2nd T-POMI
2024, 25 Maret
Share berita:

Jakarta, mediaperkebunan.id – Kesulitan dalam menghubungkan SDM ke perusahaan kelapa sawit menjadi salah satu tantangan dalam industri sawit. Berkenaan dengan hal tersebut, Hai Sawit bersama BPDPKS menggelar Workshop Karir Industri Sawit di Hotel Amaroossa Grande Bekasi pada hari Sabtu (23/3/24).

Workshop Karir Hai Sawit bersama BPDPKS akan berfokus pada penyiapan SDM di bidang teknologi IT dan Digitalisasi Industri Sawit. Diselenggarakannya workshop ini berangkat dari banyaknya para pencari pekerja yang berencana untuk berkarier di industri sawit yang merasa kesulitan.

“Ada rekan-rekan yang memiliki rencana untuk berkarir di industri sawit selama ini masih cukup sulit, kita bilang mempertemukan antara perusahaan yang membutuhkan SDM,” ujar M. Danang MRQ selaku Pemimpin Redaksi Hai Sawit dalam sambutannya, Sabtu (23/3/24).

Karena hal-hal tersebut, Danang bersama program-program unggulan Hai Sawit memanggil para pencari pekerjaan untuk dapat ikut mengambil kesempatan berkarier di Hai Sawit TV, Hai Loker Sawit, Palm Oil Career Expo dan Workshop Karir Industri Sawit.

Tak main-main, Hai Sawit dalam menjalankan workshopnya tersebut turut berkolaborasi bersama beberapa HRD perusahaan kelapa sawit.

“Di sini kita berkolaborasi dengan beberapa HRD perusahaan kelapa sawit untuk mempertanyakan apa yang mereka butuhkan, misalnya sedang butuh manajer atau asisten kepala dan melalui Hai Loker Sawit ini perusahaan bisa mengkomunikasikan kebutuhannya,” jelas Danang.

Turut hadir dalam acara, Direktur Perlindungan Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Ir. Hendratmojo Bagus H. M.Sc., Vice President HRD PT Teladan Prima Agro, Sutarto Hadi, Perwakilan Divisi Program Pelayanan BPDPKS, Fitriyah, Senior Vice President Innovation & Agritech PT Astra Agro Lestari, Muhammad Guruh, dan Direktur PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza P.

Baca Juga:  Gubernur Sulbar Beri Penghargaan Dirjenbun

Disambut antusias, Workshop bermanfaat ini memiliki 1042 peserta terdaftar yang berasal dari 68 perguruan tinggi, 43 perusahaan, 7 kelembagaan petani, 4 sekolah tingkat SMA dan SMK, dan dari dinas perkebunan serta dinas komunikasi informatika dan persandian.

Workshop Karir Industri diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para SDM muda agar terus membentuk jaringan di dunia perkebunan sawit mengingat majunya teknologi digitalisasi saat ini.

“Jadi dari output yang kita harapkan pertama adalah peserta workshop memperoleh informasi mengenai potensi jenjang karir, jadi setelah saya kuliah nih potensi jenjang karir saya apa, kemudian yang kedua adalah kita juga dapat informasi langkah-langkah apa yang harus kita tempuh supaya kita berhasil untuk meniti karir di industri sawit,” tutur Danang.

\