8 February, 2020

Jakarta, mediaperkebunan.id – Pengembangan rempah ini penting, terlebih jika dilakukan dari hulu hingga hilir. Sebab dengan mengembangan tanaman rempah dari hulu sampai hilir (industri) mampu mendorong ekonomi yang menguntungkan bagi pelaku usaha, meningkatkan kesejahteraan petani serta berperan penting bagi kelestarian dan keseimbangan lingkungan.

Hal tersebut Direktur Semusim dan Rempah, Ditjenbun Kementerian Pertaniaan (Kementan), Agus Wahyudi saat konfresi pers Indonesian Spices Forum & Business Expo (ISFBE) yang akan diselnggarakan pada tanggang 17 – 19 April 2020 di TMII, Jakarta. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara DRI dan Ditjenbun Kementan

“Oleh karena itu para pemangku kepentingan perkebunan rempah Indonesia diharapkan ikut mendukung karena ikut memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia secara nasional,” harap Agus.

Hal sendada diungkapkan oleh Ketua Umum Dewan Rempah Indonesia (DRI), Gamal Nasir bahwa dengan mendorong komoditas rempah dari hulu hinggal hilir maka ada banyak pihak yang akan merasakan manfaatnya, bukan hanya petani, industri dan eksportir tapi juga usaha pendukung lainnya.

Atas dasar itulah DRI menyelenggarakan Indonesian Spices Forum & Business Expo (ISFBE) yang akan diselnggarakan pada tanggang 17 – 19 April 2020 di TMII, Jakarta. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara DRI dan Ditjenbun Kementan

Mudah-mudahan ini menjadi momen pemicu untuk kebersamaan, sinergitas, kolektivitas, konektivitas, pemberdayaan, kemitraan, nilai tambah, yang berdaya saing sehingga berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan para pelaku agri bisnis rempah lainnya.

“Sehingga diharapkan rempah bisa kembali menjadi komoditi andalan dan strategis,” harap Gamal .

Sebab, menurut Gamal, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) beserta jajarannya pun juga telah bicara mengenai pentingnya untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia.

Kemudian ditindak lanjuti dengan tindakan Kementerian terkait dalam hal ini Kementan yang telah mempunyai program gerakan tiga kali ekspor (gratieks) termasuk rempah melalui historis jalur rempah, perlindungan indikasi rempah, wisata dan kuliner berbasis rempah, hutan masyarakat berbasis tanaman rempah, industri UKM rempah yang berdaya saing dan bernilai tambah. YIN

(Visited 41 times, 1 visits today)