2022, 23 April
Share berita:

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pengembangan komoditas the nasional. Salah satu strateginya adalah meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan produksi. Diharapkan kinerja the nasional yang terus menurun akan naik kembali.

Demikian dikatakan Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, Hendratmojo Bagus Hudoro, dalam webinar Teh bertema “Menakar Peluang Teh Indonesia di Pasar Global” yang diselenggarakan Media Perkebunan, Jumat (23/4).

Bagus mengatakan, menurunnya areal lahan teh nasional dalam 10 tahun terakhir akan berimplikasi menurunnya produksi. Hal ini ditambah lagi menurunya produktivitas.

Untuk mengatasi itu, menurut Bagus, harus ada strategi lain ketika lahan berkurang dengan melalukan inovasi baru. “Apakah melalui peningkatan kualitas seperti mendorong ke pasar spesial yang mempunyai nilai tambah, seperti pada komoditas kopi,” ujarnya.

Apalagi, kata Bagus, berdasarkan data Ditjen Perkebunan teh Indonesia mempunyai kandungan katekin yang tinggi. Artinya teh Indonesia mempunyai nilai ekonomi yang komparatif dan unggul. “Keunggulan ini harus kita pertahankan terus untuk menjadi strategi yang harus kita wujudkan dalam mengembalikan kejayaan teh nasional,” tukasnya.

Bagus menyebutkan, dari tujuh produsen teh dunia, kinerja teh Indonesia terus menurun dalam 10 tahun terakhir baik dari sisi produksi, dan ekspor. Sedangkan China menjadi negara utama produsen teh dunia dengan produksi yang terus meningkat.

Pada 2011, produksi teh China sebesar 1,67 juta ton, namun pada 2020, produksi tehnya naik hingga 2,29 juta ton. “Hal ini menjadi tantang bagi kita dalam mengembangkan dan pengelolaan teh kita,” kata Bagus. (YR)