2nd T-POMI
2024, 15 Februari
Share berita:

Bandung, Mediaperkebunan.id

Penggunaan biodiesel saat ini sudah mencapai B35 dan sudah menimbulkan berbagai dampak positif. Naik menjadi B40 sepenuhnya menjadi ranah pemerintah untuk membuat kebijakan, tetapi pengusaha yang tergagung dalam Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia sudah siap. Insentif biodiesel masih tetap diperlukan.

 Rapolo Hutabarat, Ketua Bidang Sustainability Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) menyatakan hal ini pada “Workshop Industri Hilir Sawit” yang ditujukan untuk wartawan  oleh Majalah Sawit Indonesia, DMSI dan BPDPKS.

Produksi biodiesel dunia setiap tahun selalu meningkat. Tahun 2022 produksi biodiesel dunia 49.968.135 kl, sedang Asia Pasifik 13.300.965 kl. Khusus kenaikan produksi Asia Pasifik terpacu oleh pemakaian biodiesel Indonesia yang semakin meningkat.

Saat ini ada 32 perusahaan biodiesel di Indonesia, ada yang jadi anggota aprobi dan ada yang tidak, ada yang ikut insentif biodiesel yang didanai BPDPKS dan ada yang tidak. Total kapasitas 17.141.122 kl dengan investasi USD1.775.211.561.

Produksi CPO dan CPKO tahun 2022 mencapai 51, 77 juta ton, 60%nya diekspor (30,803 juta ton) terdiri produk lanjut dari CPO 21,519 juta ton, oleo kimia 4,166 juta ton, CPO 3,583 juta ton dan biodiesel 0,367 juta ton.  Sedang di konsumsi dalam negeri 20,968 juta ton (40%) terdiri untuk pangan 9,841 juta ton, biodiesel 8,841 juta ton dan oleo kimia 2,185 juta ton.

Produksi biodiesel untuk keperluan dalam negeri menngambil 17% dari produksi CPO. Sedang tahun 2023 meningkat lagi menjadi 22% dari produksi CPO dalam negeri. Tahun 2023 dengan B35 , kapasitas produksi meningkat terus jadi  17,6 juta kl sedang konsumsi 13,15 juta kl.

B35 dengan produksi/konsumsi 12,7 juta kl setara dengan 79,8 juta barel minyak bumi atau 131 hari produksi minyak Indonesia.  Ada 22 produsen yang terlibat dengan kapasitas terpasang 17,6 juta kl, mempekerjakan 1.600 orang dan meningkatkan pendapatan petani karena serapan untuk biodiesel menjaga harga TBS stabil bahkan naik.

Baca Juga:  Sorgum Layak untuk PSR

Pengurangan CO2 mencapai 33,7 juta ton eq atau setara 9,5% dari target enhanced NDC energi untuk tahun 2030. Pengurangan impor solar tahun 2022 mencapai 10,449 juta kl dengan nilai USD9 miliar, sedang tahun 2023 13,15 juta kilo liter dengan nilai USD11 milar.

Tantangan yang dihadapi industri biodiesel tahun 2023 adalah produsen dituntut untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas biodieselnya, terutama dengan rencana peningkatan campuran biodiesel. Belajar dari pengalaman yang lalu, produsen terus mengupayakan kualitas dari penanganan dan penyimpanan biodiesel. Perlu kerjasama dengan semua pihak.

Mengupayakan agar perbedaan harga antara solar dan biodiesel mengecil. Dukungan insentif tetap diperlukan dari semua pemangku kepentingan. Produsen terus mendukung upaya uji kinerja dan uji jalan untuk biodiesel dan diharapkan tahun 2024 dapat diimplementasikan. Hambatan perdagangan mengakibatkan perkembangan teknologi terhambat.