29 January, 2020

JAKARTA, Perkebunannews.com – Produksi kakao nasional ditargetkan sebesar 970,83 ribu ton pada 2024 atau naik 163 persen. Sedangkan pada 2019, rata-rata produksi kakao tercatat mencapai 596 ribut ton. Peningkatan produksi kakao ini sesuai dengan program gerakan peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing (Grasida) perkebunan.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, dalam Rapat Kerja Nasional Perkebunan 2020 di Jakarta, Selasa (28/1). “Sedangkan pada 2020 ini produksi kakao ditargetkan sebesar 656,15 ton,” ujarnya.

Kasdi menuturkan, ekspor kakao sendiri ditargetkan dalam empat tahun ke depan mencapai 776,6 ribu ton atau meningkat sebesar 280 persen dengan nilai ekspor mencapai USD 3,6 juta. Peningkatan itu dicapai secara bertahan setiap tahunnya. Sementara ekspor kakao pada 2020 ditargetkan mencapai 282,8 ton. Ekspor kakao sendiri ditargetkan dalam produk hilir.

Program Grasida mencakup tujuh kegiatan, yakni pengembangan logistik benih, peningkatan produksi dan produktivitas, peningkatan nilai tambah, daya saing,dan ekspor. Selain itu, modernisasi perkebunan, pembiayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR), peningkatan kapasitas SDM, dan optimasi jejaring stakeholder.

Program Grarsida diharapkan mendongkrak ekspor hingga 35 persen, ekspor naik hingga 300 persen. Grasida juga menaikkan lapangan kerja sebesar 25 persen, pendapat produk domestik bruto sub sektor perkebunan meningkat 25 persen. (YR)