Menteri PPN/Kepala BAPPENAS: Hilirisasi Harus Didukung Pembenahan Hulu

Menteri PPN/Kepala BAPPENAS: Hilirisasi Harus Didukung Pembenahan Hulu

Jakarta, mediaperkebunan.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam sambutanya pada Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (PENAS) III APKASINDO menyatakan hilirisasi kelapa sawit harus berjalan beriringan dengan pembenahan perkebunan rakyat. Peningkatan nilai tambah tidak akan optimal jika produktivitas kebun dan ekosistem pendukung di sektor hulu belum tertata.

Salah satu tugas Rachmat  dari Presiden Prabowo Subianto adalah untuk mempercepat hilirisasi sawit. Strategi ini dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan pekebun, selain melalui peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, dan pemupukan.

“Karena salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan bukan hanya memperluas lahan, bukan hanya menggunakan bibit unggul, bukan hanya melakukan replanting supaya bibit unggul itu tertanam, bukan hanya memupuk supaya menghasilkan TBS lebih banyak, tapi salah satunya yang penting adalah melakukan hilirisasi,” katanya.

Hilirisasi tidak dapat dipahami sebatas pembangunan industri pengolahan. Pengembangan sektor tersebut membutuhkan dukungan kebun yang produktif, sistem pendukung yang memadai, kelembagaan petani, dan kemitraan usaha.

Pembenahan dari hulu akan membantu memastikan manfaat pengembangan industri sawit dapat dirasakan pekebun. Tanpa fondasi tersebut, hilirisasi berisiko tidak memberikan dampak maksimal terhadap kesejahteraan petani.

Hilirisasi tidak bisa berjalan baik kalau hulunya tidak ditata, on-farm-nya tidak ditata, ekosistemnya tidak dikembangkan. Hilirisasi dalam sistem dan usaha agribisnis itu ada di ujung kanan. Setelah on-farm hulu dan sistem pendukungnya, baru hilirisasi bisa ikembangkan dengan sebaik-baiknya.

Rachmat pada masa lalu pernah berkunjung United Plantations. Perusahaan ini luas lahannya enggak hanya 40.000 hektare, tapi hilirisasinya luar biasa.  Lahan tidak bertambah besar tetapi hilir yang mempunyai keuntungan terbesar yang digarap,

Dorongan memperluas kebun secara terus-menerus dapat menimbulkan persoalan apabila dilakukan pada lahan yang tidak semestinya digunakan untuk perkebunan. Karena itu, peningkatan nilai tambah perlu menjadi perhatian bersama.

Dalam konteks petani rakyat, Rachmat mendorong penguatan koperasi dan pembangunan fasilitas pengolahan yang memungkinkan pekebun mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai sawit. Kemitraan usaha juga perlu diperkuat agar petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku.

Agenda tersebut sejalan dengan semangat Hilirisasi Sawit pro Petani yang menjadi salah satu pokok pembahasan dalam PENAS III APKASINDO. Penguatan sektor hilir diharapkan membuka peluang peningkatan pendapatan, memperbesar nilai tambah di dalam negeri, dan memperkuat posisi ekonomi pekebun.