Dari Praktek Lapangan Mahasiswa INSTIPER Yogyakarta, Diketahui Kakao Bisa Jadi Olahan Mamin

Dari Praktek Lapangan Mahasiswa INSTIPER Yogyakarta, Diketahui Kakao Bisa Jadi Olahan Mamin

Yogyakarta, mediaperkebunan.id – Praktek lapangan terkait perkebunan kakao telah sukses dilakukan oleh para mahasiswa program diploma (Prodi) Agroteknologi dan Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Institut Pertanian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (INSTIPER) Yogyakarta, belum lama ini.

Nah, dari praktek lapangan itu, seperti keterangan resmi yang diterima Mediaperkebunan.id, Selasa (10/6/2025), diketahui bahwa jika sudah diolah sedemikian rupa, bisa menjadi makanan dan minuman (mamin) berbasis kakao.

Dr. Sri Suryanti selaku Ketua Prodi Agroteknologi mengakui bahwa dalam kegiatan praktek lapang yang dilakukan oleh mahasiswa diajarkan pengolahan pascapanen kakao hingga pengolahannya menjadi produk mamin.

Kata dia, praktek lapang merupakan bagian dari kurikulum di INSTIPER yang bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa untuk dapat berkerja di lapangan dengan mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh dari proses kuliah maupun praktikum.

Praktek lapang, ungkap Dr. Sri Suryanti, ditujukan bagi mahasiswa semester lima dengan syarat sudah menempuh kuliah sebanyak 80 satuan kredit semester (SKS).

“Praktek lapang mahasiswa INSTIPER diselenggarakan mulai Mei hingga Juli 2025 yang dibagi menjadi beberapa gelombang,” tutur Dr. Sri Suryanti lebih lanjut.

Lalu, kenapa kakao? Dr. Sri Suryanti menjelaskan, kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Menurutnya, budidaya dan pengolahan kakao, atau sering disebut juga buah cokelat, yang baik dapat mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas kakao Indonesia.

Dia bilang, praktek lapangan yang dijalankan para mahasiswa merupakan bagian dari implementasi atau pelaksanaan pembelajaran berbasis praktik.

Mahasiswa Prodi Agroteknologi tidak hanya diajarkan praktek budidaya tanaman kakao di kebun Stiper Education and Training Area (SEAT) Ungaran.

“Namun mahasiswa juga diajarkan bagaimana melakukan praktek pascapanen yang dipandu oleh dosen-dosen Prodi Teknologi Hasil Pertanian,” ungkap Dr. Sri Suryanti.

Di samping itu, dia berujar bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang budidaya kakao kepada para mahasiswa INSTIPER Yogyakarta.

“Sekaligus mengetahui dan memahami bagaimana pengolahan pascapanen untuk mendapatkan biji kakao berkualitas, hingga pengolahan menjadi makanan dan minuman berbahan dasar kakao,” demikian penegasan Dr. Sri Suryanti.