21 February, 2020

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Ekspor pala akan ditingkatkan naik tiga kali lipat dalam empat tahun mendatang. Pala merupakan salah satu komoditas perkebunan yang masuk dalam program peningkatan produksi, daya saing dan nilai tambah (Grasida) selama empat tahun.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono menyebutkan, ekspor pala ditargetkan naik pada 2024 mendatang mencapai 44,4 ribu ton atau naik 280 persen. Pada 2019, ekspor pala mencapai 15,8 ribu ton. Pada 2020 ekspor pala ditargetkan 19 ribu ton.

Produksi pala juga ditargetkan naik 148 persen pada 2024. Pada 2019 produksi pala mencapai 37,50 ribu ton. Sementara pada 2020 produksi ditargetkan sebesar 40,88 ribu ton. Sedangkan pada 2024, produksi pala ditargetkan meningkat sebesar 55,61 ribu ton.

Kasdi mengatakan, pada tahun 2020 komoditas pala akan dikembangkan seluas 10.550 hektar (Ha) meliputi tujuh 25 kabupaten. Setidaknya ada tiga kegiatan pengembangan lada, antara lain perluasan, rehabilitasi, dan intensifikasi.

Perluasan lada pada 2020 ini seluas 1.550 Ha meliputi lima provinsi masing-masing Kalimantan Barat (Kalbar) 350 Ha, Kaltim200 Ha, Sulawesi Tenggara 150 Ha, Kepulauan Bangka Belitung 600 Ha, dan Kaltara 250 Ha.

Sedangkan untuk kegiatan rehabilitasi seluas 5.375 Ha meliputi tujuh provinsi antara lain Lampung 750 Ha, Kalbar 550 Ha, Kaltim 425 Ha, Sulawesi Selatan (Sulsel) 500 Ha, Sultra 700 Ha, Kep Bangka Belitung 2.400 Ha, dan Kaltara 50 Ha. Untuk kegiatan intensifikasi lada tahun ini seluas 3.625 Ha meliputi dua provinsi masing-masing Kaltim 225 Ha, dan Kep Bangka Belitung 3.400 Ha. (YR)