasal dari satu pohon induk. Oleh karena itu untuk memperoleh pertanaman cengkeh yang seragam dalam hal produksi bunganya, maka

Perusahaan Negara Rampas Tanah Petani di Desa LEE

Petani dan Pemerintah Desa Lee tetap menolak keberadaan izin HGU yang diberikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada PT Sinergi Perkebunan Nusantara (SPN). Pasalnya penerbitan HGU seluas 1.895 hektar (Ha) itu tanpa dilakukan sosialisasi sebelumnya. Apalagi dari luas tersebut, 800 Ha merupakan lahan masuk di Desa Lee. Kasus ini berawal ketika Anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara

Menarilah dengan Gendang Sendiri Bukan Gendang Negara Lain

Indonesia sudah mempunyai aturan sendiri mengenai sustainable yaitu Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), maka untuk apa mengikuti aturan negara lain yang justru bisa menyengsarakan masyarakat Indonesia. Direktur Eksekutuif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung mengeaskan bahwa sebaiknya Indonesia menggunakan aturan main yang sudah ditetapkan didalam negeri daripada menggunakan aturan dari luar. “Jadi