2nd T-POMI
2023, 9 September
Share berita:

Tangerang, Mediaperkebunan.id

Sekjen Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono menyampaikan pesan Menteri Pertanan Syahrul Yasin Limpo terhadap Bunex (Perkebunan Indonesia Expo) ketika melakukan,” very very soft launching”. unit pengolah sagu, pabrik pupuk organik dan pabrik pengolah atsiri pada 2nd Bunex 2023.

“Agenda Bunex ini sudah dirancang luar biasa. Karena itu itu hasilnya tidak boleh biasa-biasa saja, tetapi harus luar biasa juga. Itu pesan Menteri Pertanian,” katanya.

Dalam sambutannya pada acara itu Kasdi menginstilahkan bukan soft launching karena itu akan dilakukan oleh Menteri Pertanian sendiri, sedang lauching direncanakan oleh Presiden Jokowi. “Hari ini yang saya lakukan adalah very-very soft launching,” katanya.

Hilirisasi bagi perkebunan merupakan keharusan. Kalau tidak maka pembangunan perkebunan akan berhenti dihulu saja. Padahal masalah hulu perkebunan menurut pandangan Kasdi sudah mampu diselesaikan oleh pelaku usaha perkebunan.

Peluang pasar produk hilirisasi perkebunans sendiri sangat besar baik domestik maupun impor. Hilirisasi harus dilakukan pada level kelompok tani, koperasi sehingga bisa lebih masif lagi, bukan ditingkat individu petani.

Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan sering menekankan hilirisasi untuk meningkatkan daya saing. Menteri Pertanian menindaklanjuti untuk hilirisasi produk pertanian. “Apa yang dilakukan Ditjenbun dengan alat pengolah sagu, pabrik pupuk organik dan pabrik pengolahan atsiri merupakan bagian dari hilirisasi pertanian,” kata Kasdi lagi.

Pelaku usaha besar sudah mampu melakukan hilirisasi, pemerintah mendorong supaya dilakukan akselerasi. Ditjen Perkebunan merancang supaya unit dan pabrik ini bisa digunakan oleh kelompok tani, UMKM dan koperasi perkebunan.

Unit pengolah sagu dirancang untuk bisa dikerjakan oleh kelembagaan petani. Dengan satu alat mesin ini yang tidak membutuhkan energi banyak , dari batang sagu bisa diolah menjadi pati sagu basah.

Baca Juga:  Asian Agri Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTT Melalui Kementan

Sedang pabrik pupuk organik digunakan untuk mengubah janjang kosong jadi pupuk organik yaitu kompos yang sudah mengandung bakteri dan jamur yang berguna. Proses composting lebih cepat dan pupuk kompos yang dihasiilkan diharapkan bisa mengatasi penyakit tular tanah di perkebunan  kelapa sawit.

Pabrik pengolahan atsiri dengan proses dingin membuat zat-zat yang terkandung dalam bahan baku terjaga, dengan proses ekstraksi hasilnya adalah ekstrak yang bisa digunakan untuk produk farmasi.